Lupa Sandi?

Dunia Butuh Indonesia : Fakta Indonesia Keren Ini Membuktikan Bahwa Potensi Nusantara Dibutuhkan Dunia

Ahmad Maulana
Ahmad Maulana
0 Komentar
Dunia Butuh Indonesia : Fakta Indonesia Keren Ini Membuktikan Bahwa Potensi Nusantara Dibutuhkan Dunia

Perlahan tapi pasti, Garuda Indonesia mulai menguatkan cengkramannya dalam kancah Internasional. Seolah memberikan nafas segar bagi mereka yang mulai kehilangan nasionalismenya.

Berada di tahun yang baru, 2017, kita diajak untuk kembali merefleskikan tentang apa yang sudah dicapai bersama negeri ini setahun sebelumnya, juga merencanakan tentang apa yang akan dan harus dicapai setahun kedepan.

Indonesia memang masih mengalami banyak gejolak dalam negeri. Namun perlu digaris bawahi bahwa negara kita tercinta ini juga memiliki segudang pencapaian yang begitu membanggakan.

Dimulai dari pencapaian Indonesia pada bidang ekonomi yang menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan sebuah negara. 2016 kemarin, Indonesia patut untuk bersenang hati atas kabar baik tentang kembalinya ke Indonesia Ibu Sri Mulyani usai menuntaskan amanahnya sebagi direktur pelaksana Bank Dunia (World bank).

Baca Juga
Sri Mulyani diangkat kembali menjadi menteri Keuangan
Sri Mulyani diangkat kembali menjadi menteri Keuangan

Hal ini tentunya tidak begitu saja disia-siakan pemerintah. Sri Mulyani kembali diangkat sebagai menteri keuangan dalam reshuffle jilid dua 27 Juli 2016 lalu. Sebuah harapan besar atas perebaikan perekonomian negeri ini ada pada tangan beliau. Tanpa perlu berlama – lama, harapan optimis atas kehadiran Sri Mulyani pun terbukti.

Akhir tahun 2016 menjadi ajang pembuktian dari Sri Mulyani menjalankan kebijakan pengampunan pajak (Tax Amnesty) yang sempat menuai pro & kontra. Hasilnya amnesti pajak berhasil menyumbang Rp107 Triliun bagi kas pendapatan Indonesia. Pencapaian ini melebihi target yang ditetapkan, bahkan melebihi pencapaian negara – negara di dunia yang pernah menerapkan kebijakan ini seperti India, Chile, Australia, Spanyol, dan Belgia (sumber).

Suntikan dana dari pajak selaku tulang punggung negara pastinya akan membantu percepatan pembangunan demi kemakmuran masyarakat Indonesia. Kabar ini mampu juga menambah citra baik Indonesia dalam perekonomian dunia. Terbukti seperti dilansir kemenkeu pada website resminya (sumber), Pada akhir 2016 pasar modal Indonesia tercatat berada di peringkat terbaik ke-2 di Asia–Pasifik dan terbaik ke-5 di dunia.

Tidak hanya bidang ekonomi, Indonesia juga menorehkan tinta emas pada bidang kompetisi Internasional. Terdapat banyak sekali gelaran kompetisi yang diselenggarakan sepanjang 2016. Mulai dari olahraga, akdemik, hingga bidang kerohanian.

Kita patut berbangga dengan putra bangsa Musa Laode Abu Hanafi, Hafidz cilik asal Indonesia yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di pentas ‘Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional’ di Sharm El-Sheikh Mesir pada 10-14 April 2016 lalu. Menjadi peserta termuda pada kategori hafalan 30 Juz kategori anak anak tidak membuat Musa gentar menghadapi lawannya.

Meski peserta termuda, Musa tetap memberikan hasil terbaik untuk Indonesia
Meski peserta termuda, Musa tetap memberikan hasil terbaik untuk Indonesia

Dari bidang kompetisi lainnya juga tak kalah hebat. Diawali dengan Rio Haryanto yang mejadi orang Indonesia pertama yang berhasil bermain di ajang bergengsi F1. Pada saat itu, Rio juga menjadi satu satunya perwakilan asia di kompetisi tersebut.

Indonesia juga patut berbangga atas perolehan satu medali emas dan dua perak pada olimpiade Rio de Janero, Brazil. Emas Indonesia disumbang cabang bulu tangkis nomor ganda campuran atas nama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sementara dua medali perak disumbang atlet angkat besi, oleh Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan.

Dan yang masih kuat di ingatan kita adalah bagiaman perjuangan timnas Indonesia dalam mencapai runner up pada ajang piala AFF. Hal ini sangat membanggakan mengingat Indonesia langsung melesat jauh hingga ke partai final gelaran tersebut meskipun sebelumnya dibekukan oleh FIFA selama satu tahun. Langkah pertama persepakbolaan Indonesia yang diawali dengan pencapaian tinggi begitu mengejutkan dunia.

Raihan terbaik timnas sepakbola Indonesia setelah satu tahun dibekukan oleh FIFA
Raihan terbaik timnas sepakbola Indonesia setelah satu tahun dibekukan oleh FIFA

Masih ada lagi jutaan kabar baik bagi Indonesia seperti putra putri Indonesia yang tidak pernah absen menyabet medali juga pada tahun ini dalam ajang olimpiade tingkat Internasional, Keberhasilan Indonesia menjalankan demokrasi nyata yang dikagumi dunia, dan beragam lainnya. Kabar baik Indonesia diatas tentunya hanyalah segelitir dari banyak sekali prestasi dan potensi yang bisa disebutkan. Rasanya tidak akan ada habisnya bagi kita untuk berbangga bila melihat sisi baik dari negeri ini.

Indonesia adalah negara yang tidak sempurna, bahkan mungkin belum bisa mendekatikata itu sama sekali. Indonesia masih memiliki masalah yang mungkin begitu memalukan. Kesenjangan sosial, mutu pendidikan, dan masih banyak lagi.

Namun apapun yang terjadi pada Indonesia hari ini, kita tidak layak untuk menyerah. Kita masih memiliki potensi besar yang bahkan dibutuhkan dunia. Masih ada waktu bagi semua masyarakat Indonesia untuk membawa semua potensi yang ada ke kancah Internasional. Membanggakan negeri ini dan membantu kemajuan dunia yang berawal dari Indonesia. Menutup tulisan ini dengan sebuah pernyataan.

Bagaimanapun Indonesia tidak akan pernah bisa sempurna, namun jika datang waktu – waktu yang buruk bagi negeri ini, ingatlah selalu akan ada kabar baik yang membuat kita menegakkan kepala dan meneriakkan dengan yakin : “Indonesia itu KEREN!”


Sumber :

http://www.kemenkeu.go.id/

http://www.sindonews.com/

01/20/2017

Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga69%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi16%
Pilih TerpukauTerpukau2%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AHMAD MAULANA

Menulis yang terlihat dan memperlihatkan apa yang ditulis. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata