Lupa Sandi?

Diving, Salurkan Hobi Dan Selamatkan Terumbu Karang

Shafa Marisa Nurulita
Shafa Marisa Nurulita
0 Komentar
Diving, Salurkan Hobi Dan Selamatkan Terumbu Karang

Indonesia itu negeri yang kaya, ribuan pulau yang dihubungkan oleh wilayah laut yang begitu luasnya. Sangat disayangkan jika kita, warga negara Indonesia tidak menikmati keindahan bawah lautnya. Karena hal itu, saya mencoba untuk menyelam dan melihat keindahan bawah laut negeri tercinta.

Hari itu, saat libur sekolah. Sengaja memilih pantai yang lumayan dekat dari Malang, yaitu pantai Pasir Putih di kecamatan Bungatan, kabupaten Situbondo. Awalnya memang tidak berencana untuk diving, hanya sekedar bermain air tapi akhirnya tergoda untuk mencoba. Persiapan dimulai sejak jam 8 pagi, saya dan saudara saya akan melakukan penyelaman untuk pertama kalinya. Nervous, excited, tidak sabar, semua perasaan itu bercampur aduk. Kami menunggu perlengkapan sembari bercanda di pinggir pantai, tepat pukul 9 pagi instruktur selam kami datang dan membawa peralatan lengkap mulai dari wet suit, scuba, fin, mask, dsb.

Kami bersiap mulai dari pemasangan alat, berganti pakaian, pemanasan, briefing dan akhirnya berlatih pernapasan di air pada kedalaman 3 - 4 meter. Bagaimana rasanya? Luarr biasa! Beban tabung oksigen seberat 15kg, belt seberat 5kg harus kami pakai karena memang itu alatnya, hehehe. Setelah 30 menit penyesuaian, kami menaiki perahu dayung menuju spot diving yang sesungguhnya. Setelah sampai di lokasi yang dituju, kami turun satu-persatu dan mulai menyelam untuk menikmati keindahan terumbu karang. Ya Tuhan, begitu indahnya Engkau menciptakan makhluk di bumi tanpa ada satu pun yang sia-sia. Sekitar 50 menit berada di kedalaman 10 meter akhirnya penyelaman berakhir sudah, rasa pegal di badan karena beban yang berat terbayarkan dengan keindahan terumbu karang.

Tapi, satu masalah yang terdengar memilukan setelah saya naik kembali ke atas kapal. Instruktur selam saya bercerita, "dulu terumbu karangnya justru lebih bagus dari ini, sekarang air laut tingkat keasamannya naik. saya lihat di televisi, banyak terumbu karang di wilayah Greet Barier Reef Australia mati karena efek pemanasan global. Wilayah terumbu karang yang subur di Indonesia pun semakin berkurang. Next time menyelam lagi sambil menyelamatkan terumbu karang" rasanya ingin menangis mendengar fakta itu. Kalau kita tidak bisa menjaga dengan menengok alam bawah laut setiap saat, minimal kita tidak merusaknya dengan kegiatan sehari-hari yang merugikan. Walaupun efeknya tidak sekarang, bagaimana anak cucu kita nanti menikmati keindahannya?

Meskipun baru pertama kali menyelam, saya merasa bahwa itu akan menjadi hobi. Namun dengan satu syarat, ikut menyelam dan harus ikut menyelamatkan habitat terumbu karang! Sekian kabar baik yang saya bawa dari Bungatan, semoga bermanfaat!

"Artikel ini diikutkan dalam kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2"


Sumber foto utama : galeri pribadi penulis

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG SHAFA MARISA NURULITA

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas