Lupa Sandi?

Bahagia tak Harus Mewah, Datanglah ke Karimunjawa

Ruwaidah el_Um
Ruwaidah el_Um
0 Komentar
Bahagia tak Harus Mewah, Datanglah ke Karimunjawa

Karimunjawa. Apa yang anda cari di Karimunjawa? Lambaian nyiur kelapa disepanjang pantai? Deru ombak yang mengikis kerikil-kerikil pantai? Nyanyian burung-burung jinak nan merdu beterbangan? Sang surya pengantar terang yang terbit dari peraduannya? Atau sang Surya yang kembali mengantarkan petang?. Ah, semua itu ada di Karimunjawa.

Berbicara tentang Karimunjawa, aku adalah penduduk asli Karimunjawa. Lahir di sana dan di besarkan di sana. Lahir di pulau ini membuatku paham akan medan yang ada di dalamnya. Dari sinilah ingin kuceritakan satu pengalaman tour laut yang akan mengajak pembaca merasakan dan ingin segera membuktikan keindahannya sendiri.

Menjadi tour guide bukanlah hal yang sulit bagi kami. Suatu hari pada kesempatan yang indah, di hari yang cerah serta pada suasana hati yang bersih, aku dan saudaraku berkesempatan mengantarkan beberapa tourism untuk merasakan sensasi perjalan di Karimunjawa. Perjalanan pertama, kami akan menyeberangi lautan menuju penangkaran ikan hiu, tentunya menggunakan kapal. Di sini, kami akan mengajak para tourism merasakan sensasi berenang dan berfoto dengan hiu-hiu. Biasanya, awal berenang ke dalam kolam hiu, para tourism akan ketakutan. Namun perlu diketahui, hiu-hiu tersebut telah jinak, sehingga tidak akan melukai para tourism. Para tourism berhak mengabadikan foto bersama dengan hiu, kalau tidak, nanti akan menyesal. Selain berfoto dengan hiu, biasanya para tourism ingin mengabadikan foto hiu yang berloncatan. Caranya, para guide memberikan pancingan daging, kemudian di angkat ke atas, sehingga pada saat hiu berusaha menangkap pancing, para tourism telah bersiap mengambil jepretan hiu-hiu tersebut. Indah bukan.

Penangkaran Ikan Hiu
Penangkaran Ikan Hiu

Baca Juga

Setelah puas bermain dan berfoto di penangkaran hiu, para tourism akan di ajak untuk menikmati pemandangan bawah laut. Iya, kami akan mengajak untuk snorcling-an. Biasanya para tourism telah siap dengan perlengkapannya. Kaca mata, pelampung (bagi yang tidak bisa berenang) dan berbagai alat lainnya yang diperlukan. Di sini para guide akan mengajak para tourism menuju pemandangan yang indah, memperkenalkan jenis-jenis karang dan tentunya mengabadikan moment di sepanjang pemandangan. Tak heran jika di tempat ini, para tourism menghabiskan waktu yang cukup lama.

Snorcling part 1
Snorcling part 1

Perjalan selanjutnya adalah makan siang. Kami akan membawanya ke daratan, tentunya daratan yang memiliki pasir nan putih. Di sana para tourism bisa berjemur sambil menunggu kami mempersiapkan makan siang. Kami akan membakarkan ikan segar yang kami bawah dari rumah. Setelah semua matang, barulah kami beramai-ramai menyantapnya. Nikmat bukan? Siapa yang mau?

Bakar Ikan
Bakar Ikan

Perut kenyang, maka perjalanan selanjutnya kami mengajak kembali menikmati keindahan bawah laut, namun pada tempat yang berbeda. Di tempat yang ke dua ini, jenis terumbu karang akan lebih bervariasi, bahkan dari warnanya akan bermacam-macam. Di tempat inilah para torism akan semakin menikmati indahnya pemandangan bawah laut. Tak jarang dari mereka berteriak penuh histeris jika menemukan yang lebih indah dari sebelumnya. Ah, siapakah yang menciptakan semua ini. Bagaimana mungkin tak ada syukur pada jiwa-jiwa yang menyaksikan.

Ketika semua telah merasa puas, perjalanan selanjutnya adalah mengantar sang surya kembali keperaduannya. Biasanya, kami akan mengajak para tourism ke pulau cemara, gosongan yang terhampar, sehingga ufuk terlihat jelas. Menikmati senja dengan berfoto-foto ria. Di pulau cemara ini, juga tersedia warung-warung kecil, jika ingin bersantai dengan secangkir kopi, maka di warung tersebut telah tersedia. Penutup yang indah bukan?

Senja di Pulau Cemara
Senja di Pulau Cemara

Di tempat inilah menjadi penutup perjalanan kami dan selanjutnya adalah berlayar menyeberangi lautan kembali ke penginapan. Demikian perjalanan tour laut yang akan mengobrak-abrik keinginan anda untuk segera merasakan sensasinya sendiri. Selamat bertemu di Karimunjawa ya. Karimunjawa milik Indonesia.

"Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2"

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RUWAIDAH EL_UM

Asli penduduk Karimunjawa. Kuliah di UIN Walisongo Semarang. Jurusan Ilmu Falak (Astronomi Islam) ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie