Indonesian Tempe Movement (ITM) bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia mengadakan workshop untuk mengenal dan membuat tempe di Oxford University pada hari Minggu, 20 November 2016. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya ITM untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa tempe adalah persembahan dari Indonesia untuk dunia.

Workshop Tempe di University of Oxford. Sumber: PPI Oxford
Workshop Tempe di University of Oxford. Sumber: PPI Oxford

Alasannya, tempe adalah solusi kebutuhan makanan sehat, enak, ramah lingkungan, dan memiliki aspek budaya yang kental. Dengan identitiasnya yang unik, tempe memiliki potensi internasional untuk dikembangkan dalam bidang pangan, kesehatan, seni, dan bisnis.

Dengan mengenal cara membuat tempe, peserta diharapkan menjadi lebih "dekat" dengan makanan Nusantara ini, atau bahkan terinspirasi membuka usaha terkait tempe.

Tempe-making workshop at University of Oxford. image: PPI Oxford
Tempe-making workshop at University of Oxford. image: PPI Oxford

Perwakilan ITM yang akan hadir adalah Amadeus Driando Ahnan (Ando) yang sedang menempuh studi doktoral Food Science di University of Massachusetts Amherst, Inda Imanda yang sedang menempuh studi master bidang Math di University of Oxford, dan Filemon Yoga Adhisatya yang sedang menempuh studi Master of Business Administration di University of Manchester.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan-kegiatan ITM lainnya seperti konferensi internasional, publikasi buku tempe, dan pendaftaran tempe sebagai "UNESCO intangible heritage", hingga pembinaan wirausaha tempe di penjara Cipinang, mahasiswa putus sekolah, dan tempat rehabilitasi narkoba.

Informasi lebih lanjut mengenai ITM dapat dilihat di www.tempemovement.com

Salam tempe!


Sumber : Amadeus Driando Ahnan, ITM

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu