Lupa Sandi?

Penyanyi Indonesia Ini Masuk Daftar 100 Tokoh Wanita Berpengaruh di Dunia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Penyanyi Indonesia Ini Masuk Daftar 100 Tokoh Wanita Berpengaruh di Dunia

Raksasa media asal Inggris, BBC, kembali membuat daftar 100 tokoh wanita inspirasional dan berpengaruh. Daftar ini meliputi berbagai wanita dengan latar belakang pekerjaan, dari aktivis, penulis, atlet, hingga musikus dari seluruh dunia.

Dan Indonesia patut berbangga, karena telah menyumbangkan sosok wanita yang dianggap mumpuni dan masuk ke dalam daftar tersebut. Wanita tersebut adalah Kartika Jahja, seorang penyanyi asal Jakarta.

BBC menyebut Kartika Jahja, atau akrab disapa Tika, sebagai "Penyanyi-pencipta lagu yang berjuang demi kesetaraan gender dengan lagu-lagunya."

Dalam laman tersebut juga disebutkan petikan ucapannya yang berbunyi "Ketidaksetaraan itu seperti polusi. Kita tidak sadar telah menghirupnya setiap hari, tetapi itu memasuki tubuh kita."

Baca Juga

Dalam daftar tersebut, Tika berdampingan dengan nama-nama besar seperti Alicia Keys, Jane Elliott, Marne Levine, Winnie Harlow, dan Sunny Leone. Selain Tika, Indonesia juga menyumbangkan Dwi Handa, seorang bloggerhijab yang tersohor di Instagram.

Lewat media sosial, pelantun "Tubuhku Otoritasku" itu menulis ucapan syukurnya menerima kehormatan itu.

"Sangat terkejut mendengar kabar kalau nama saya termasuk dalam daftar "BBC 100 WOMEN" daftar perempuan-perempuan dari seluruh dunia yang dianggap menginspirasi. Rasanya absurd berada dalam daftar yg sama dengan Alicia Keys, Jane Elliott, Winnie Harlow, dll...," tulis Tika, dikutip dari akun Facebooknya.

Penyanyi 36 tahun itu juga menambahkan "Saya mengambil inspirasi dan keberanian dari orang-orang yg saya jumpai tiap hari - para orang tua tunggal, penyintas, buruh migran, penggerak komunitas, dan kawan-kawan yang penuh cinta. Hormat saya... Mereka lah yg layak diberi penghargaan."

Tika memang dikenal sangat vokal terhadap isu-isu seperti kesetaraan gender. Single terakhirnya, "Tubuhku Otoritasku" berkisah tentang tubuh para perempuan serta stereotip yang menghinggapinya. Ia juga tergabung di beberapa gerakan feminisme seperti One Billion Rising Indonesia, Yayasan Bersama Project, Kolektif Betina, dan Mari Jeung Rebut Kembali.

Tika juga memimpin band bernama Tika & the Dissidents dan telah merilis album The Headless Songstress di tahun 2009 dan Merah pada 2016.

Sumber : Liputan6.com

Pilih BanggaBangga70%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara