Lupa Sandi?

Perang Harga Uber, Grab & Taxi di Indonesia

andrew prasatya
andrew prasatya
0 Komentar
Perang Harga Uber, Grab & Taxi di Indonesia

Taruhannya sangat besar bagi pendatang baru yang ingin masuk ke pasar transportasi online di Asia Tenggara. 2 kompetitor raksasa yaitu Grab dan Uber bertarung untuk menguasai pangsa pasar, yang diperkirakan akan bertumbuh sebesar 13 Miliar Dollar AS pada tahun 2025.


Grab, dengan pengalaman selama kurang lebih 4 tahun di pasar Asia Tenggara telah diback up dana sebesar 750 juta Dollar AS dari Softbank, pada September tahun 2016. Disisi lain, UBER yang telah meninggalkan Cina dan menjual perusahaan mereka ke Didi pada Agustus 2016, saat ini fokus pada pasar Asia Tenggara dengan cara menambah sumber daya sebanyak dua kali lipat dan meningkatkan teknologi yang mereka miliki. Dengan begini, kompetisi transportasi online di Asia Tenggara akan semakin panas.

Research ini kami lakukan untuk mengindentifikasi dan membandingkan mode transportasi termurah antara 2 aplikasi transportasi paling terkenal dengan taxi konvensional di masing-masing negara Asia Tenggara. Research ini menunjukan bahwa Grab, Uber maupun Taxi konvensional memiliki komponen harga yang berbeda dan harga yang juga berbeda.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Baca Juga

Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makasar dan Bali kondisi jalanan akan padat pada jam pergi dan pulang kerja. Rata-rata masyarakat menghabiskan 1-3 jam di jalanan.

Mengambil contoh salah satu kota besar dengan pengguna UBER, GRAB dan Taxi terbesar yaitu Jakarta, perjalanan dekat dari Kuningan, Jakarta Selatan ke Budaran HI, Jakarta pusat dengan waktu 15-20 menit, dan jarak kurang lebih 5 Km akan lebih murah jika ditempuh menggunakan UBER Rp 20.200, dibandingkan Grab Rp.25.000 atau Taxi konvensional Rp 31.000.

Untuk perjalanan lebih jauh seperti dari Kemang, Jakarta Selatan ke pelabuhan Sunda Kelapa dengan waktu 1 jam dan jarak kurang lebih 20 Km tetap lebih murah jika menggunakan UBER Rp 62.215, dibandingkan Grab Rp 73.035 ataupun Taxi konvensional Rp 94.675

Kondisi jalanan seperti ini mendorong masyarakat untuk memilih mode transportasi yang paling murah, paling cepat dan paling mudah untuk didapatkan. Setidaknya saat ini ada 3 pilihan transpotasi utama yang dapat dipilih, Taxi konvensional atau tranportasi online seperti Uber dan Grab.

Walaupun terjadi perdebatan dari sisi regulasi dengan pemerintah dan juga pengendara taxi konvensional, pelanggan akan tetap menjadi raja. Masyarakat Indonesia akan memilih transportasi yang memiliki pelayanan terbaik dan harga termurah. Apakah Taxi konvensional lama-kelamaan akan hilang karena kalah bersaing dengan Grab dan Uber? Atau tetap memiliki tempat di hati masyarakat?.

Studi infografik ini memaparkan data di IndonesiaMalaysiaSingapuraThailandVietnam dan Filipina

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ANDREW PRASATYA

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas