Kopi Indonesia Makin Digilai Pasar Dunia

 Kopi Indonesia Makin Digilai Pasar Dunia

Keterangan Gambar Utama ©thedailystar.net

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Banyaknya variasi kopi dari Sabang hingga Merauke membuat pegiat kopi Indonesia tak henti – hentinya melakukan promosi. Selain kualitasnya yang sangat baik, pasar kopi dunia pun sangat menggemari kopi – kopi tanah air. Hal ini terbukti dari data Kementerian Perdagangan RI yang menyebutkan bahwa realisasi ekspor kopi hingga September 2016 mencapai 650,2 juta dollar Amerika atau setara dengan 8,7 triliun rupiah. Tingginya nilai ekspor tersebut akhirnya menempatkan indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-empat di seluruh dunia.

Di Indonesia kopi bukanlah hanya sekedar minuman biasa, namun telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian masyarakat yang sudah mengakar sejak zaman dahulu kala. Merri Mariyati, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdgangan mengatakan bahwa Indonesia memiliki 16 indikasi geografis dari ujung barat hingga timur dengan masing – masing daerah memiliki ciri khas kopi tersendiri. “itu membuat kopi Indonesia menjadi unik,” katanya seperti dilansir dari laman cnnindonesia.com

Salah satu cara untuk mempromosikan kopi indonesia ke mata dunia dilakukan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) dengan menggelar pameran kopi internasional bertajuk SCAI Expo 2016 di Sanur, Bali, Jumat 2 Desember 2016 lalu. A. Syafrudin, ketua SCAI menyatakan bahwa banyaknya variasi kopi di Indonesia membuat kita harus terus mengenalkan kopi – kopi tersebut ehingga bisa dikenal dunia dan nilai ekspornya makin meningkat. Dengan adanya acara ini, diharapkan bahwa pasar dunia makin mengenal keberagaman dan kekayaan varietas kopi di Indonesia.

“Gaya hidup ini sudah merata dan menjadikan kami mengemban tugas untuk mengawal keberadaan dan kualitas kopi mulai dari lokal, nasional, hingga internasional,” jelas Syafrudin. Selain acara pameran internasional tersebut, SCAI juga menggelar berbagai acara edukasi kopi dengan tujuan untuk meningkatkan industri perkopian yang dikerjakan secara berkelanjutan. Acara – acara ini didukung penuh oleh pemerintah, dengan melihat perkembangan ekspor kopi indonesia yang juga ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa.

Pada tahun 2015 silam, ekspor produksi kopi indonesia mencapai 1,19 miliar dollar Amerika, melesat jauh lebih tinggi dari nilai ekspor pada tahun sebelumnya. Selama kurun waktu 2011 – 2015 ekonomi ekspor kopi tumbuh positif yang mencapai 1,05 persen per tahun. Peningkatan yang cukup signifikan ini menjadi pertanda baik bahwa dengan kualitas dan minat pasar yang cukup bagus,Indonesia mampu bersaing di pasar kopi dunia secara unggul.


Sumber :cnnindonesia.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang15%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau23%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Lubuk Larangan, Warisan Budaya untuk Alam Sebelummnya

Lubuk Larangan, Warisan Budaya untuk Alam

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Thomas Benmetan
@thomasbenmetan

Thomas Benmetan

http://benmetan.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.