Lupa Sandi?

Keren, Anak Indonesia Bertabur Prestasi!

Tantia Shecilia
Tantia Shecilia
0 Komentar
Keren, Anak Indonesia Bertabur Prestasi!

"Benih semua prestasi adalah kemauan, bukan harapan atau impian." (Napoleon Hill). Apa yang dikatakan Napoleon Hill itu setidaknya tercermin pada anak-anak Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Pada tahun 2016 lalu, beberapa anak muda Indonesia berhasil menorehkan prestasi di tingkat dunia. Berikut prestasi anak muda Indonesia yang membuat bergidik Bangsa Indonesia dan Dunia :

Aditya Bagus Arfan, Pecatur Cilik Peraih Gelar Asian Master

Aditya Bagus Arfan
Aditya Bagus Arfan (google.com)

Aditya Bagus Arfan,  anak muda kelahiran tahun 2006 ini menorehkan prestasi yang membanggakan dengan berhasil meraih medali emas kejuaraan catur Asean kategori U-10 yang berlangsung 10 hari di Dusit Thani Pattaya, Thailand pada bulan Juni 2016. Gelar juara turnamen yang diikuti 320 peserta dari 13 negara untuk berbagai kategori itu sukses direngkuh bocah lelaki kelahiran 2006 tersebut usai mengalahkan 40 peserta di kelompok putra usia 10 tahun. Ia juga berhasil menjadi 5 pecatur terbaik kejuaraan catur Internasional di Malaysia pada Desember 2016 yang lalu. Nyatanya, usia sama sekali tak menghalangi Adit untuk berprestasi.

 Juara International Physics Olympiad (IPhO) ke-47

Tim Oplimpiade Fisika Indonesia
Tim Oplimpiade Fisika Indonesia (Ainamulyana.blogspot.com)

Di bidang ilmiah, Siswa Indonesia mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil meraih satu emas dan empat perak dalam Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-47 yang diselenggarakan di Zurich, Swiss, 10-17 Juli 2016. Ada Michael Gilbert (SMAK Penabur Cirebon) yang meraih medali emas, serta Edwin Aldrian Santoso (SMA Negeri 1 Surakarta), Kevin Limanta (SMAK IPH Surabaya) dan Hugo Herdiyanto (SMAK Penabur Cirebon) yang meriah medali perak.

Juara Kompetisi Galax Overclocking Carnival (GOC)

Alva Jonathan, Overlocker dunia
Alva Jonathan, Overlocker dunia (tekno.liputan6.com)

Mewakili Indonesia di bidang IT, Alva Jonathan berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi overclocking tingkat dunia, Galax Overclocking Carnival (GOC) di China, 2016. Overclocker yang dikenal dengan nama "Lucky_n00b" itu menjadi juara dunia setelah mengalahkan 11 overclocker ternama lainnya. Pada tahun sebelumnya ia juga berhasil meraih juara 3 di kompetisi yang sama. Perlombaan overclocking adalah perlombaan yang menguji kemampuan untuk meningkatkan sebuah performa komponen CPU atau GPU perangkat komputer agar memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari asalnya.

Runner up Kompetisi  Teknologi Internasional Imagine Cup 2016

Tim Indonesia, None Developers
Tim Indonesia, None Developers (id.techinasia.com)

Imagine World Cup adalah kompetisi teknologi tingkat dunia yang diselenggarakan oleh perusahaan Microsoft. Pada tahun 2016 tim asal Indonesia, None Developers yang anggotanya merupakan empat mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura berhasil meraih juara dua dunia dalam kategori game yang diberi nama "froggy & the Pesticide". Games ini memiliki pesan untuk meningkatkan perhatian dan pemahaman dampak penggunaan pestisida terhadap lingkungan. Dalam kompetisi yang sama, ada juga kategori lain yang dilombakan yaitu Online Challenges. Dalam kategori ini tim Monolight berhasil meraih juara dengan menciptakan games ilusi 2D bergenre puzzle adventure game yang berjudul "Monolight".

15 Besar dalam Kompetisi  Startup Dunia

Kompetisi Startup Istanbul (google.com)
Kompetisi Startup Istanbul (google.com)

Tiga startup asal Indonesia yang diwakilkan oleh kitabisa.com, Kostoom, dan Urbanhire berhasil masuk ke dalam 15 besarKompetisi startup yang diselenggarakan di Kota Istanbul Turki pada Oktober 2016.   Dalam kompetisi tersebut juga dihadiri oleh beberapa investor dan perusahaan besar yang diharapkan tertarik untuk berinvestasi pada startup karya anak Indonesia. Hal ini menjadi sejarah prestasi startup anak muda Indonesia di dunia internasional.

Joey Alexander, Pianis Cilik Berbakat

Joey Alexander
Joey Alexander (billboard.com)

Pianis cilik asal Indonesia yang berbakat, Joey Alexander Sila, telah berhasil menorehkan prestasi  di skala Internasional. Meskipun masih berusia 10 tahun, bocah cilik ini sudah mahir memainkan tuts piano dengan indah. Ia berhasil meraih “Grand Prix 1st International Festival Contest of Jazz Improvisation Skill” yang diselenggarakan pada 5-8 Juni 2013 di Odessa, Ukraina. Pada festival musik Jazz itu, Joey adalah peserta termuda, dan dia berhasil mengalahkan 43 peserta dari berbagai dunia.

Runner up  Kejuaraan AFF 2016

Timnas Indonesia
Timnas Indonesia (bantennews.co.id)

Masih ingat semarak kejuaraan AFF Tahun lalu? Ya, Timnas sepak bola Indonesia memberikan kabar gembira di penghujung tahun 2016 dengan menduduki peringkat dua. Hal itu tentu saja perlu diapresiasi karena dengan minimnya pembinaan dan persiapan, timnas Indonesia berhasil bermain cukup baik dalam kompetisi tersebut dan berhasil hingga tahap final melawan timnas Thailand. Bahkan dalam final putaran 1, timnas berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. Walaupun pada putaran kedua, nasib baik belum dimiliki Timnas Indonesia sehingga harus puas dengan posisi runner up

Kini, di tahun 2017, Anak Indonesia lagi-lagi membawa harum nama Indonesia hingga ke dunia. Sebanyak 12 siswa Indonesia menggondol 44 medali dalam ajang debat Bahasa Inggris Internasional atau “World Scholars Cup” (WSC) yang diselenggarakan di Universitas Yale, Amerika Serikat. Tim Indonesia tersebut diwakili siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Global Sevilla Puri Indah, Jakarta.

Siswa Indonesia borong medali
Siswa Indonesia borong medali (scholarscup.org)

Lomba terbagi atas debat lisan dan tulisan secara individual dan grup. Sebanyak 12 siswa yang berhasil meraih medali ialah Julius Owen Suherman yang mengumpulkan 12 medali, Alexandra Annika, Angelica Marta, Basilio Otto Suherman, Wirayuda Hendro Gunawan, Morgan Thomas Coomes, Bianca Evangelista Tjahjadi (3), Evan Haryowidyatna, Adler Edsel, Aurelia Vidyani Sidin, Yasa Danavira Tjoe, dan Kenny Kusnadi. Bahkanm Julis Owen yang berhasil meraih 12 medali (8 emas, 4 perak) juga didapuk menjadi peserta nomor satu terbaik dari Indonesia. Owen juga yang menjadikan Indonesia di posisi 14 di lomba debat yang digelar sejak tahun 2007. Membanggakan bukan?

Prestasi di atas hanya segelintir prestasi dari milyaran prestasi Indonesia lainnya. Deretan prestasi internasional dan ratusan medali emas, perak, perunggu, menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki pelajar-pelajar yang layak dipuji. Selain memiliki keindahan alam yang luar biasa, ternyata Indonesia juga memiliki generasi cerdas yang  mampu bersaing di berbagai bidang, dengan siswa terbaik dari seluruh negara. Hal ini sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa memang,  Indonesiaku keren!

 

"Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2"

Sumber data :

(tempo.co)

(bola.net)

(hipwee.com)

(Indosport.com)

(antaranews.com)

(tekno.kompas.com)

(jurnalindonesia.id)

Pilih BanggaBangga72%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG TANTIA SHECILIA

Graduated from biology science in Universitas Riau in 3,5 years who is passionate about research, zoology and conservation. Really love to work in organization and community. I also love teaching and ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas