Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Lagi, Wakil Indonesia Juara Overclock Tingkat Dunia di Tiongkok

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Lagi, Wakil Indonesia Juara Overclock Tingkat Dunia di Tiongkok
Foto saat Alva Jonathan memenangkan GOC 2016 © jagatreview.com

Lagi-lagi, Overcloker yang mewakili Indonesia di ajang Overclock tingkat dunia Galax Overclocking Carnival 2016 di Wuhan, China menjadi juara pertama. Kemenangan yang diraih oleh Alva Jonathan ini adalah peningkatan dari kemenangan tahun lalu yang hanya mencapai juara 3 di ajang yang sama. Satu-satunya wakil dari asia yang tekenal dengan nama panggilan "Lucky_n00b" itu menjadi juara dunia setelah mengalahkan 11 overclocker ternama lainnya.

Sebagaimana diberitakan KompasTekno, GOC yang merupakan kompetisi overclock tahunan yang diadakan di Tiongkok menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia tidak dapat dipandang remeh dalam bidang Informatika khususnya dalam hal optimalisasi perangkat keras.

"Senang bisa kembali membuktikan bahwa di bidang IT, Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata," kata Alva pada KompasTekno.

Kemenangan Alva diperoleh berkat keunggulan nilai pada empat alat ukur yang dipertandingkan, yaitu 3DMark 11 Physics, Geekbench 3, 3DMark Time Spy, dan 3DMark Fire Strike Ex. Hasilnya, Alva mendapatkan skor total sebesar 184 poin, unggul 2 poin dari overclocker asal Afrika Selatan (182 poin) bernama panggil "Vivi" dan unggul 10 poin dari overcloker asal Jerman bernama panggil "Dancop" di posisi ketiga.

Baca Juga

Berkat kemenangan ini, pria yang kabarnya telah menggeluti dunia overclocking sejak SMP itu berhak membawa pulang hadiah uang senilai 30.000 yuan atau sekitar 57 juta rupiah.

Pada kompetisi kali ini, Alva mengaku sempat merasa gugup karena persiapan yang dilakukannya tidak ideal. Selain itu, Alva merasa para pesaingnya juga memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari kompetisi-kompetisi sebelumnya. Sebab para finalis GOC 2016 merupakan overclocker tingkat dunia yang mayoritas datang dari Eropa dan Amerika. Sehingga Alva menganggap persaingannya akan sangat ketat.

Di kompetisi itu, setiap peserta diminta untuk melakukan overclock pada kartu grafis Nvidia GTX 1060 Galax. Prestasi yang berhasil diraih oleh Alva dengan processor grafis tersebut adalah dirinya berhasil menaikkan kecepatan prosesnya hingga mencapai 3Ghz atau naik sekitar dua kali lipat dari pada kecepatan standar pabrikannya. Tentu saja hal ini menjadi rekor baru bagi salah satu kartu grafis andalan Nvidia tersebut.

Alva pun mengatakan bahwa jika dirinya mampu berprestasi di tingkat dunia, maka dirinya yakin overclocker lain asal Indonesia juga dapat mencapai tingkat yang sama seperti dirinya.

"Jika saya bisa melakukan ini, saya yakin semua overclocker muda Indonesia berpotensi mencatatkan prestasi yang sama, selama berdedikasi dan tidak cepat menyerah," ujar Alva.

Prestasi Alva Jonathan pada tahun ini membuatnya menjadi overclocker yang rutin mencatatkan prestasi di turnamen tahunan yang digelar oleh GALAX itu. Sebelumnya, Alva juga pernah menjadi juara 3 di GOC 2015 dan juara 3 di GOC 2014. Selain itu, bersama dengan OCer dari Korea Selatan dia juga berhasil menjadi juara 2 di GOC 2013.

Sumber : KompasTekno, Jagat Review OC

Pilih BanggaBangga91%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau9%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara