Lupa Sandi?

Dirikan Pusat Inovasi di Indonesia, Apple Investasi Rp 600 Miliar

Indah Gilang  Pusparani
Indah Gilang Pusparani
0 Komentar
Dirikan Pusat Inovasi di Indonesia, Apple Investasi Rp 600 Miliar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat, yaitu Apple, akan membangun pusat inovasi di Indonesia.

Nilai investasi yang ditanamkan Apple untuk membangun tiga pusat riset (innovation center) di Indonesia hampir 600 Milliar (44 juta USD).

irlangga menambahkan, ada empat kota yang sedang dipertimbangkan oleh Apple untuk dibangun pusat-pusat riset di Indonesia. "Bisa dipilih oleh mereka sendiri, dari empat pilihan kota tadi," ujar Airlangga.

Adapun keempat kota tersebut yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang. "Malang juga salah satu potensi. Nah, ini baik karena kita tidak hanya berbasis software, tetapi juga hardware," ujarnya.

Menurut Airlangga, perkembangan industri nasional untuk sektor teknologi informasi sudah menunjukkan kinerja yang positif. Menperin meyakini bahwa masuknya Apple di Indonesia akan meningkatkan pengembangan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Indonesianisme Sumit 2016 di Grand Sahid Jaya, Jakarta. Sumber: Kompas
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Indonesianisme Sumit 2016 di Grand Sahid Jaya, Jakarta. Sumber: Kompas

"Karena ke depan harus didorong ekonomi digital," tegasnya.

Pusat inovasi Apple bertujuan untuk terus menciptakan teknologi digital terbaru, termasuk dalam pengembangan aplikasi yang dapat digunakan pada gawai yang mereka produksi. Airlangga menilai, upaya Apple tersebut karena melihat potensi pasar yang cukup besar di Indonesia.

"Apalagi negara kita terbesar dengan jumlah penduduk terbanyak di ASEAN," ungkapnya.

Berdasarkan data Kemenperin pada tahun 2014, importasi telepon seluler di Indonesia mencapai 57,7 juta unit, komputer genggam (handheld) mencapai 59.000 unit, dan komputer tablet mencapai 5,7 juta unit.

Pada tahun 2015, importasi produk-produk tersebut menurun karena mulai tergantikan oleh produk hasil perakitan di dalam negeri, dengan importasi telepon seluler sebesar 33 juta unit, komputer genggam (handheld) sebesar 18.000 unit, dan komputer tablet sebesar 4 juta unit.

Saat ini telah berdiri sebanyak 17 manufaktur dalam negeri yang mampu merakit produk telepon seluler, komputer genggam (handheld), dan komputer tablet.


Sumber : Bisnis Keuangan

Pilih BanggaBangga29%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli43%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG INDAH GILANG PUSPARANI

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of In ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas