Perhatian terhadap substitusi kebutuhan impor alat utama sistem pertahanan (alutsista) Republik Indonesia terus ditingkatkan. Salah satu upayanya adalah dengam membangun pabrik bahan bakar rudal dan roket atau propelan di Subang, Jawa Barat. Pabrik yang dibangun oleh BUMN produsen bahan peledak dan senjata RI, PT Dahana (Persero) tersebut diklaim merupakan yang terbesar dan pertama di Asia.

Sebagaimana diberitakan Jawapos.com, dalam komplek pabrik yang dinamakan Energetic Material Center (EMC) tersebut PT Dahana juga melakukan pembangunan pabrik pendukung propelan, yakni pabrik NG (Nitro Gliserin) dan NC (Nitro Cellulose). Kedua bahan tersebut merupakan bahan bakar utama yang digunakan dalam roket dan rudal.

Senior Manager Pengelola Aset PT Dahana, Andri Pugiantoro menjelaskan, "Propelan sendiri terdiri dari senyawa fuel, oksidator, dan adiktif. Proses pengayaan senyawa tersebut menghasilkan propelan base, dengan fuel, dan oksidator, yang terpadu dalam satu senyawa kimia, seperti nitroselulosa, nitrogliserin dan nitroguaridin, yang menjadi bahan baku rudal dan roket."

Sedangkan pabrik propelan yang bangun oleh PT Dahana sedang dikerjakan di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pabrik ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 3 tahun dan akan mampu memproduksi 800 ton propelan per tahunnya.

Andri juga mengungkapkan bahwa pabrik ini adalah yang pertama di Asia dan akan menjadi solusi bagi kebutuhan propelan rudal dan roket di Indonesia. Sebab selama ini Indonesia selalu melakukan impor propelan dari luar negeri. Pabrik ini diproyeksikan akan mampu mendatangkan devisa bagi negara dan merupakan bentuk dari sinergisitas BUMN yang bergerak dibidang pertahanan seperti PT DI, PT PINDAD, PT Inti, PT Inuki, dan PT LEN.

Sumber : Jawapos.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu