Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 atau yang lebih akrab disapa Jokowi adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden M. Yusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla meraih kemenangan 70.997.85 suara (53,15 persen) pada Pemilu Presiden 2014 dalam data KPU (Komisi Pemilihan Umum). Jumlah itu berselisih 8.421.389 suara dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang meraih 62.576.444 suara (46,85 persen). Amanah yang luar biasa karena bisa dibilang wong deso dadi presiden “Orang desa jadi Presiden. Karakter yang sederhana dan aksi blusukannyalah yang menjadi primadona bagi masyarakat. Bahkan saking sederhananya beliau dalam berpidato di dunia internasional memakai bahasa inggris jawa di Forum APEC Beijing China. Sungguh kebanggaan karena dalam pidatonya mengandung pesan yang bernilai bagi indonesia karena jokowi ingin mengundang investor dunia agar berinvestasi di Indonesia. Fungsi dari investor asing adalah adanya dana dari asing yang di investasikan ke indonesia supaya laju pembangunan semakin cepat dan merata. Presiden jokowi dalam pidato internasional juga membanggakan karena berani mengkritik PBB. Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta hari Rabu (22/04/15) yang dimuat dalam berita dunia www.dw.com mengatakan, PBB tidak berdaya mengatasi berbagai konflik global saat ini dan untuk menghentikan aksi kekerasan di berbagai tempat, termasuk Palestina. Jokowi juga menyoroti makin besarnya ketimpangan antara negara berkembang dan negara miskin di dunia. Kritik yang membangun dari jokowi bagi dunia internasional agar menyelesaikan perdamaian yang ada di Palestina-Israel lewat musyawarah dan tidak terdiam selama ini. Gebrakan jokowi untuk mereformasi PBB.

Blusukan adalah jurus jitu bagi jokowi, dengan adanya blusukan pemimpin bisa tahu permasalahan yang ada dimasyarakat kemudian menyelesaikannya. Adanya blusukan ini bukan pencitraan karena jokowi memang dari rakyat biasa dan tahu problema dari masyarakat. Jokowi memang gaya blusukannya selalu mendapat hasil yang nyata. Aksi hasil blusukannya yaitu sekarang adanya pemerataan pembangunan di Indonesia. Di bidang infrastruktur, Jokowi telah memulai banyak proyek pembangunan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam sektor ini, diantaranya adalah melakukan groundbreaking pembangunan pasar tradisional di Papua, Pembangunan pos jaga perbatasan beserta pasar, Jalan Tol Trans Sumatra, Jalan Trans Papua, Tol Solo-Kertosono, Tol Kalimantan (Samarinda-Balikpapan), Jalur kereta api di Sulawesi, pelabuhan Makassar, meresmikan operasional terminal Teluk Lamong sebagai bagian dari Greater Surabaya Metropolitan Port, dan lain sebagainya. Di bidang kelautan, Jokowi menginstruksikan perlakuan keras terhadap pencuri ikan ilegal. Selain meminta diadakannya razia, ia juga berharap kapal pelanggar aturan ditenggelamkan. Di bidang pertanian, Jokowi membagikan 1099 unit traktor tangan di Subang dengan harapan menggenjot produksi petani. Itulah contoh sederhana hasil blusukan jurus jitu jokowi yang pro rakyat. Pro rakyat ini bisa dibuktikan dengan beraninya jokowi menyamakan harga BBM Papua yang semula 60-100 ribu/liter kini hanya 7 ribu/liter. Kerja bagus dan berani dari jokowi karena presiden sebelumnya tidak pernah blusukan dan tidak mau tahu permasalahan yang di hadapi oleh rakyatnya.

Indonesia bangga karena pemimpin baik kita menjadi pemimpin terbaik Asia menurut situa Bloomberg. Dalam hal ini Presiden Indonesia Joko Widodo mengungguli Presiden Tiongkok XI Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Berdasarkan data dari Bloomberg, Presiden Joko Widodo merupakan satu-satunya pemimpin negara yang memiliki performa positif dalam seluruh aspek yang dinilai, yaitu menaikkan kekuatan nilai tukar (2,41 persen), menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen skala tahun ke tahun) dan memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 persen). Prestasi yang membangkan dari bapak jokowi karena bapak jokowi dari rakyat, dipilih oleh rakyat, dan mengabdikan diri untuk rakyat. Selalu bekerja dan terus bekerja bagi bapak jokowi dan jajaran pemerintah untuk kemajuan bangsa indonesia agar generasi ke depan lebih baik lagi dan meningkatkannya.

Sumber : Kompas.com dan www.dw.com

Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu