Surprise! Bandara di Indonesia ini Dinobatkan Paling Tepat Waktu se-Dunia

Surprise! Bandara di Indonesia ini Dinobatkan Paling Tepat Waktu se-Dunia

Airport illustration | CGarchitect - Professional 3D Architectural Visualization User Community | Airport Aerial View 3D Rendering

Selain kenyamanan dan keselamatan, faktor ketepatan waktu juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan penumpang sebelum memesan tiket penerbangan.

Dan di bulan pertama tahun 2017 ini, lembaga analisis perjalanan udara asal Inggris, OAG, merilis riset mengenai maskapai penerbangan dan bandara yang paling tepat waktu di dunia selama tahun 2016 yang bertajuk ‘OAG Punctuality League 2016’.

Hawaiian Airlines dinobatkan sebagai maskapai penerbangan paling tepat waktu, dengan tingkat ketepatan (on-time performance/OTP) sebesar 89,9 persen. Sementara itu, Bandara Birmingham di Inggris dinobatkan sebagai bandara paling tepat waktu, dengan OTP sebesar 91,28 persen.

Yang membanggakan, Bandara Internasional Juanda di Surabaya juga dinobatkan sebagai bandara paling tepat waktu, dalam kategori bandara besar, dengan OTP sebesar 90,30 persen.

Bandara Juanda Surabaya | Asambackpacker01's Blog - WordPress.com
Bandara Juanda Surabaya | Asambackpacker01's Blog - WordPress.com



Bandara Juanda juga disebut sebagai satu-satunya bandara besar dengan OTP di atas 90 persen di dunia.

Urutan berikutnya ditempati oleh Bandara Honolulu di Amerika Serikat (87,53%), Bandara Salt Lake City di Amerika Serikat (87,2%), Bandara Brasilia di Brasil (87,07%), dan Bandara Brisbane di Australia (86,71%).

Secara keseluruhan, Bandara Juanda menempati urutan ke-tiga di antara seluruh bandara yang paling tepat waktu di dunia.

 Newcastle Airport | Chronicle Live
Newcastle Airport | Chronicle Live



Urutan ke-dua ditempati oleh Bandara Newcastle di Inggris (90,94%). Baik Bandara Birmingham serta Bandara Newcastle merupakan bandara dalam kategori menengah dan kecil.

Tentu saja PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Juanda merasa bangga dengan pencapaian ini.

“Hasil riset ini menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja Bandara Juanda selama 2016 dan merupakan pengakuan komunitas internasional atas salah satu fokus kami terhadap OTP demi pelayanan pelanggan,” Direktur Utama Angkasa Pura I Danang S. Baskoro.

Brasilia Int'l Airport | copa2014.gov.br
Brasilia Int'l Airport | copa2014.gov.br



“Harapan kami, pengakuan ini dapat memotivasi bandara lainnya di Tanah Air dalam meningkatkan OTP-nya,” lanjut Danang.

OAG menyoroti betul kinerja Bandara Juanda dan bandara lainnya di dunia, karena hasil riset ini diolah berdasarkan sekitar 54 juta catatan penerbangan selama setahun tahun lalu.

Bandara Juanda Surabaya | infolamongan.com
Bandara Juanda Surabaya | infolamongan.com



‘OAG Punctuality League 2016’ juga dibagi dalam beberapa kategori, untuk bandara dikategorikan menjadi empat, yaitu bandara kecil (2,5-5 juta penumpang per tahun), bandara menengah (5-10 juta penumpang per tahun), bandara besar (10-20 juta penumpang per tahun), dan bandara utama (di atas 20 juta penumpang per tahun).

OAG mendefinisikan OTP sebagai penerbangan yang datang atau berangkat dalam jangka waktu 15 menit dari jadwal waktu kedatangan atau keberangkatan.

(Sumber : CNN Indonesia)

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tiga Diplomat Indonesia yang Mendapat Jabatan Tinggi di PBB Sebelummnya

Tiga Diplomat Indonesia yang Mendapat Jabatan Tinggi di PBB

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.