Lupa Sandi?

Inilah Bukti Cinta Sang Profesor Dangdut Asal Amerika

Mutia Silviani Aflakhah
Mutia Silviani Aflakhah
0 Komentar
Inilah Bukti Cinta Sang Profesor Dangdut Asal Amerika

Demam dangdut seolah tak hanya merebak di nusantara. Irama musik yang menggebu dengan hentakan gendang dan tiupan seruling yang syahdu seakan bisa memikat orang dari mana saja untuk mendengarkannya, pun dari negara lain.

Andrew Weintraub, seorang peneliti yang juga penggila dangdut. Pada tahun 2007 pria asal Amerika Serikat ini bahkan membentuk grup orkes dangdut. Namanya adalah Dangdut Cowboys, dengan enam orang anggota yang terdiri dari dua orang profesor, mahasiswa doktoral, juga musisi setempat.

Dangdut Cowboys memainkan musik kombinasi dangdut dan country dengan gaya ala cowboys yang khas: sepatu boots, baju rumbai, dan juga topi. Mereka bahkan pernah manggung di berbagai kota seperti Pittsburgh, New York, hingga Washington.

Andrew bersama dengan Dangdut Cowboys percaya diri untuk menggoyang Amerika Serikat, mereka  memang memiliki misi untuk memperkenalkan dangdut kepada warga setempat, yang umumnya masih asing dengan musik khas Indonesia ini.

salah satu penampilan dangdut cowboys yang menghibur warga Amerika Serikat (foto: VOA Indonesia)
salah satu penampilan dangdut cowboys yang menghibur warga Amerika Serikat (foto: VOA Indonesia)

Hasilnya pun tak disangka. Dengan irama musik yang unik dan berbeda dengan masyoritas irama musik di sana, dangdut dapat diterima. Karena musiknya yang enak dan meriah mereka dapat menikmati dangdut. Meskipun tak tahu makna dari lirik lagu yang didendangkan oleh Andrew.

Sebagai penggemar dangdut, Andrew merasa dirinya belum sampai pada taraf menciptakan lagu. Saat manggung ia biasanya tampil dengan membawakan lagu-lagu dangdut Indonesia, yang beberapa diantaranya ia nyanyikan dalam Bahasa Inggris.

Andrew memang bukan sosok sembarang penikmat dangdut. Ia adalah seorang profesor etnomusicology dari University of Pittsburg, Amerika Serikat. Tujuannya datang ke Indonesia pertama kali pada tahun 1984 adalah untuk mempelajari kebudayaan Sunda, termasuk gamelan.

Selama di Indonesia, ia tertarik pada musiknya rakyat Indonesia ini. Andrew pernah secara tak sengaja mendengarkan lagu Perjuangan dan Doa milik Rhoma Irama di sebuah radio. Sejak saat itu pria ini mengaku jatuh hati pada dangdut dan lagu-lagu Rhoma. Kaset-kaset sang raja dangdut pun diburunya, didengarkan terus-menerus, hingga kemudian ia berkeinginan untuk meneliti  musik yang liriknya memiliki makna mendalam ini secara khusus.

Pada tahun 2005, Andrew mendapat beasiswa dan kembali ke Indonesia untuk meneliti musik dangdut selama enam bulan. Hasil penelitiannya kemudian dibukukan dengan judul Dangdut Stories yang diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 2010.

Buku dangdut karya Andrew ini bahkan menjadi buku acuan mahasiswa di Inggris, Prancis, Jerman, dan Australia. Tak hanya itu saja, sang penguasa dangdut Indonesia, Rhoma Irama bahkan mengaku kagum dengan isi buku ini.

Weintraub bersama dengan Raja Dangdut Indonesia (foto: bbc.com)
Weintraub bersama dengan Raja Dangdut Indonesia (foto: bbc.com)

Atas kecintaanya pada dangdut, tahun 2008, Andrew mengundang beberapa artis dangdut Indonesia untuk tampil di Amerika Serikat. Upaya Andrew untuk memperkenalkan musik yang umumnya memiliki tempo meriah ini memang tak diragukan. Pria ini bahkan turut mendukung Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia dalam memperjuangkan musik dangdut sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO.

Penasaran dengan penampilan Andrew bersama Dangdut Cowboys? Simak kolaborasinya dengan Rhoma Irama di video berikut ini!


Sumber : diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang44%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi11%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MUTIA SILVIANI AFLAKHAH

Art enthusiast | I'd like to tell you good things, with words I write. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata