Lupa Sandi?
Java Jazz Single

"Boyolali Kota Susu"

Puji Rahayu
Puji Rahayu
0 Komentar
Patung Sapi di depan Gedung Lembu Sora Alun-alun Kota Boyolali © dokumentasi pribadi

Tahukah kamu?

         Sapi adalah simbolis dari Kota Boyolali, dimana Boyolali adalah kota penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah, hingga Boyolali dikenal dengan sebutan "Boyolali Kota Susu ". Boyolali memiliki tagline yang sangat menggambarkan identitas dari kota ini, yaitu "Boyolali TERSENYUM", yang artinya Boyolali adalah kota yang Tertib, Elok, Rapi, Sehat, Nyaman untuk Masyarakat. Menarik bukan.

         Kota kecil yang terletak di antara dua kota penting di Jawa Tengah, yaitu Semarang dan Surakarta ini memiliki luas 1.015 Km2 dengan total penduduk 950.531 (2010). Meskipun jarang dikenal namun kota ini menyimpang segudang prestasi yang membanggakan, khususnya di dunia usaha hasil sapi perah dan pertanian.

 Usaha

Baca Juga

       Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa Boyolali adalah kota penghasil susu terbesar di Jawa Tengah, dimana Tahun 2016 ini populasi sapi perah di Indonesia menguasai 20% kebutuhan susu nasional,sedangkan populasi sapi perah Boyolali menguasai 72% populasi di Jawa Tengah. Hal ini menjadikan Boyolali kaya akan produk-produk yang unggul dengan bahan dasar susu. Salah satu olahan susu yang sukses dijadikan usaha masyarakat adalah keju. Keju yang dibuat dari fermentasi susu tersebut sukses tidak hanya lokal namun juga mencapai mancanegara seperti Eropa.

       Di Boyolali juga terdapat Usaha kecil Menengah (UKM) yang mengolah hasil susu perah menjadi bermacam-macam olahan susu, seperti di daerah cepogo dan Selo. Hasil olahan tersebut antara lain dodol susu, kerupuk susu dan juga yogurt.

       Dengan dikenalnya “Kota Susu”, tak lengkap jika tidak menyuguhkan sebuah agrowisata sapi perah di kota ini. Agrowisata sapi perah Cepogo terletak di Desa Cepogo, dengan ketinggian 800 meter dari atas permukaan laut. Temperatur yang sejuk ini tentunya sangat cocok untuk peternakan sapi perah. Selain itu nyaman, agrowisata ini juga mudah diakses dengan menggunakan kendaraan pribadi. Menyenangkan bukan.

 Pertanian

       Siapakah yang menghidupi keluarga kita, termasuk orang-orang besar di Negara ini? Jawabnya siapa lagi kalau bukan “Petani”. Seperti yang kita tahu, mayoritas penduduk Indonesia menggunakan nasi sebagai makanan pokok, terutama di Pulau Jawa. Dan orang-orang yang memiliki andil besar dalam kesejahteraan rakyat Indonesia dalam hal ini adalah petani padi. Berbicara mengenai pertanian, sebagian besar masyarakat Boyolali memiliki mata pencaharian utama sebagai petani. Lahan yang luas, iklim yang cocok, dan sumber daya yang memadai mendorong pertanian di Boyolali ini sangat maju.

       Pertanian yang maju ini dibuktikan pada tahun 2013 petani beras organik di Boyolali, berhasil mengekspor beras ke luar negeri, yang dilakukan oleh Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (Appoli) dengan tujuan Belgia sebanyak satu container untuk tiga jenis beras pada ekspor perdananya.

       Selain itu, pada tanggal 16 Oktober 2016, Boyolali terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36. Dimana tema HPS Internasional adalah “Climate is Changing, Food Agriculture Must Too”, dan tema HPS Nasional adalah “Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Mengantisipasi Era Perubahan Iklim”. Dengan terpilihnya Boyolali sebagai kota penyelenggaraan HPS ini menunjukan bukti bahwa Boyolali memiliki keanekaragaman pangan yang bisa menopang kedaulatan pangan khususnya di Negeri tercinta, yaitu Indonesia.

       Pertanian yang bagus ini tidak menutup pintu masyarakat yang ingin belajar dan praktik bertanam padi yang baik. Hingga di kota ini pun juga membuka sebuah agrowisata padi yang terletak di Desa Kuwiran, kecamatan Banyudono. Pembelajaran ini meliputi bagaimana cara mengolah tanah hingga saat memanen padi. Harapannya dengan belajar bertani ini masyarakat semakin menghargai setiap butiran nasi yang kita makan, karena dalam membuatnya membutuhkan usaha yang besar.

       Selain dari hasil pertanian, masih dengan produk lokalnya, Boyolali merupakan daerah penghasil pepaya terbaik di Indonesia, yaitu papaya jenis California dan Thailand dengan permintaan yang pesat yang menjamur di minimarket dan supermarket baru di kota-kota di Jawa Tengah.

 Prestasi

       Boyolali meskipun kota kecil, namun menuai banyak prestasi, antara lain yang pertama, Boyolali kembali meraih piala Adipura yang ke-10 sebagai kota terkecil terbersih tingkat nasional, yang diberikan secara simbolis oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla kepada Bupati Boyolali pada tahun 2015. Yang kedua, Pemerintah Kabupaten Boyolali mendapatkan penghargaan tingkat nasional mengenai Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (Lakip) 2012 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi terbaik tingkat Nasional. Hal ini dikarenakan pemerintah Kabupaten dapat mempertanggungjawabkan Laporan dengan baik, dimana dapat dikatakan bahwa dengan predikat tersebut membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat di kabupaten Boyolali baik, lancar dan optimal.

 Lalu, ada kabar baik apa lagi di Boyolali?

       Pemerintah Kabupaten Boyolali memiliki sebuah proyek-proyek besar. Proyek yang dinamakan “Proyek Mercusuar” yang merupakan upaya dalam memperbaiki infrastruktur yang mencuri perhatian masyarakat lokal, bahkan internasional.

       Proyek-proyek tersebut antara lain, yang pertama adalah  pembuatan Mal Terbesar se-Asia Tenggara. Pemerintah Kota ini, akan membuat sebuah mal atau pusat perbelanjaan yang akan menempati lahan seluas 50 hektar dan akan menjual pakaian dengan harga separuh lebih murah dari harga pasar. Kabar baik yang kedua adalah akan didirikannya sebuah kompleks perkotaan dengan nama City of International Fashion. Harapannya dengan pendirian kompleks tersebut kota ini bisa menjadi kiblat tren busana tidak hanya di Indonesia saja namun juga menjadi tren dunia. Kabar baik yang ketiga adalah pembuatan Alun-alun Lor kota Boyolali. Pembuatan alun-alun ini diklaim oleh Bupati Boyolali akan menjadi alun-alun terbaik di dunia. Sebuah alun-alun kota yang indah karena menyuguhkan pemandangan gunung Merapi dan Merbabu. Alun-alun ini dibuat di tanah seluas 60 m x 200 m. Kemudian kabar baik yang ketiga adalah pembuatan Kereta Gantung. Kereta gantung ini akan dibuat dengan menghubungkan antara gunung Merapi dan Merbabu. Hal ini diklaim oleh Bupati Boyolali akan menjadi objek wisata termegah di Jawa Tengah yang akan dibangun di Suriteleng, Selo. Lalu kabar baik yang ke empat adalah akan dibuatnya sebuah Kebun Raya Boyolali, sebuah kebun raya yang diklaim oleh Bupati Boyolali sebagai duplikasi dari Kilimanjaro dan air terjun Niagara yang akan dibangun di Indrokilo, Kecamatan Mojosongo.

       Wah, menarik sekali kabar-kabar baik di kota Boyolali ini. Kota yang kecil, namun kontribusi nyata terhadap Negara ini sangat besar. Masih banyak sekali hal-hal yang bisa di explore di kota ini, pengen tahu kabar baik apa lagi yang ada di Kota Susu ini? Ditunggu kunjungan anda bersama keluarga tercinta. Have a nice day!


Sumber :

Http://boyolali.go.id

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/06/07/153614826/boyolali.jadi.lokasi.peringatan.hari.pangan.sedunia.2016.

https://www.ap1.co.id/contents/file/715-majalah-angkasa-pura-magazine-edisi-maretapril-2015-corporate-communications-cd44c5be2dd3982e95b5bb79a4f95c788bdb6bf3angkasa-pura-magazine-edisi-maret-april-2015.pdf

http://www.solopos.com/2015/11/21/prestasi-boyolali-kota-susu-raih-adipura-ke-10-663076

http://www.antarajateng.com/detail/pemkab-boyolali-terbaik-nasional-dalam-laporan-akuntabilitas.html

http://www.solopos.com/2016/09/02/ini-5-proyek-ambisius-bupati-boyolali-seno-samodro-749777

http://www.solopos.com/2016/02/03/sapi-perah-boyolali-klaster-sapi-perah-samiran-selo-bidik-produksi-25literekorhari-687552

http://www.kompasiana.com/istiqomah2907/boyolali-kota-susu_55f0d33ace7e61f6110723cc

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau67%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG PUJI RAHAYU

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara