Lupa Sandi?

Kota Sofia Menjadi Saksi Kerennnya Film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara”

adli hazmi
adli hazmi
0 Komentar
Kota Sofia Menjadi Saksi Kerennnya Film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara”

Sebanyak 280 penonton yang memenuhi Cinema House (Dom Na Kinoto) di kota Sofia, Bulgaria telah asyik menonton film Indonesia yang bertajuk islami, yaitu “Aisyah Biarkan Kita Bersaudara” pada acara Indonesian Night di Menar Film Festival, 20 Januari 2017 lalu. Film ini  bercerita tentang seorang guru bernama Aisyah asal dari Jawa Barat yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) di mana di sana mayoritas masyarakatnya adalah Katolik. Lantaran memiliki perbedaan agama antara Aisyah dan penduduk sekitar termasuk muridnya, Aisyah mengalami beberapa tantangan dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar. Sebagai orang Islam dan berkerudung, Aisyah sempat disebut denga ‘suster maria’. Kisah dalam film ini adalah tentang bagaimana perbedaan ini bisa menciptakan perdamaian dan bukan permusuhan.  NTT pada dasarnya adalah daerah yang penduduknya sangat menjaga kerukunan antar umat beragam

Menar Film Festival (Sumber : Artsofia)
Menar Film Festival (Sumber : Artsofia)

Acara Indonesian Night ini dihadiri oleh beberapa  kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, para duta besar negara sahabat, pelajar hingga turis Indonesia yang sedang singgah di Sofia.

Menurut Dubes RI untuk Sofia, Sri Astari Rasjid, film ini mengingatkan kita akan tantangan yang kita hadapi saat ini, untuk dapat hidup damai berdampingan dengan agama yang berbeda. Dunia saat ini dipenuhi kebencian, intoleransi dan terror, kita harus menumbuhkan cinta, perdamaian dan penegritan untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Menar Film Festival merupakan festival film islami terbesar di kawasan Balkan,  Eropa Timur. Dalam festival ini, sebanyak 592 film yang udah disubmit, telah dipilih 20 film yang akan ditayangkan. Dua karya anak bangsa yakni, ‘Aisyah Biarkan Kami Bersaudara’ yang disutradarai oleh Herwin Novianti dan  ‘Cahaya Dari Timur’ yang di sutradarai Angga Dwimas Sasongko turut berpartisipasi dalam festival ini. Film Cahaya Dari Timur akan ditayangkan pada tanggal 26 Januari.

Baca Juga

Penonton yang berada dalam festival ini rata-rata mengagumi keindahan alam Indonesia yang ditampilkan, hal ini tentu menarik minat penonton untuk datang ke Indonesia karena telah mengetahui bahwa keindahan Indonesia bukan hanya Bali.

Film Indonesia yang terpilih di Menar Film Festival (Sumber : Menar Film Festival Website)
Film Indonesia yang terpilih di Menar Film Festival (Sumber : Menar Film Festival Website)

Partisipasi Indonesia merupakan yang kedua kalinya di Menar festival ini setelah tahun 2015. Festival film ini pada awalnya didominasi negara – negara timur tengah dan Afrika Utara, namun KBRI Sofia dengan dukungan Pusat Pengembangan Perfileman Kemendikbud mendorong partisipasi film Indonesia untuk menampilkan budaya dan keindahan Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

The 9th Sofia Menar Film Festival berlangsung dari tanggal 12-29 Januari 2017 secara serentak di 5 bioskop dan cultural center ternama di kota Sofia, Bulgaria. Untuk tahun ini negara yang berpartisipasi diantaranya meliputi Iran, Azerbaijan, Maroko, Turki, Lebanon, Armenia, Palestina, Algeria dan lainnya. Menurut panitia Menar walaupun untuk tahun ini tidak ada jenis kompetisi, sebanyak 592 feature film dan lebih dari 1200 film pendek telah mendaftar untuk berpartisipasi .

Pada acara Indonesian Night tersebut, promosi film indonesia dikemas dalam paket promosi terpadu, dimana sebelum acara pemutaran film dimulai, penonton antri mencicipi berbagai makanan Indonesia seperti sate ayam, krupuk, nasi dan mie goreng serta mengambil berbagai brosur pariwisata Indonesia.  Acara ini juga dimanfaatkan KBRI Sofia, untuk pemberian sertifikat bagi pelajar bahasa Indonesia di Universitas Sofia dan di KBRI sekaligus perpisahan bagi Guru BIPA dengan dukungan Kemristek Dikti, Ibu Titik Wahyuningsih.

Sumber : 

Kementerian Luar Negeri Indonesia

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADLI HAZMI

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara