Lupa Sandi?

Anak Bajo Untuk Indonesia Keren

makmur -
makmur -
0 Komentar
Anak Bajo  Untuk Indonesia Keren

Siapa yang tidak mengenal masyarakat yang hidup dipesisir atau bahkan di tengh laut dengan rumah panggung yang sederhana nan kokoh. Merekalah Suku Bajo yang hidup dan dihidupi oleh laut bersama segala bentuk kearifan yang mereka miliki. Telah banyak orang yang telah mengenal kehidupan dan mata pencaharian masyarakat laut ini sebagai pelut berpengalaman, serta telah banyak juga yang kagum dengan budaya mereka yang berciri kearifan maritim nusantara. Namun satu hal penting yang kadang terabaikan bahwa masyarakat Suku Bajo juga mempunyai generasi muda yang tidak lain anak bangsa dan butuh ilmu pengetahuan di bangku sekolah.

Sulawesi Tenggara tepatnya di Desa Bungin Permai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, berdiri sebuah sekolah kokoh untuk anak-anak bajo. Sekolah itu yakni SD dan SMP Negeri Satap 19 Konawe Selatan namanya. SD dan SMP ini berdiri berdampingan dengan rumah panggung warga Suku Bajo lainnya. Sama halnya dengan rumah warga di sekitarnya, SD dan SMP terapung ini membentuk sekolah panggung yang bersahaja dengan berlantaikan rentetan papan dan tiang yang menancap jauh ke dalam dasar laut.

Tempat menuntut ilmu bagi mutiara-mutiara muda bajo ini awalnya dirintis oleh salah satu tokoh masyarakat Suku Bajo di Desa Bungin Permai yang sangat disegani oleh segenap masyarakat Suku Bajo. Pak Buiki, begitulah panggilannya. Pak Buiki ini yang sekaligus juga kemuka adat orang Bajo, pada tahun 1981 silam bersama rekannya ia mendirikan sekolah pondok sederhana dengan beberapa siswa. Sekolah ini beliau dirikan tanpa melalui persetujuan kepala dusun karena bagi beliau sekolah itu penting untuk masa depan anak-anak Bajo sebab kepala dusun pada waktu itu tidak sependapat dengannya. Berkat bersihkeras dan kerja kerasnya untuk meneguhkan tonggak pendidikan telah berdiri SD dan SMP N Satap 19 Konawe Selatan dengan siswa dan guru yang menggantungkan cita-citanya di sekolah bajo yang ia dirikan.

SD dan SMP Negeri Satap 19 Konawe Selatan dikepalai oleh Pak Sanusi dengan beberapa tenaga pengajar. Guru di sekolah terapung ini sudah ada yang PNS dan masih ada beberapa yang bersetatus sebagai honorer. Kondisi sekolah saat ini tentunya sudah lebih baik dibandingkan pada awal didirikan. Sudah tersedia beberapa ruang kelas bagi lebih dari ratusan anak-anak bajo yang mau mencari ilmu pengetahuan. Meskipun begitu jika dibandingan dengan sekolah-sekolah lain tentunya masih sangat jauh berbeda. Memasuki sekolah panggung ini dengan melihat kondisi ruang kelas, kantor, perpustakaan, dan kondisi bangunan terlihat memprihatinkan. Terletak ditempat yang terpencil membuat mereka agar sekolah ini diperhatikan dan diberi bantuan seperti perbaikan gedung, alat komputer, buku bacaan di perpustakaan dan lainnya.

Baca Juga

Terlepas dari segala kekurangan dan kesulitan yang mereka hadapi bukan menjadi halangan dan hambatan bagi mereka tetap menjalankan rutinitas sekolah seperti sekolah lain pada umumnya. Hari senin yang cerah terlebih dahulu mereka melaksanakan upacara bendera di atas pasir yang menampakkan sebagian permukaannya dikala air laut surut. Upacara yang mereka laksanakan menunjukan bahwa nasionalisme sejati ada di hati sanubari matiara-mutiara muda suku bajo. Anak-anak bangsa dari bajo ini tetap semangat dan tegar dalam menjalankan segala rutinitas sekolah, karena bagi mereka sekolah itu tidak harus megah tetapi yang terpenting dapat menjadi tempat segudang ilmu pengetahuan dan kegiatan positif yang bermanfaat untuk masa depan.

Begitu pula dengan guru-guru yang mengemban tugas mulia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka lahir dari masyarakat sehingga mereka juga tahu apa yang sangat diperlukan untuk anak-anak masyarakat. Bagi mereka mengajar dan mengabdi di tempat yang terpencil dan segala keterbatas merupakan semangat yang terus mendorong mereka melaksanakan panggilan tuhan yang mulia. Ya, karena guru bukan sekedar pekerjaan tetapi juaga dorongan naluri.

Semangat mereka dalam mengamalkan dan menuntut ilmu pula di tengah keterbatasan menjadi kabar yang sangat baik dan patut menjadi inspirasi bagi segenap guru maupun  pelajar di Nusantara. Ini juga menunjukan bahwa antara kebudayaan dan pendidikan tidak akan terpisahkan dan sama besar kegigihannya dalam membangun negeri tercinta. Anak Bajo memang keren, gurunya jaga keren, dengan begitu Indonesia lebih keren.

Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2

Kegigihan Pengajar Sekolah Bajo
Kegigihan Pengajar Sekolah Bajo
Semangat nasionalisme yang mereka tunjukan merupakan simbol nasinalisme sejati yang mampu menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda nusantara
Semangat nasionalisme yang mereka tunjukan merupakan simbol nasionalisme sejati yang mampu menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda nusantara.


Sumber :

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MAKMUR -

I can write because I understand my self Kendari One Name for One Future ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie