Lupa Sandi?

Inilah Primadona Baru di Dunia Keuangan Indonesia 2017

Renatha Agung Yoga Prasetya
Renatha Agung Yoga Prasetya
0 Komentar
Inilah Primadona Baru di Dunia Keuangan Indonesia 2017

Hingga saat ini, bank masih menjadi pilihan utama untuk melakukan transaksi keuangan bagi masyarakat Indonesia di semua kalangan. Demi memberikan layanan prima bagi nasabah, bank pun semakin memperluas fungsi dari bisnis saving-lendingnya termasuk juga memberikan berbagai jenis fasilitas jasa keuangan yang lain seperti mobile banking, net banking, layanan transfer, dan lain-lain. 

Namun persaingan di dunia keuangan akan semakin ketat kedepannya dengan maraknya start-up fintech di Indonesia yang menawarkan layanan jasa keuangan dengan lebih mudah bagi customernya. Bahkan diramalkan, fintech akan semakin berkibar di Indonesia pada tahun 2017 seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia atas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.  Data Tech in Asia Indonesia  juga menunjukkan bahwa fintech  adalah sektor bisnis dengan jumlah investasi terbanyak kedua di Indonesia pada tahun 2016 lalu, setelah e-commerce di urutan pertama.

Fintech (financial technology) sendiri merupakan platform digital yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan melalui gadget pribadi masing-masing. Hingga saat ini telah ada sekitar 142 perusahaan fintech lokal yang beroperasi di Indonesia. Mereka terbagi ke dalam empat kategori, yaitu Market Provisioning seperti CekAja dan Cermati; Deposit, Lending, and Capital Rising seperti UangTeman dan Investree; Investment and Risk Management seperti Bareksa dan Stockbit; serta Payment, Clearing, and Settlement seperti Midtrans dan Doku.

Semakin maraknya fintech membuat OJK turun tangan menerbitkan aturan-aturan untuk meregulasi start-up ini. Praktisi keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa fintech ini adalah keniscayaan, tidak bisa dihindari dan akan menjadi primadona di tahun 2017. Menurutnya fintech akan berkembang sangat pesat seiring semakin luasnya penggunaan internet dan layanan komunikasi lainnya. 

Baca Juga

Ditambahkan Pratama, teknologi yang akan mulai banyak digunakan pada 2017 adalah digital signature. Teknologi ini sebenarnya sudah banyak di pakai di luar negeri, utamanya untuk mempermudah melakukan agreement, baik antar swasta, maupun antar pemerintah. Ia berharap pemerintah bisa mengadopsi regulasi untuk mendukung Digital Signature dengan segera.

"Digital Signature ini secara langsung bisa mempercepat laju investasi di tanah air karena memotong banyak waktu dan anggaran. Perjanjian tidak lagi harus datang dan ditandatangani kedua pihak. Namun dengan teknologi ini masing-masing pihak bisa memastikan bahwa dokumen otentik dan bisa segera melakukan persetujuan," jelasnya.


Sumber :  detik.com   id.techinasia.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RENATHA AGUNG YOGA PRASETYA

Faith, Courage, Honesty, and Passion

... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata