Lupa Sandi?

Kirab Muharram, tradisi Jawa masyarakat Muslim Tenggilis Lama

Suad Qurrotul Aini
Suad Qurrotul Aini
0 Komentar
Kirab Muharram, tradisi Jawa masyarakat Muslim Tenggilis Lama

Tradisi masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki keberagaman yang sangat patut untuk dibanggakan. Dari sekian banyak daerah di Indonesia, masing-masing memiliki tradisi masing-masing yang bahkan lebih dari satu. Diantaranya yakni tradisi masyarakat Tenggilis Lama, salah satu kampung yang terletak di Kelurahan dan Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur.

Kirab Muharram dirayakan setiap tahunnya oleh warga Tenggilis Lama. Sesuai dengan namanya, Kirab ini dirayakan pada bulan Muharram tepatnya pada tanggal 1 atau yang dikenal dengan bulan Suro pada kalender Jawa. Bulan Muharram merupakan bulan pertama pada penanggalan Hijriyah. Pada bulan ini terdapat perayaan besar umat Islam, yaitu Tahun Baru Islam. Oleh karena itu, Kirab Muharram sengaja diadakan guna merayakan Tahun Baru Islam dengan tujuan bersyukur atas kenikmatan yang diberikan oleh Allah dan mengharapkan ampunan dosa atas apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Arak-arakan diikuti oleh beberapa diniyah yang berada di kampung Tenggilis Lama. Masing-masing diniyah mengikutsertakan beberapa santriwan dan santriwatinya berbaris mengikuti Kirab, ada yang menampilkan drum band, patrol, pencak silat, wayang dan rebana.

Wayang, salah satu tampilan Kirab Muharram
Wayang, salah satu tampilan Kirab Muharram

Selain itu, salah satu hal unik yang selalu ada yaitu Kembang Manggar. Kembang Manggar terbuat dari kertas warna-warni yang ditempelkan di sebuah lidi dan disusun di ujung bambu. Tidak jarang pula, ujung-ujung lidi tersebut diberi jajanan atau uang kertas mulai dari seribu rupiah hingga seratus ribu rupiah. Jadi, jelas sekali Kembang Manggar ini yang selalu ditunggu-tunggu untuk diperebutkan. Sehingga tidak ada satu Kembang Manggar pun yang dapat bertahan hingga acara selesai.

Baca Juga

Usai salat Isya berjamaah, warga berkumpul untuk berdoa di Masjid dan berbaris rapi untuk berjalan mengelilingi kampung-kampung yang ada di wilayah Tenggilis. Lampu karbit sengaja dinyalakan untuk menerangi gelap malam dan memeriahkan perayaan Kirab Muharram.

Indonesia sangat kaya akan tradisinya, entah berasal dari agama, suku, dan budaya manapun tetap patut untuk dibanggakan. Semoga di masa yang akan datang, tradisi leluhur tidak hanya menjadi kenangan, tetapi menjadi sesuatu yang dapat dilestarikan.


Sumber : Pengalaman Pribadi

Situs terkait: http://matahationline.com/berita-kirab-muharram-warga-tenggilis-berlangsung-meriah-bersama-pak-halim.html

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG SUAD QURROTUL AINI

Berjalan, berkawan, belajar. Soon to be a writer. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie