Lupa Sandi?

At Taqwa: Ikon Perjuangan Islam dari Indonesia untuk Taiwan

Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha
Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha
0 Komentar
At Taqwa: Ikon Perjuangan Islam dari Indonesia untuk Taiwan

Mengutip salah satu quote yang pernah saya tulis juga di website milik Jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS dalam rubrik Dunia Islam, berjudul Aroma Islam di Formosa,

"Menjadi minoritas di negeri sendiri saja susah, apalagi di negeri orang?"

Sepertinya memang nampak demikian jika kita melihatnya dari sudut pandang awam. Tapi sepertinya tak berlaku bagi para pejuang muslim asal Indonesia di negeri Formosa (baca: Taiwan). Sebagian besar dari mereka adalah Buruh Migran Indonesia (BMI) yang memiliki beragam latar belakang pekerjaan, dari mulai pekerja pabrik, tenaga medis, koki, sampai ada juga yang non BMI seperti mahasiswa. Saya menyebut mereka pejuang karena memang apa yang telah mereka lakukan untuk mempermudah urusan umat Muslim dalam beribadah di Taiwan sangatlah besar.

Masjid At Taqwa, Dayuan, Taoyuan County, Taiwan

Baca Juga

Perjuangan dalam mendirikan masjid At Taqwa tidaklah semulus dan semudah mendirikan masjid atau rumah ibadah di tanah air. Pasalnya perizinan dalam kepemilikan rumah ibadah diatur sangat ketat oleh pemerintah Taiwan, demi menjaga ketertiban dan kemudahan pendataan.

Keinginan untuk memiliki rumah ibadah itu digawangi oleh sepasang suami istri yang memiliki usaha warung makan (dikenal dengan warung bu Hasanah) di wilayah Dayuan. Jauh sebelum 9 Juni 2013, tanggal resmi berdirinya masjid At Taqwa, hal itu dipikirkan sebagai output dari pertimbangan tentang betapa jauhnya letak masjid terdekat dari area tersebut. Bayangkan saja, bagi para BMI laki-laki yang bekerja di wilayah tersebut harus menempuh perjalanan sekitar 19 kilometer untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat di masjid Longgang. Karena memang sebelum tahun 2013 hanya ada 6 masjid yang tersebar di berbagai wilayah Taiwan, maka pilihannya hanya masjid Longgang atau dua masjid lain yang letaknya di Taipei (kurang lebih 40 kilometer dari Taoyuan). Meskipun moda transportasi di Taiwan bukan menjadi masalah utama yang patut dipertimbangkan, akan tetapi waktu tempuh lah yang menjadi konsentrasi utamanya.

Singkat cerita dengan berbagai problematika yang dialaminya, masjid At Taqwa berhasil berdiri di atas tanah seluas 3,5 x 15 meter persegi (luas real area masjid) ditambah dengan beberapa meter persegi yang merupakan tanah sewaan. Tanah sewaan tersebut sampai sekarang masih menjadi list utama yang masuk dalam pengeluaran rutin oleh masjid At Taqwa setiap tahunnya. Mungkin anda sekalian berpendapat: "mengapa tidak dibeli saja sekalian?", mungkin di Indonesia hal itu bukanlah soal susah, karena pasti banyak bantuan yang akan mengalir. Akan tetapi di sini yang notabene Islam menjadi agama minoritas, kondisinya akan jauh berbeda. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan harga tanah di Taiwan yang relatif sangat tinggi, maka tanah tersebut masih dipertahankan dalam bentuk sewaan. "Yang penting kan masih bisa digunakan untuk menanggung jamaah kalau area utama penuh," ujar pak Yadi.

Pak Yadi sendiri bisa dibilang adalah salah satu pengurus masjid yang paling available. Saat ditemui, beliau sedikit menjelaskan tentang ketersediaan waktunya di masjid, "Saya lebih sering tidur di masjid sini dari pada di messWong paling juga beberapa menit saja jaraknya, daripada bolak-balik untuk sholat-pulang-sholat-pulang, ya mending di sini saja."

Penanda Taiwan Muslim Association yang menempel di dinding depan masjid At Taqwa, sebagai penunjuk bahwa masjid At Taqwa dinaungi secara resmi oleh satu lembaga yang diakui di Taiwan
Penanda Taiwan Muslim Association yang menempel di dinding depan masjid At Taqwa, sebagai penunjuk bahwa masjid At Taqwa dinaungi secara resmi oleh satu lembaga yang diakui di Taiwan

Pak Yadi adalah BMI asal Madiun (domisili keluarga sekarang di Banyuwangi) yang sudah menjalani hidupnya selama 9 tahun di Taiwan. Mantan pengurus Forum Silaturrahmi Muslim Indonesia di Taiwan (FOSMIT) ini juga mengungkapkan bahwa pendirian masjid At Taqwa adalah awal mula terbentuknya Taiwan Muslim Association (TMA). Memiliki sedikit kemiripan nama dengan Chinese Muslim Association (CMA), TMA memiliki cakupan yang lebih luas sebagai lembaga yang menaungi seluruh Muslim yang ada di Taiwan, tak hanya Chinese. "Jadi bisa dibilang pendirian masjid At-Taqwa ini ya menjadi pemantik untuk pergerakan dakwah Islam ke arah positif di Taiwan," ujar pak Yadi.

 #KotakAjaib

Sumber:

  1. Pengurus masjid At Taqwa, Dayuan, Taoyuan County, Taiwan
  2. Website JMMI ITS
  3. Wikipedia
  4. Google Maps

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau80%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RAHMANDHIKA FIRDAUZHA HARY HERNANDHA

Mahasiswa di National Central University, Taiwan. Mengambil bidang study Material (ilmu bahan) dan fokus pada Magnesium sebagai obyek riset sejak S1. Selain kuliah, hobi sampingan saya adalah membaca ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata