Tak Cuma Mandau, Senjata Khas Suku Dayak ini Tak Kalah Pamungkas

 Tak Cuma Mandau, Senjata Khas Suku Dayak ini Tak Kalah Pamungkas

Keterangan Gambar Utama ©nationalgeographic.co.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Suku Dayak sangat terkenal dengan senjata khasnya, yaitu Mandau. Pusaka turun temurun yang juga dianggap sebagai barang keramat ini erat sekali dengan kehidupan masyarakat Dayak, baik dalam kehidupan sehari – hari maupun pada saat – saat genting seperti peperangan. Berbicara tentang perang, Mandau bukan saja satu – satunya senjata perang andalan masyarakat Dayak. Sebuah senjata tradisional yang terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang satu hingga tiga meter, benda ini menjadi pamungkas Suku Dayak ketika berperang. Konon, pada zaman dahulu ketika masa penjajahan, pasukan tentara Belanda sempat kelimpungan menghadapi perlawanan Suku Dayak. Menyerang dengan Sumpit, masyarakat Dayak sukses membuat pasukan Belanda kocar – kacir.

Kematian yang sangat cepat karena sumpit disebabkan oleh racun yang digunakan pada anak sumpit. Masyarakat Dayak menggunakan berbagai getah pohon hingga bisa ular maupun kalajengking untuk dibubuhkan pada anak sumpit menjadi racun yang berbahaya. Seseorang yang terkena sumpit akan tewas dalam waktu kurang dari lima menit. Entah terkena pada bagian tubuh manapun, efek yang ditimbulkan oleh sumpit pun tetap sama. Itulah mengapa senjata ini bisa dikatakan sebagai sesuatu yang cukup menakutkan.

(sumber : tempo.co)
(sumber : tempo.co)

Berbicara tentang keistimewaan senjata yang satu ini, ada hal yang perlu dipahami bahwa pembuatan sumpit bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara sembarangan. Ketelitian dan insting sang pembuat menjadi hal yang sangat fundamental dalam proses pembuatan senjata ini. Karena itu, hanya orang – orang tertentu di Suku Dayak yang bisa membuat senjata ini, yakni mereka yang memiliki keahlian khusus. Prosesnya pun memakan waktu yang lama.

Selain itu, pembuatan sumpit pun harus menyesuaikan dengan siapa yang akan menjadi pengguna sumpit itu nanti. Panjang sumpit haruslah sama dengan tinggi badan sang pemegang, sebab akan memengaruhi tekanan udara yang dilakukan ketika seseorang meniup sumpit untuk diarahkan ke sasaran.

Pula, sumpit memiliki beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar. Bagi masyarakat Suku Dayak, sumpit tidak boleh digunakan untuk membunuh sesama Suku Dayak, namun hanya boleh digunakan untuk berburu. Sebagai senjata, sumpit tidak boleh dipotong atau pun diinjak. Jika hal tersebut dilanggar maka konsekuensinya adalah hukuman adat.

(sumber : kidnesia.com)
(sumber : kidnesia.com)

Saat ini, sumpit bukan lagi senjata yang digunakan untuk berperang, namun eksistensinya masih tetap terjaga sebagai sebuah mahakarya. Sumpit masih kerap digunakan sebagai ajang olahraga daerah dan cukup masuk hitungan dalam pertandingan di beberapa daerah.


Sumber : kompas.com melayuonline.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ini Daerah Wisata Terbaik Penilaian Kemenpar, Adakah Daerahmu? Sebelummnya

Ini Daerah Wisata Terbaik Penilaian Kemenpar, Adakah Daerahmu?

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta Selanjutnya

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta

Thomas Benmetan
@thomasbenmetan

Thomas Benmetan

http://benmetan.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.