Begini Kisah Romantisme Nasi Padang dan Audun Kvitland

Begini Kisah Romantisme Nasi Padang dan Audun Kvitland

Keterangan Gambar Utama © Oystein Hermstad

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

I still remember when I tasted you

I wouldn’t believe that it could be true

It was the first time in my live

And if you were a human

I would make you my wife

Masih ingat dengan petikan lagu itu? Lagu ini sempat ramai dibicarakan masyarakat Indonesia lantaran menceritakan soal nasi Padang dan yang lebih menariknya lagi, pelantun dan pembuat lagu ini adalah seorang musisi asal Norwegia, Audun Kvitland Rostad. Ia menciptakan lagu ini berdasarkan pengalaman pribadinya usai melancong ke Indonesia pada Juli 2016 lalu dan waktu itu pula ia pertama kali mengecap rasa nasi Padang.

Beberapa waktu lalu GNFI sempat berbincang dengan Audun. Ia banyak bercerita soal pengalamannya di Indonesia dan terutama ingatannya yang sampai saat ini selalu terngiang akan nasi Padang. Audun pertama kali mencoba nasi Padang di Jakarta pada perjalanan liburannya dan ia mengatakan kalau dirinya langsung jatuh cinta pada nasi padang saat itu juga.

"It was live at first bite, haha!" ujarnya kepada GNFI.

Audun juga mengaku, lagu Nasi Padang itu memang diciptakannya atas dasar perasaan jatuh cinta, sebagaimana seseorang yang sedang kasmaran dan merindukan sang gebetan.

"Ya, seperti yang kita tahu seorang musisi kalau sedang jatuh cinta dan merindukan seseorang, mereka pasti bikin lagu. Jadi aku membuat lagu ini untuk mengekspresikan rasa cinta itu. Dan kupikir belum pernah ada sebuah lagu cinta bertema makanan sebelumnya, jadi menurutku hal ini tampak menyenangkan sekali," ujarnya.

Nasi Padang menjadi primadona nan cantik di mata orang luar negeri (foto: Damn I Love Indonesia)
Nasi Padang menjadi primadona nan cantik di mata orang luar negeri (foto: Damn I Love Indonesia)

Sebagaimana kita tahu, bumbu rempah pada kuah yang disiriamkan ke nasi Padang biasanya rasanya pedas. Namun, hal inilah yang justru membuat Audun jatuh cinta mati dengan Nasi Padang.

"Untungnya aku suka makanan pedas dan menurutku nasi Padang punya kombinasi rasa yang unik dengan beragam lauk pauk di dalamnya," kata Audun.

Sepulang dari Jakarta, Audun cukup bersedih harus berpisah dari nasi Padang lantaran ia tahu pasti di negaranya akan susah sekali menemukan makanan lezat itu. Namun, akhirnya ia bertemu lagi dengan nasi Padang ketika ia diundang ke Oslo, ibukota Norwegia. Ia diundang oleh seorang wanita asal Padang, Indonesia untuk mencicipi nasi Padang buatannya.

Atas kreasinya ini, bulan Desember lalu Audun diundang berkunjung ke Padang oleh pemerintah setempat dan ia senang sekali. Tak hanya itu, Audun juga jadi kebanjiran banyak permintaan wawancara dari surat-surat kabar, radio, dan televisi di Norwegia tentang nasi Padang.

"Kuharap semua orang di Norwegia tahu tentang makanan ini dan akan ada restoran nasi Padang di sini," ujarnya.

Indonesia yang berkesan

Lagu Nasi Padang yang diciptakan Audun merupakan hasil karyanya setelah baru pertama kali mengunjungi Indonesia, tepatnya Jakarta. Dan saat itu Indonesia menjadi sangat berkesan untuknya. Beberapa hal tentang Indonesia yang dikaguminya adalah keberagaman, alam, dan masyarakatnya.

"Indonesia memiliki alam yang sangat indah yang pernah kulihat. Gunung, sawah, hutan, dan air terjun, ketika aku melihat semua itu aku merasa sedang mengunjungi planet lain karena itu keren sekali," kisahnya.

Perjalanan Audun di Desa Monil Flores (foto: kvitland.com)
Perjalanan Audun di Desa Monil Flores (foto: kvitland.com/Petter Heggen)

Dan tentu saja masyarakat Indonesia amat berkesan untuknya. Menurutnya, masyarakat Indonesia sangat ramah mulai dari yang muda sampai yang tua. Pun sangat unik karena bulan Desember lalu Audun sempat kaget dengan banyaknya komentar tentang "Om Telolet Om" di kolom komentar videonya.

"Aku agak bingung juga awalnya, apa itu telolet om? Aku sampai cari informasi lewat video di YouTube tentang telolet dan akhirnya aku mengetahuinya. Unik memang, aku tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya," begitu kata Audun.

YouTubers yang juga sudah memiliki 17 ribu subscribers ini rencananya akan merilis lagu baru di bulan Februari atau Maret yang tema-temanya tentang Indonesia. Ia pun berencana akan merilis lagu Nasi Padang versi duet bahasa Indonesia.

Lagu Nasi Padang akan dibuat versi duet dengan bahasa Indonesia oleh Audun dan koleganya
Lagu Nasi Padang akan dibuat versi duet dengan bahasa Indonesia oleh Audun dan koleganya (foto: Audun Kvitland Rostad)

Menutup perbincangan dengan GNFI, Audun mengatakan ia merindukan Indonesia ketika ingat dengan nasi Padang.

"Ketika aku mengunjungi suatu negara aku mencoba bermacam-macam makanan lokal dan menurutku nasi Padang adalah representasi yang bagus untuk makanan Indonesia. Sayang sekali waktu itu aku merasakannya pada hari terakhirku di Indonesia," ujarnya.

*

GNFI

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sekolah Bantuan Indonesia Benih Perdamaian di Myanmar Sebelummnya

Sekolah Bantuan Indonesia Benih Perdamaian di Myanmar

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Arifina Budi
@arifinabudi

Arifina Budi

http://wetanngulon.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.