Lupa Sandi?

Seni Hadrah Al Mubarok, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan

Rezdy Tofan Bhaskara
Rezdy Tofan Bhaskara
0 Komentar
Seni Hadrah Al Mubarok, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan

Seni Hadrah merupakan salah satu seni pertunjukan yang mengandung nilai keagamaan. Tampak dalam syair lagu yang dinyanyikan, yaitu yang terkait dengan syair pemujaan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Seni Hadrah merupakan kesenian khas milik umat Islam. Pemain dan penggemarnya pada umumnya juga masyarakat beragama Islam yang tinggal di daerah tertentu.

Istilah Hadrah berasal dari bahasa Arab yaitu hadir, hadlir atau hadirat. Hadlirat yang mengacu pada kehadiran di hadapan Allah. Hadrah merupakan nyanyian yang memuji akan kebesaran Allah dan Nabinya. Hadrah merupakan kumpulan nyanyian yang diselingi dengan doa. Seni Hadrah tidak terpisahkan dari kreasi berwirid, dzikir, munajat dan doa.

Seni Hadrah terdapat di pedesaan yang berbasis masyarakat santri dan di lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Seni Hadrah menampilkan beberapa penabuh yang terdiri dari  laki-laki. Alat musik yang digunakan untuk memainkan Hadrah adalah bas jidor, jidor, teplak, terbang, tamborin, kendang. Seni Hadrah pada umumnya pentas pada acara arisan, sunatan, pernikahan, upacara ritual seperti upacara potong rambut pertama ketika bayi berumur 40 hari, dan Maulud Nabi.

Masyarakat Pandaan, Kabupaten Pasuruan mayoritas beragama Islam. Mereka memiliki seni Hadrah yang dikenal dengan nama Hadrah Al Mubarok. Seni Hadrah Al Mubarok didirikan oleh M. Mashuri S. Ag yang bertempat tinggal di jalan Mangga I Klangkung Nogosari Pandaan. Nama Al Mubarok menurut Mashuri artinya berokah dengan harapan agar Hadrah yang didirikan membawa berkah bagi masyarakat di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan.

Kehidupan sehari-hari masyarakat Pandaan sebagian besar bekerja di pabrik karena di Pandaan banyak pabrik. Masyarakat pada umumnya haus hiburan, apalagi mereka telah lelah bekerja seharian. Seni Hadrah di Pandaan merupakan salah satu jenis kesenian yang sangat digemari masyarakat, karena bernuansakan Islami sesuai dengan agama mereka.

Seni Hadrah mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan pada umumnya dan bagi masyarakat Pandaan pada khususnya, karena seni Hadrah banyak mengandung fungsi dan nilai yang berguna bagi kehidupan masyarakat. Berbagai fungsi dan nilai yang ada dalam seni Hadrah tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman atau teladan bagi masyarakat pada umumnya dan masyarakat Pandaan pada khususnya. Oleh sebab itu, saya sangat tertarik untuk melihat lebih jauh seni Hadrah Al Mubarok di Pandaan yang bernafaskan Islami.

Dusun Klangkung terletak di dalam wilayah kecamatan Pandaan. Jarak antara kecamatan Pandaan dengan Kabupaten Pasuruan sekitar 20 km. Dusun Klangkung terdiri dari 13 desa. Desa-desa tersebut antara lain: Sumber Rejo, Kemiri Sewu, Nogosari, Kutorejo, Kebon waris, Sebani, Banjar Kejen, Banjar Sari, Tunggul Wulung, Wedoro, Karang jati, Sumber Gedang, Petung Asri, Pandaan, Jogosari, Tawang Rejo, Plintahan dan Duren Sewu.  

Dusun Klangkung dapat ditempuh dengan angkutan umum. Dengan membayar sekitar Rp3000,- dari terminal Pandaan sudah tiba di  desa Klangkung tersebut. Dusun Klangkung mempunyai 4 mushola, Baitul Al Hasan, Baitul Rohma, Baitul Salam dan Baitul An-Nur.

Dalam menjalankan tugas pemerintahannya Kepala Desa bekerja sama dengan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD). Adapun susunan pengurus Badan Perwakilan Desa yaitu:

Ketua  Saidil Alwi, sekretaris Wiwid, anggota Gunar, Mashuri, Zainal, Imron, Dedy dan Khuriyanto.

Sarana pendidikan di masyarakat dusun Klangkung desa Nogosari kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan untuk tingkat yang tamat SD masih menjadi peringkat yang paling tinggi.  Pendidikan yang ada di dusun Klangkung ini ada dua macam yaitu (1) pendidikan non formal Taman Pendidikan AlQuran (TPA) dan (2) pendidikan  formal (TK). Sarana pendidikan formal yang ada di dusun Klangkung yaitu TK Nahdlatul Ulama (NU) yang berstatus negeri dengan jumlah guru tujuh orang dan  murid klas 0 kecil serta 0 besar sekitar 100 orang.                

Banyak kesenian yang terdapat di dusun Klangkung desa Nogosari kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan ini. Diantaranya:

Terbang jidor: Terbang adalah sebuah tambur kulit berbadan datar. “Istilah terbang merupakan terjemahan dari salah satu nama instrumen yang diberikan oleh orang Arab di Jawa: tairan. Ini merupakan istilah populer yang diturunkan dari tarayan. Istilah itu memiliki arti sama dengan ‘terbang’ di dalam bahasa Indonesia.”.

Ukuran terbang diameter bagian atas adalah 33cm, bagian bawah 20cm, kemudian tebal 13cm. Penampang terbang disebut bingkai yang terbuat dari kayu jati. Bingkai tersebut terdapat tiga pasang simbal kecil (kencer) terbuat dari kaleng atau kuningan yang disisipkan satu sama lain dan diberi jarak sama yang  berfungsi sebagai penyeimbang dari bunyi terbang itu serta sebagai variasi pada bunyi. Permukaan terbang lebar ditutupi dengan kulit kambing atau kulit kerbau. Bagian tepi terbang diberi bingkai pengkat dan di paku. Untuk dapat memainkan terbang ini caranya terbang dipegang tangan kiri pada pinggiran kayu seperti memegang terbang pada umumnya.

Pemain dapat memainkan dengan cara duduk bersila maupun berdiri sesuai dengan lagu yang dimainkannya. Cara memainkan terbang tersebut yaitu dipukul pada bagian tepi terbang dengan tangan kanan menggunakan setengah ruas jari tangan sehingga menghasilkan suara “tak” kemudian untuk menghasilkan suara “duk” menggunakan semua ruas jari tangan.

Kesenian terbang jidor yang berada di dusun Klangkung didirikan oleh Mustakin. Namun saat ini kesenian ini kurang eksis  karena pendiri kesenian terbang jidor di dusun Klangkung telah almarhum. Orkes Melayu: Orkes yang memainkan lagu melayu untuk mendukung penyanyi solo maupun duet. Lagu melayu dinyanyikan di dalam ruangan dan dinyanyikan oleh satu penyanyi laki-laki atau penyanyi perempuan anggota kumpulan sedangkan para pemain melakukan play back di atas pentas sambil menari. Di dusun Klangkung desa Nogosari kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan terdapat orkes melayu yang bernama “Notra” yang didirikan oleh Yusuf. Sedangkan para pemain dari orkes melayu adalah para remaja.  Dangdut: Merupakan sebuah musik ang mempunyai tema Islam namun tidak termasuk kategori kesenian religius. Dangdut sangat populer dalam acara-acara pernikahan. Dengan gayanya khas bersifat merangsang atau merayu-rayu, mereka mondar-mandir diatas panggung, bergoyang pinggul ala Arab. Penampilan aduhai yang memang disengaja itu adalah khas dari penampilan penyanyi dangdut.

Kesenian dangdut “Baladewa” di dusun Klangkung desa Nogosari kabupaten Pasuruan yang didirikan oleh Cak Blewer. Sedangkan untuk pemain dangdut Baladewa ini Cak Blewer menarik para remaja-remaja. Wayang kulit:  Wayang kulit sesuai   dengan   namanya  terbuat  dari  kulit binatang (kerbau, lembu atau kambing). Wayang kulit merupakan sarana hiburan juga merupakan salah satu bagian dari upacara-upacara adat seperti misalnya: bersih desa, ngruwat dan lain-lain. Untuk mementaskan wayang kulit secara lengkap dibutuhkan kurang lebih 18 orang pendukung. Satu orang sebagai dalang, 2 orang sebagai waranggana dan 15 orang sebagai penabuh gamelan merangkap wiraswara. Rata-rata pertunjukan dalam satu malam adalah 7-8 jam, mulai jam 21.00 sampai jam 5.00 pagi. Bila dilakukan dalam siang hari pertunjukan biasanya dimulai dari jam 09.00 sampai dengan jam 16.00.

Arena pentas terdiri dari layar berupa kain putih dan sebagai sarana teknis di bawahnya ditaruh batang pisang untuk menancapkan wayang. Dalam pertunjukan wayang kulit, jumlah adegan dalam satu lakon tidak dapat ditentukan. Jumlah adegan ini akan berbeda-beda berdasarkan lakon yang dipertunjukan atau tergantung dalangnya.

Di dusun Klangkung desa Nogosari kecamatan Pandaan kabupatn Pasuruan ini  juga mempunyai kesenian wayang kulit. Pimpinan dari kesenian wayang kulit ini adalah Bapak Sujud.   Kepengurusan Hadrah Al Mubarok Hadrah Al Mubarok yang berarti mubarah atau barokah artinya agar Hadrah ini senantiasa membawa berkah. Hadrah Al Mubarok yang didirikan pada tanggal 6 Juli 2000 oleh M. Mashuri S.Ag bertempat tinggal di jalan Mangga I Klangkung Nogosari Pandaan. 

Hadrah Al Mubarok ini dikenal oleh masyarakat Pandaan dan sering tampil pada acara-acara arisan, sunatan, pernikahan, upacara ritual potong rambut pertama ketika bayi berumur 40 hari juga acara Maulud nabi. Kesenian Islam seperti Hadrah Al Mubarok ini sebagai sarana dakwah dan pendekatan diri kepada Allah SWT juga berperan sebagai sarana hiburan yang tentunya menghasilkan uang.

Hadrah Al Mubarok ini juga mempunyai kepengurusan sebagai pelindung Hadrah ini.adapun susunan kepengurusan Hadrah Al Mubarok ini sebagai berikut:

Ketua  M. Mashuri, wakil ketua G Siswoko, sekretaris Ronny, bendahara Chamdi, pembina vokal Umari.

Seni Hadrah Al Mubarok mempunyai pemain musik berjumlah kurang lebih 7 orang. Usia mereka rata-rata 14 tahun hingga 17 tahun. Para pemain ini secara umum tidak pernah mendapat pendidikan musik. Mereka semua berangkat dari mengandalkan bakat alam serta latihan yang diberikan oleh pelatih.

Para pemain  Hadrah semuanya berjumlah 20 orang.

Berdasarkan pengamatan dalam pertunjukan seni Hadrah struktur pertunjukannya ini  mencakup yaitu:

(1) Pembukaan, pada  pertunjukan seni Hadrah yang  dibuka dengan pembacaan surat Al-Fatihah. Pembacaan surat Al-Fatihah diharapkan para pemain senantiasa mendapat pertolongan dan ridlo dari Allah SWT, (2)  Sholawat Nabi yang dibacakan oleh penyanyi/vokal Hadrah, (3) disusul dengan Maqam, yang artinya posisi seluruh penyanyi dan pemain musik berdiri dengan membacakan sholawat Nabi, (4)  diisi dengan lagu-lagu religi, dan  (5)  Penutup membaca doa-doa.

Ke lima  aspek tersebut akan dijelaskan satu per satu sebagai berikut: Pembukaan: Sebelum seni Hadrah memulai pertunjukan, mereka membaca surat Al-Fatihah bersama-sama terlebih dahulu yang dipimpin oleh Mashuri selaku pimpinan dari group Hadrah tersebut.

Di dalam pembukaan pada pertunjukan Hadrah terdapat bacaan Al-Fatihah diharapkan para pemain senantiasa mendapat pertolongan dan ridlo dari Allah SWT. Mempertebal masalah keimanan, seperti dalam firman-Nya surat ke 6 Al-An’am ayat 79. Inni wajjahtu wajhiya lillazi fatarassamawati wal ardla hanifaw wama ana minal-musrykin. Artinya: Aku hadapkan wajahku kepada  (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musryik.

Tahap kedua adalah Sholawat Nabi. Didalam Sholawat Nabi ini dinyanyikan oleh penyanyi / vokal. Para penyanyi / vokal menyanyikan sholawat dengan cara duduk dan ada empat orang yang bertugas menyanyikan sholawat yaitu: Nita Septiana, Umi, Nisa dan Maya. Untuk yang bertugas sebagai penarinya sebanyak empat orang diantaranya yaitu Agustin, Ainun, Vina dan Amaliya. Sholawat yang dinyanyikan berjudul Ya Robbi dan Darbu.

Setelah menyelesaikan sholawat pertama yaitu ya robbi dilanjutkan kemudian sholawat yang ke dua yaitu “Drabu”.

Dalam lagu Darbu menceritakan bahwa kita sebagai manusia selalu minta petunjuk kepada Allah agar senantiasa langkah yang kita tempuh dijalan yang benar. Jalan menuju surga yang indah.

Strukur pertunjukan pada tahap ketiga dilanjutkan dengan Maqom. Maqom artinya berdiri yaitu penyanyi melantunkan lagu / sholawat dengan posisi berdiri karena cara ini adalah  untuk menghormati Nabi Muhammad SAW.  Dalam maqom musik Hadrah membawakan dua lagu yang berjudul Machalul Qiyam dan  Sholatum bissalam. 

Syair Sholawat Nabi merupakan doa untuk Nabi Muhammad SAW. Makna yang terkandung pada bait yang pertama adalah doa yang ditujukan kepada Muhammad SAW agar keselamatan tetap tercurah kepadaNya. Kemudian bait yang kedua memiliki arti atau makna bahwa kebahagiaan dan kesejukan tidak ada satupun yang dapat menandinginya. Bait ketiga mempunyai makna bahwa Nabi Muhammad seorang yang dapat memberikan ketenangan, ketentraman serta kebahagiaan. Dan yang terakhir adalah bait keempat mempunyai makna bukti iman dan kecintaan  kepada Nabi Muhammad SAW.

Setelah selesai menyanyikan lagu / sholawat Machalul qiyam dilanjutkan dengan lagu / sholawat Sholatum bissalam.

Struktur pertunjukan yang keempat adalah lagu-lagu. Dalam urutan ke empat ini  Hadrah Al Mubarok membawakan dua lagu yaitu Asshubu Badda dan Ya Rasulullah ya Nabi.

Dilanjutkan kemudian lagu “Ya Rosulullah ya Nabi”. Pada tahap ke lima / terakhir dari  struktur pertunjukan adalah  penutup. Penutup biasanya dipimpin oleh pimpinan dari group Hadrah dengan berdoa agar kita diberi keselamatan dunia akhirat.

Berdasarkan pengamatan terhadap peertunjukan seni Hadrah ternyata jumlah pemainnya tiga belas orang.  Masing-masing orang tersebut mempunyai tugas sendiri-sendiri. Nila Septiani bertugas sebagai pembaca sholawat, Umi sebagai pembaca sholawat, Nisa sebagai pembaca sholawat, Maya sebagai pembaca sholawat .kemudian sebagai pemain musik ada  sembilan orang yaitu Rendy pemain musik sebagai pemukul gendang, Arief pemain musik sebagai pemukul terbang, Medy pemain musik memegang alat musik terbang, Noto memegang alat musik terbang, Bagus memainkan alat musik Jidor, Achmad memegang alat musik Bass jidor, Sukres sebagai pemukul keteplak, Udin memegang alat musik keteplak dan Indra memainkan alat musik tamborin.

Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan seni Hadrah Al Mubarok adalah: (1)  Kendang, (2) Terbang, (3) Jidor, (4) Bass Jidor, (5) Keteplak, dan (6) Tamborin. Ke enam alat musik tersebut akan dibicarakan satu persatu sebagai berikut.

Alat musik kendang dalam musik Hadrah adalah sebagai pengatur tempo. Seperti halnya dengan drum dalam musik modern yang mana drum juga sebagai pengatur tempo dalam lagu. Kendang ini ada dua macam besar dan kecil dengan  berukuran (1) kendang besar dengan lingkaran bawah 18cm, atas 25 cm, dan kedalaman 26 cm (2) kendang kecil dengan lingkaran bawah 28 cm, atas 24 cm, dan kedalaman 23 cm.

Alat musik terbang yang digunakan memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda dan ada juga yang sama. Terbang yang digunakan terdiri dari dua yaitu (1) terbang nikah’i dan (2) terbang ngana’i. Adapun kedua terbang tersebut akan dibicarakan sebagai berikut: (1) terbang nikah’i: ukuran terbang nikah’i diameter bagian atas adalah 30 cm, bagian bawah 25 cm kemudian tebalnya 9 cm.         

Penampang terbang disebut bingkai terbuat dari kayu jati dan pada bingkai tersebut terdapat tiga pasang simbal kecil (kencer)  dari kaleng atau kuningan yang disisipkan satu sama lain dan diberi jarak sama yang berfungsi sebagai penyeimbang dari bunyi terbang juga sebagai variasi pada bunyi. Permukaan terbang lebar ditutupi dengan kulit kambing atau kulit kerbau. Bagian tepi terbang diberi bingkai pengikat dan dipaku. Untuk memainkan terbang ini caranya terbang dipegang tangan kiri pada pinggiran kayu seperti memegang terbang pada umumnya.  

Alat musik Jidor adalah alat perkusi yang cara memainkannya dengan dipukul dengan menggunakan ujung jari. Ukuran jidor untuk lingkaran bawah 20 cm, atas 40 cm dan ketebalan 25 cm. Suara yang keluar dari jidor berbunyi “duk”.

Bass jidor sama dengan jidor. Cara memainkannya juga sama dengan jidor, dipukul dengan menggunakan ujung jari. Ukuran bass jidor untuk lingkaran bawah 25 cm, atas 49 cm dengan ketebalan 27 cm. Suara yang keluar lebih besar atau lebih mendengung seperti contohnya berbunyi “duur”.

Alat musik keteplak bersuara “tak”. Suaranya mirip dengan terbang namun lebih keras. Keteplak ada dua macam, keteplak besar dan keteplak kecil.(1) keteplak besar  dengan lingkaran mempunyai ukuran lingkaran bawah 18 cm, atas 25 cm, dan ketebalan 26cm. (2) keteplak kecil ukuran lingkaran bawah 28 cm, atas 24 cm, dan ketebalan 23 cm.

Alat musik tamborin dalam Hadrah penggunaannya sama dengan cymbal dalam musik modern. Dengan ukuran lingkaran bawah 25 cm, atas 25 cm dan ketebalan 5,5 cm. 

Pada pertunjukan Hadrah penonton  pada umumnya wanita, karena wanita sangat menyukai seni Hadrah. Mereka tertarik karena lagu-lagu dari Hadrah tersebut bernuansa religi. Hadrah  merupakan nyanyian yang memuji akan kebesaran Allah dan Nabinya. Hadrah juga merupakan kumpulan nyanyian yang diselingi dengan doa.

Meskipun penonton pertunjukan Hadrah banyak wanita yang sudah berkeluarga, namun ada juga remaja yang ikut datang untuk menyaksikan pertunjukan ini. Mereka datang bersama-sama dengan  temannya.

Penonton Hadrah Al Mubarok ini kebanyakan wanita yang sudah berkeluarga. Tujuan mereka datang yang pertama adalah  ingin melihat pertunjukan Hadrah, karena memang suatu hiburan bagi mereka. Apalagi lagu-lagu dari Hadrah tersebut mengandung nilai religi. Masyarakat Pandaan begitu menyukai musik Hadrah karena memang latar belakang mereka mayoritas dari pondok-pondok.

Seni musik Hadrah pada umumnya terdapat di pedesaan yang berbasis masyarakat santri. Masyarakat pedesaan pada umumnya sangat haus akan hiburan. Seni Hadrah merupakan salah satu jenis kesenian yang sangat digemari

masyarakat Pandaan, karena seni Hadrah bernuansa Islami sesuai dengan agama mereka. Penonton  seni Hadrah  mayoritas dari golongan menengah kebawah. Salah satunya mereka menonton karena mereka butuh hiburan.

Lagu-lagu Hadrah yang berisikan sholawat sangat menyentuh perasaan masyarakat. Hal tersebut sesuai  dengan pendapat Musyrifah warga Klangkung bahwa “ Saya sangat tertarik kepada seni Hadrah karena seni Hadrah tersebut banyak berisikan nyanyian yang bernuansa religi. Hal senada juga juga disampaikan oleh Evy seorang remaja yang mengatakan “Saya menyenangi musik Hadrah pertama karena saya memang sekolah di Madrasah Aliyah sehingga apabila saya mendengarkan lagu-lagu dari musik Hadrah tidak jauh beda dengan apa yang saya pelajari di sekolah, dan yang kedua karena merupakan hiburan bagi saya untuk melihat pertunjukan Hadrah”

Seni Hadrah merupakan sebuah pertunjukan yang mempunyai fungsi sebagai sarana pendidikan maupun sarana religius. Pertunjukan Hadrah tidak hanya sebagai hiburan namun juga sebagai alat penyebaran agama Islam yang menyebarkan ajaran keagamaan.

Seni Hadrah sebagai kesenian  yang berbentuk folklor, merupakan seni tradisional dengan alam budaya masyarakat setempat. Salah satu fungsi dari Hadrah adalah sebagai media dakwah. Lewat syair-syair yang terkandung di dalamnya yang berupa sholawat Nabi Muhammad SAW, diharapkan dapat mengambil manfaatnya yaitu dengan berbuat baik terhadap sesama  dan semuanya itu akan mendapat pahala dari Allah SWT. Kesenian Hadrah bukan hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan-pesan tertentu pada masyarakat melalui ajaran tentang kehidupan dan ajaran agama.

Masyarakat Pandaan yang mayoritas beragama Islam sangat senang akan kehadiran Hadrah Al Mubarok ini. Disamping sebagai hiburan bagi mereka juga sebagai penyebar pelajaran agama Islam. Sebagai media dakwah seni Hadrah ini mengandung syair-syair berupa sholawat Nabi. Syair-syair tersebut merupakan pendidikan agama bagi manusia untuk mencapai Tuhan dan akhirat dan dalam syair Hadrah tidak terpisahkan dari kreasi berwirid, dzikir, munajat dan doa. Dalam syair lagu Hadrah terdapat anjuran bahwa kita harus selalu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari jalan yang sesat.

Sebagian besar penyebab kegelisahan dan kelemahan jiwa adalah ketidakmampuan kita mejadikan Allah sebagai sumber kekuatan. Rasa kebergantungan kita kepada Allah hilang atau melemah. Maka dari itu mengimani keberadaan Allah, baik sifat maupun perbuatan-Nya adalah suatu keharusan dalam benak manusia.

Tanpa pertolongan dan petunjuk-Nya, niscaya kita tidak akan dapat lepas dari cengkeraman dan genggaman hawa nafsu, sehingga hidup kita menjadi sesat.  Manusia selalu memperoleh bisikan untuk melakukan jalan yang sesat namun semua itu dapat berubah apabila senantiasa menuruti perintah / petunjuk  yang diberikan Allah SWT. Musik Hadrah syair-syairnya mengandung unsur keagamaan.

Dalam syair Ya Badrotim dimana terdapat petunjuk bahwa  kita senantiasa mendapat rahmat dan limpahan dari Allah sepanjang masa, baik itu pagi maupun petang. Maka kita sebagai manusia harus menurut perintahnya dan menjauhi larangannya. 

               Kita sadar akan pentingnya pertolongan dan perlindungan Allah agar mendapatkan keselamatan di dunia, keselamatan di akhirat dan dijauhkan dari siksa neraka. Allah memberi petunjuk berisikan sinar terang kenikmatan dan keutamaan. Manusia di dunia tidak akan pernah bersih dari dosa dan kesalahan maka dari itu kita harus memohon ampun kepada Allah dari segala dosa yang dilakukan dan Allah akan memberi petunjuk sinar terang bagi yang melakukannya sebagaimana yang tercantum dalam syair “Ya Badrotin” tersebut.

Melalui sarana dakwah , Hadrah Al Mubarok juga menampilkan pertunjukan dalam acara (1) Istighozah, menurut Mashuri  acara Istighozah ini dilaksanakan satu kali selama tahun 2011 ini di desa Sumber Gedang, (2) Pengajian umum, selama tahun 2011 telah  melaksanakan pertunjukan pengajian umum sebanyak 2  kali yaitu  di desa Kemiri dan di Purwodadi, (3) Maulud Nabi, dilaksanakan satu kali selama  tahun 2011 di desa Patebon.

Seni Hadrah Al Mubarok berfungsi sebagai media dakwah juga dapat dilihat dalam pementasan sebagai berikut.

Pertunjukan Hadrah Al Mubarok selama tahun 2011 mulai bulan Januari hingga bulan Juli telah melaksanakan pertunjukan sebanyak 2 kali dalam rangka pengajian umum.

Hadrah Al Mubarok selama tahun 2011 telah melaksanakan pertunjukan Maulud Nabi selama satu kali yaitu pada acara kelahiran Nabi. Pertunjukan Maulud Nabi ini diadakan di Patebon. Pada pertunjukan Maulud Nabi ini dimulai dengan lagu Darbu kemudian yang kedua adalah Maqom yang artinya berdiri. Semua pemain hadrah menyanyikan sholawat dengan berdiri. Sedangkan lagu yang ke tiga adalah Sholatun Bisalamin. Pada urutan yang ke empat yaitu lagu Asshubhu bada. Untuk urutan yang terakhir lagu yang dibawakan adalah Ya Rasulullah Ya Nabi.

Fungsi lainnya dari Hadrah adalah sebagai alat hiburan. Pada perkembangannya musik Hadrah tidak hanya dipentaskan pada acara pengajian (upacara keagamaan) dan upacara adat tetapi sekarang dapat dipentaskan pada acara pernikahan, khitanan, juga festival-festival Hadrah dengan arti lain Hadrah sudah berfungsi sebagai hiburan. Seni Hadrah sebagai sebuah kesenian bentuk folklor, merupakan seni tradisional dengan alam budaya masyarakat setempat. Sebagai sebuah permainan dan pertunjukan rakyat, merupakan sebuah hiburan.

 Adapun pementasan Hadral Al Mubarok fungsi hiburan adalah sebagai berikut: Hadrah Al Mubarok selama ini telah melaksanakan pentas 9 kali dalam rangka pesta perkawinan.

Sebagai sarana pendidikan  pada Hadrah terlihat dari keseluruhan syair-syair yang terkandung didalamnya.

Hal ini dapat diperpendek dengan kesimpulan

Pertama, Struktur pertunjukan Hadrah Al Mubarok di dusun Klangkung desa Nogosari kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan ini dibagi menjadi lima bagian, yaitu (1)  Dimulai dengan membaca surat Al-Fatihah. Di dalam pembukaan pada pertunjukan Hadrah terdapat bacaan Al-Fatihah diharapkan para pemain senantiasa mendapat pertolongan dan ridlo dari Allah SWT. (2) Sholawat Nabi yang dinyanyikan sebanyak dua kali dengan lagu berjudul Ya Robbi dan Darbu. (3) Maqom artinya berdiri yaitu penyanyi melantunkan lagu/sholawat dengan posisi berdiri, karena cara ini adalah untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. Dalam maqom musik Hadrah membawakan dua buah lagu yang berjudul Machalul Qiyam dan Sholatum bissalam. Kemudian  lagu-lagu. (4) Dalam urutan keempat ini Hadrah Al Mubarok juga membawakan dua buah lagu yaitu Asshubu Badda dan Ya Rosulullah ya Nabi. Dan (5) Penutup ini biasanya dipimpin oleh pimpinan group Hadrah dengan berdoa. Dengan  berdoa agar kita diberi keselamatan baik keselamatan di dunia maupun keselamatan di akhirat.

Kedua, fungsi seni Hadrah Al Mubarok bagi masyarakat adalah  sebagai media dakwah yaitu melalui syair-syair yang terkandung di dalamnya yang berupa sholawat Nabi Muhammad SAW, dan diharapkan dari pertunjukan Hadrah dapat diambil manfaatnya yaitu dengan berbuat baik terhadap sesama  dan semuanya itu akan mendapat pahala dari Allah SWT. Seni Hadrah sebagai hiburan adalah pertunjukan untuk menghibur masyarakat. Fungsi tersebut dapat dilihat dari pertunjukan Hadrah untuk acara pernikahan, khitanan, walimatul urus dan acara musyawarah salah satu partai politik. Fungsi seni Hadrah juga sebagai sarana pendidikan yang dapat dikaji melalui syair-syair lagu yang dibawakannya.

Ketiga, nilai-nilai yang ada`pada seni Hadrah Al Mubarok mencakup nilai religius dan nilai moral. Seni Hadrah Al Mubarok mengandung nilai religi dalam syairnya berfungsi sebagai pranata-pranata. Nilai religi tersebut tampak pada syair lagunya. Sedangkan nilai moral juga terdapat dalam syair lagu Hadrah yang  membuat pemain menjadi sopan tampak dalam perilaku sehari-hari serta tata cara berbusanapun juga sopan, selalu melakukan perbuatan yang baik, sikap yang baik dan berbudi luhur.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG REZDY TOFAN BHASKARA

Berpikirlah sederhana maka kau akan menemukan sesuatu yang luar biasa. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas