“Piye kabare, Happy people? Aku Hiroaki Kato apik-apik wae..”. Begitu lelaki tampan asal Jepang ini menyapa penonton dalam sebuah video di YouTube dengan Bahasa Jawa yang terbilang fasih. Dalam video tersebut, Hiroaki menyanyikan 5 lagu Indonesia dalam Bahasa Jepang yang diterjemahkannya sendiri.

Hiroaki Kato mungkin masih jarang terdengar namanya di telinga masyarakat Indonesia. Namun, pemuda ini nyatanya punya peran besar dalam perjalinan hubungan persahabatan Negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia dengan Jepang melalui lagu-lagunya. Di Jepang, Hiroaki dikenal sebagai seorang musisi. Ketika manggung di Jepang, Hiroaki biasa membawakan lagu-lagu Indonesia yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang.

Pemuda Jepang kelahiran Tokyo, 9 Maret 1983 ini memang sudah jatuh cinta mati dengan Indonesia. Pemuda yang akrab disapa Hiro ini sudah berkarir di dunia musik sejak 2005 dan mengaku tertarik belajar Bahasa Indonesia karena jatuh cinta dengan karya sastrawan Tanah Air, di antaranya adalah Pramoedya Ananta Toer. Suatu ketika dosennya pernah membacakan buku Pram berjudul Bumi Manusia dan sejak saat itu ia tertarik mempelajari Bahasa Indonesia.

Hiroaki Kato sering membawakan lagu-lagu Indonesia setiap manggung di Jepang
Hiroaki Kato sering membawakan lagu-lagu Indonesia setiap manggung di Jepang

Semangat Hiro untuk belajar Bahasa Indonesia tidak main-main. Pada tahun 2006 Hiro pun mengikuti pertukaran pelajar ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dan kini Hiro sudah sangat familiar dengan budaya Indonesia khususnya Jawa. Ia pun sudah sangat fasih berbicara menggunakan Bahasa Indonesia bahkan juga Bahasa Jawa.

Ketika mengikuti pertukaran di Yogyakarta, Hiro berjumpa dengan vokalis band Letto, Noe yang kemudian memperkenalkan Hiro pada lagu-lagu Indonesia. Hiro pun jadi sering main ke studio latihan Letto dan mendengarkan lagu-lagu mereka. Di sana, Hiro menerjemahkan lagu-lagu Letto ke dalam Bahasa Jepang, salah satunya adalah Ruang Rindu.

Hiro butuh waktu satu bulan untuk menerjemahkan satu lagu Letto tersebut. Namun, hasil usahanya itu membuat Noe cs terkagum-kagum. Selain lagu Letto, Hiro juga sering membuat cover lagu Indonesia dalam Bahasa Jepang seperti lagu Laskar Pelangi dari Nidji dan Sepatu dari Tulus.

Pada tahun 2010 Hiro merilis mini albumnya yang berisi lagu berbahasa Indonesia bertajuk Terima Kasih. Sejak saat itu, sahabat dari Tulus ini kerap melakukan konser kecil-kecilan di Jepang. Ia pun jadi sering berkunjung ke Indonesia dan diundang ke acara Indonesia Fest, sebuah acara budaya yang diselenggarakan oleh Kedutaan Indonesia di Jepang. Kecintaannya pada Indonesia ini membuat Hiro punya hasrat untuk membawa kebudayaan Indonesia ke tanah kelahirannya, Jepang.

"Masyarakat Jepang semakin berminat dengan musik Indonesia. Kalau saya membawakan lagu-lagu Indonesia di Jepang, sekarang sudah mulai banyak penonton yang ikut bernyanyi. Sekarang juga sudah bertambah orang Jepang yang belajar tentang Indonesia," ujarnya.

Awal tahun 2016 lalu Hiro menuturkan tengah mempersiapkan album barunya yang konsepnya mengombinasikan music J-Pop dan keroncong khas Indonesia.

“Album itu sendiri terdiri dari sekitar 10 lagu baru, sebagian besar dari lagu-lagunya berbahasa Indonesia dan ada juga campuran Indonesia & Jepang. Dan nanti kemungkinan akan ada keroncongnya juga. Tapi tetap J-Pop, Japanesse Pop,” jelasnya.

Selain aktif sebagai musisi, Hiro juga aktif mengajar Bahasa Indonesia di Sophia University Oberin University, Jepang. Dalam website pribadinya pun Hiro menyertakan laman “Indonesian Language Lesson” yang memang khusus untuk memberikan pengajaran Bahasa Indonesia bagi para pengunjung lamannya.


Sumber :

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu