Lupa Sandi?

Blitar, Kabar Baik Indonesia

Artanty Gunar Rusydah
Artanty Gunar Rusydah
0 Komentar
Blitar, Kabar Baik Indonesia

Blitar, kutho cilik kang kawentar,  merupakan kota kecil yang terletak seratus enam puluh tujuh kilometer dari ibu kota Jawa Timur. Kota kecil,  Kota  Sang Proklamator. Kota ini sangat erat dengan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Banyak hal-hal sederhana yang membuat kota ini dikenang selalu oleh para perantaunya bahkan pelancong yang sekedar untuk singgah dari perjalan mereka. Hal-hal sederhana tersebut adalah

 1.Angkutan umum

Kota kecil ini tidak memiliki angkutan umum yang beroperasi di dalam kota. Angkutan umum seperti bis dan angkot hanya berada diluar bagian kota. Para penduduknya cenderung menggunakan transportasi pribadi seperti sepeda, motor ataupun mobil.

2. Macet

Baca Juga

Macet, hal ini tidak berlaku di kota ini karena tidak adanya angkutan umum serta penduduk dan luas wilayah yang cukup seimbang. Adapun kota ini mengadalkan transportasi tradisional seperti becak atau delman guna mendukung aktifitas lainya. Dikarenakan tidak ada macet, hanya butuh satu hari bisa cukup untuk mengililingi kota ini.

3. Murah

Dengan lima sampai tujuh ribu rupiah, sebungkus nasi pecel dengan lauknya bisa didapat. Meskipun terlihat murah, namun kualitas yang ditawarkan adalah kuliatas nomor satu. Kolak roti dan ronde di malam hari seharga enam ribu rupiah. Serba murah dan tidak merogoh kantung terlalu dalam untuk menikmati semua kuliner di kota ini.

Nasi Pecel
Nasi Pecel

4. Erat denga tradisi

Meskipun era sudah maju, kota ini masih memegang teguh tradisinya. Seperti "jaranan" disetiap perayaan dan "tumpengan" sebagai wujud rasa syukur atas nikmat dan anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Tradisi Jaranan
Tradisi Jaranan

5. Bulan Bung Karno

Juni, pada bulan ini  kota kecil ini akan disibukan dengan berbagai acara yang berkaitan dengan Ir. Soekarno. Tigal tanggal sakral  di Bulan Juni yaitu satu Juni sebagai lahirnya pancasila, enam Juni lahirnya Ir. Soekarno dan dua puluh satu Juni wafatnya sang proklamator. Dibulan ini, Blitar akan penuh dengan hiasan dan acara yang berbau Ir. Soekarno, Haul Bung Karno serta Grebeg Pancasila.

Memperingati Hari Lahirnya Pancasila
Memperingati Hari Lahirnya Pancasila

6. Bumi Bung Karno

Nama lain dari Kota Blitar. Sedemikian rupa dikarenakan sejarah hidup dan mati sang Proklamtor terukir di kota damai nan bersahaja ini. Ir. Soekarno di makamkan di Kota Blitar dan terdapat istana gebang yang merupakan tempat tinggal dari orang tua dan kakak dari orang tua Ir. Soekarno. Beliau pun pernah tinggal disini semasa mudanya. Terlalu banyak hal dan barang yang ditinggalkan Ir. Soekarno sehingga dibangun sebuah perpustakan yaitu Perpustakan Proklamator Bung Karno.

Perpustakan Bung Karno
Perpustakan Bung Karno

7. Ayem lan tentrem (tenang dan damai)

Tidak ada gedung pencakar langit, bioskop, atau pusat perbelanjaan seperti mall, membuat kota ini tenang tanpa ada hiruk pikuk kemacetan dan aktifitas hilir mudik di pusat perbelanjaan. Biasanya, aktifitas dimulai pada pukul enam pagi dan berakhir pada pukul sembilan malam. Penduduknya yang tidak "ruwet" menambah kenyamanan tinggal di kota ini. Akan lebih baik, para pelancong mengunjungi kota ini pada bulan April dan Juni, karena pada bulan-bulan tersebut kota ini akan penuh dengan suasana hiruk pikur kebudayaan dan sejarah pendiri serta sang proklamator.

Suasana sore di Kota Blitar
Suasana sore di Kota Blitar

Hal-hal diatas memang terlihat sederhana, namun berkesan dihati para penduduknya. Kota kecil ini mampu memberi arti lebih dan memiliki peran atas sejarah salah satu pahlawan bangsa Indonesia. Meskipun sederhana, kota ini berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk bangsanya. Dengan adanya penduduk yang ramah, ringan tangan untuk membantu, memiliki toleransi yang tinggi serta selalu menjaga kearifan lokal menjadikan kota ini indah nan bersahaja. Memang tidak mengikuti era, namun inilah yang menjadikan kota ini istimewa. Kabar baik Indonesia karena masih ada kota kecil yang peduli dengan hal sederhana yang dilahirkan turun-temurun. Kabar baik Indonesa karena memiliki kota kecil yang masih menjaga sejarahnya dan peduli akan kelestariannya. Setidaknya hal ini bisa dibanggakan oleh penduduknya. Kabar baik yang belum  diketahui banyak orang, namun suatu saat nanti kota ini akan menjadi salah satu kota kebanggaan Indonesia. Inilah Indonesia dengan keragaman setiap wilayahnya, sangat luas dan beragam tetapi tetap berupaya untuk menjadi satu. Yang membuat bangsanya bagus bukan hanya prestasi namun juga kota yang bersahaja dan bersahabat dengan rakyatnya. Blitar, kabar baik Indonesia. Indonesia keren. 

Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARTANTY GUNAR RUSYDAH

travelling and photography ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie