Lupa Sandi?

Bukit Kelam: Bukti Jejak Meteor di Indonesia

Fairuz Rana Ulfah
Fairuz Rana Ulfah
0 Komentar
Bukit Kelam: Bukti Jejak Meteor di Indonesia

Pulau Kalimantan, pulau terbesar di Indonesia ini memang dikaruniai keindahan alam eksotis disetiap sudutnya. Alam Kalimantan tak hanya kaya dengan sumber daya alam seperti batu bara, tapi juga kekayaan akan objek wisata alam. Salah satunya adalah Bukit Kelam atau juga dikenal dunia dengan nama Black Rock. Terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Bukit Kelam memiliki tinggi 900 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 15-40 derajat.

Perjalanan menuju Bukit Kalam. Sumber: panoramio.com
Perjalanan menuju Bukit Kalam. Sumber: panoramio.com

Banyak cerita muncul untuk menjelaskan asal-usul batu raksasa ini. Salah satunya yang paling terkenal adalah legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Berdasarkan cerita rakyat, Bujang Beji adalah penguasa sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai adalah penguasa Sungai Malawi.

Bermula dari rasa iri yang muncul karena Tumenggung Marubai mendapatkan ikan lebih banyak, Bujang Beji berusaha untuk menutup aliran sungan Melawi dengan batu. Untuk mengambil batu dari puncak bukit, Bujang Beji berenang sampai ke hulu Sungai Kapuas. Namun dalam perjalanan membawa batu, Bujang Beji mendengar suara tawa Dewi Surgawi . Ia pun mengangkat kepalanya untuk mencari sumber suara tersebut dan tidak sengaja menginjak duri. Akibatnya batu yang dibawa Bujang Beji jatuh dan lama-kelamaan tumbnuh menjadi batu gelap yang sekarang dikenal dengan nama Batu Kelam.

Selain cerita rakyat tersebut, ada juga teori yang mengatakan bongkahan batu raksasa tersebut adalah meteor yang jatuh ke bumi. Dugaan ini menyita perhatian peneliti dunia misalnya dari peneliti dari Perancis dan Jerman. Hasil penelitian memang menunjukkan Bukit Kelam memang meteor yang jatuh di masa silam. Temuan ini didukung dengan unsur batu pembentuk Bukit Kelam sama dengan unsur bebatuan meteor. Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya batu serupa yang ditemukan di sekitar Bukit Kelam yang diduga sebagai pecahan meteor.

Baca Juga
Jalur Pendakian lewat tangga bagian barat Bukit Kelam, Sumber:colouringindonesia.com
Jalur pendakian lewat tangga bagian barat Bukit Kelam, Sumber:colouringindonesia.com

Jika berkunjung ke objek wisata ini, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Kita bisa mencoba tracking ke puncak bukit kelam yang membutuhkan waktu sekitar empat jam bagi pendaki pemula. Tapi bagi masyarakat sekitar atau petugas Taman Wisata Bukit Kelam hanya butuh waktu dua jam untuk mencapai puncak. Jangan khawatir dengan jalur untuk mendaki karena pengelola sudah memasang tangga di bagian barat bukit untuk membantu pengunjung menuju puncak bukit. Atau jika memiliki hobi panjat tebing, kita bisa mencoba panjat tebing yang berdiri tegak hampir 90 derajat di sebelah selatan.

Selama pendakian berlangsung, kita akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang asri, karena meskipun bukit terbentuk dari bongkahan batu namun pepohonan masih bisa tumbuh di sepanjang lereng bukit. Bahkan kita akan menemukan beberapa pepohonan yang hampir punah seperti pohon Belian dan pohon Bengkirai, serta berbagai satwa dan fauna menarik. Suhu udara di Bukit Kelam juga masih tergolong nyaman, masih berada disekitaran 20 derajat celsius. Setibanya di puncak, kita akan menemukan gua-gua alam yang eksotis. Gua-gua ini juga merupakan rumah dan sarang burung wallet.

Keindahan dan keunikan Bukit Kelam ini menarik wisatawan baik lokal hingga mancanegara. Tak heran karena Bukit Kelam juga termasuk dalam 14 batu Monolith terbesar di dunia bersanding dengan Stone Mountain (Atlanta), Stawamus Chief (Kanada), El Penon de Guatape (Kolombia), Pena de Bernal (Meksiko), Rock of Gibraltar (Inggris), El Capitan (Amerika Serikat), Torres del Paine (Chile), Ben Amera (Australia), Devils Tower (Amerika Serikat), Sigiriya (Sri Lanka), Sugarloaf Mountain (Brazil), Zuma Rock (Nigeria), dan Uluru/Ayers Rock (Australia).

Untuk berkunjung ke Bukit Kelam sebenarnya cukup mudah. Kita bisa menempuh jalur udara dengan penerbangan selama 45 menit dari Kota Pontianak ke Kota Sintang. Namun jika ingin merasakan alam Kalimantan, kita bisa menempuh jalur darat dengan waktu tempuh 12 jam menggunakan mobil. Setiba di Kota Sintang, kita bisa melanjutkan ke Bukit Kelam dengan menggunakan motor atau mobil dengan jarak hanya 18 km saja.


Sumber :

touropia.com

piknikdong.com

travel.kompas.com

telusurindonesia.com

Pilih BanggaBangga30%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau53%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FAIRUZ RANA ULFAH

Penikmat alam, kopi, sastra. Sedang tertarik dengan isu-isu kelas, gender, lingkungan. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie