Desa Pengemis di Bali, Surga Dunia dari Perspektif Lain.

Desa Pengemis di Bali, Surga Dunia dari Perspektif Lain.
info gambar utama

Kita tentu tahu Bali, pulau yang dulunya termasuk dalam gugusan pulau Sunda Kecil ini dikenal sebagai salah satu destinasi terbaik wisata dunia. Bahkan pulau ini pernah menjadi pulau wisata terbaik kedua di dunia hingga banyak warga negara asing berpendapat bahwa Bali adalah Bali, bukan Indonesia. Membicarakan potensi wisata Bali adalah pembicaraan yang tidak akan menemukan titik karena pulau dengan Ibukota Denpasar ini memiliki potensi wisata yang sangat banyak. Potensi wisata Bali yang paling populer adalah keindahan pantainya yang memang indah ditambah kata sangat. Wisata pegunungan, perkebunan, budaya juga tidak kalah menakjubkan. Mungkin kita butuh waktu seumur hidup untuk menikmati keindahan bali dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan yang lebih menarik, Provinsi Bali menyumbang pendapatan negara rata-rata 34 triliun rupiah atau setara dengan 45 persen pendapatan total Indonesia dari sektor pariwisata setiap tahunnya.

Wisata air di Bali merupakan tujuan wisata primer turis domestik dan turis mancanegara. Namun dalam beberapa tahun terakhir, wisata jelajah Bali dengan trekking mulai meningkat pesat seiring berkembang pesatnya promosi destinasi wisata dengan melalui media sosial. Suasana baru, pemandangan baru hingga pengalaman baru dapat kita dapatkan. Salah satunya jika kita melakukan trekking di kecamatan Kintamani.

Kecamatan ini berada di Kabupaten Bangli, terletak agak ke bagian utara Pulau Bali. Destinasi wisata utama yang ditawarkan adalah mendaki gunung Batur, dan Gunung Abang dengan pemandangan yang memiliki keunikan masing-masing. Jika kita mendaki gunung Batur, kita bisa menikmati matahari terbit kuning keemasan dengan lautan awan tebal di bawahnya. Jika matahari sudah agak tinggi, kita bisa melihat danau Batur yang sangat luas dengan latar gunung Abang di belakangnya. Setelah turun kita bisa langsung mendaki gunung Abang untuk melewati suasana hutan yang lebih syahdu dengan vegetasi yang beragam. Dari puncak gunung Abang, kita bisa melihat Danau Batur dan Gunung Batur di sebelah barat dan gunung Agung dari sebelah timur. Kita juga dapat menuruni gunung Abang menuju sebelah timur menuju Desa Munti yang sudah termasuk kedalam Kabupaten Karangasem.

Munti merupakan dusun di kaki Gunung Abang yang juga berdekatan dengan Gunung Batur, termasuk kedalam wilayah Karangasem, Bali tentunya. Daerah ini dikenal oleh masyarakat Bali bukan karena peninggalan sejarahnya, pusat kebudayaan, atau kekayaan alamnya, bahkan sumber air juga tidak ada, musim kemarau adalah kematian untuk perkebunan.

Seketika berbaris pertanyaan masuk ke dalam otak saya ketika mendengar hal tersebut dari warga setempat, saya melihat langsung bagaimana para orangtua, remaja, sampai anak-anak berebut meminta uang ketika mereka melihat orang asing datang ke desanya. Sungguh keadaan yang jauh berbeda dari pemandangan yang saya lihat sebelumnya.

Ketika saya bertanya kepada salah satu warga di sana, masyarakat Bali mengenal daerah ini sebagai penyalur utama gembel dan pengemis seantero pulau Bali. Memang begitu adanya, jika anda bertanya kepada seorang pengemis di Kuta misalnya, hampir pasti dia berkata kalau asalnya dari Munti Gunung.

Padahal, walaupun kata mereka daerah ini adalah daerah yang tidak sesubur daerah lain. Menurut saya daerah ini adalah potensi kekayaan pulau Bali yang lain. Dari sisi sumber daya alam, pemandangan dari atas gunung Abang merupakan pemandangan yang sangat unik dengan bentuk tebing-tebingnya seperti di film Hollywood. Menuruni gunung Abang merupakan perjalanan yang sangat memanjakan mata karena tidak ada pohon yang menghalangi mata kita untuk melihat pemandangan ke arah Timur Bali. Walaupun kemarau adalah kematian bagi tanaman di sana, jika musim hujan turun maka hasil perkebunan di sana adalah salah satu yang terbaik di Bali.

Dari segi sumber daya manusia, Desa Munti memiliki banyak warga berusia produktif dan ramah yang jika kita berdayakan dan kita didik dapat berpotensi untuk membantu mempromosikan wisata Desa Munti yang suatu saat dapat memajukan daerahnya tersebut. Dan Alhamdulillah, pada tahun 2016 desa ini ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah Bali, semoga menjadi awal yang baik untuk masa depan yang sejahtera.

Jadi adik-adik, es krim dulu aja ya, susunya kalau aku sudah kaya.

Di balik wajah Bali yang bisa lebih bersinar dibanding negaranya sendiri di mata asing, masihkah kita hanya mencari kesenangan dalam setiap perjalanan?


Sumber : Blog pribadi dan Google

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini