Lupa Sandi?

Taman Safari Terluas di Asia Tenggara Ada di Indonesia

Arifina Budi
Arifina Budi
0 Komentar
Taman Safari Terluas di Asia Tenggara Ada di Indonesia

Jika mendengar taman safari, banyangan kita tentu mengarah pada kegiatan wisata. Taman safari memang menjadi tempat yang asyik untuk melepas penat sambil berinteraksi langsung dengan hewan-hewan dari berbagai benua di dunia ini. Di sini hampir semua jenis hewan ada sehingga memberikan kita kesempatan untuk bisa mendapat sedikit sensasi pengalaman "berkeliling" dunia dalam satu paket lengkap.

Kawan tentu sudah tahu, kan kalau Indonesia punya tiga taman safari yang berada di tempat berbeda, salah satunya berada di Prigen, Jawa Timur.

Taman Safari yang dibangun di kaki Gunung Arjuna ini adalah taman safari ke-2 setelah Taman Safari Cisarua di Bogor, sedangkan taman safari yang ke-3 berada di Bali. Namun, taman safari di Prigen merupakan taman safari yang paling luas dibandingkan taman safari lainnya dengan luas 350 hektar. Di Bogor, taman safari dibangun di atas tanah seluas 150 hektar dan di Bali taman safarinya hanya seluas 40 hektar. Bahkan Taman Safari Prigen juga menjadi taman safari paling luas di Asia Tenggara.

Tak cuma itu, tentunya dengan luas yang sedemikian agung itu Taman Safari Prigen punya banyak koleksi satwa dan juga menjadi pemilik koleksi satwa terbanyak dari taman safari lainnya dengan jumlah lebih dari 3000 satwa dari 200 spesies. 

Nah, tidak cuma menawarkan paket wisata, Taman Safari Prigen sebenarnya juga menjadi lembaga konservasi dan penelitian yang punya beragam program pendidikan yang sudah bekerja sama dengan institusi di berbagai negara. Sudah ada satu hasil penelitian dan percobaan yang dilakukan oleh Taman Safari Prigen, yakni mengawinkan sapi Bali dan Banteng yang akhirnya berhasil melahirkan Jalitheng. Selain itu, Taman Safari Prigen juga aktif melakukan perlindungan terhadap satwa langka dan membantu mengevakuasi satwa liar yang memakan korban.

Awal tahun 2017 ini Taman Safari Prigen menyambut kelahiran baby Hippo baru (foto: Taman Safari Prigen)
Awal tahun 2017 ini Taman Safari Prigen menyambut kelahiran baby Hippo baru (foto: Taman Safari Prigen)

Di sini pula sudah lahir banyak hewan, seperti seekor gajah bernama Raflesia yang lahir pada tahun 2016. Pun di awal tahun 2017 ini, tepatnya tanggal 2 Januari lalu Taman Safari Prigen menyambut kelahiran anggota keluarga kuda nil baru dari pasangan Morsey dan Yoga. Dengan kelahiran baby Hippo ini, maka jumlah populasi kuda nil di Taman Safari Prigen kini genap ada 10 ekor. Dan pada 24 Januari lalu, baby Hippo ini akhirnya memiliki nama yang diberikan oleh Kapolres Pasuruan AKBP Muhammad Aldian dengan nama Hippo Bhayangkara Pas.

Taman Safari dengan teknologi canggih

 

Yang membuat kita tegang ketika melakukan safari keliling area satwa adalah ketika akan memasuki kawasan harimau dan singa. Bagaimana tidak? Kita kenal sekali bahwa dua hewan ini adalah hewan buas yang makanannya adalah daging. Namun, kalau jalan-jalan di tamna safari kita tidak perlu khawatir karena mereka sudah punya sistem teknologi yang canggih sehingga para harimau dan singa yang akan kita lewati tidak akan menyerang.

Apa teknologi itu?

Jadi, di setiap kandang singa dan harimau setiap dinding dan pintunya dilengkapi oleh sistem kejut elektrik dengan voltase yang aman untuk satwa sehingga ketika satwa-satwa buas ini melangkah di dekat kandang satwa lain otomatis ia akan kena setrum dan tidak berani mendekat lagi. Pun kita tak perlu khawatir dengan sang hewan yang terkena setrum listrik karena aliran listrik yang dipasang tidak akan melukai mereka. 

Untuk membuat singa dan harimau tenang biasanya para Keeper terlebih dahulu membuat mereka kenyang (foto: Wonderful Indonesia)
Untuk membuat singa dan harimau tenang biasanya para Keeper terlebih dahulu membuat mereka kenyang (foto: Wonderful Indonesia)

Selain itu, Taman Safari Prigen juga pernah melakukan evakuasi terhadap hewan liar seperti harimau di Aceh yang sudah memakan dua korban. Harimau ini kemudian ditangkap dan diamankan di Taman Safari Prigen. Di sana, untuk mengetahui gerak gerik si harimau, pihak tenaga ahli di Taman Safari Prigen akan memasang mikro chip pada tubuh harimau untuk melacak keberadaan harimau ini.

Taman safari tentu menjadi pilihan yang tepat bagi kita untuk mendapatkan edukasi yang lengkap tentang dunia hewan. Tak hanya melihat mereka dari luar kandang, kita bahkan bisa melihat langsung, berinteraksi, dan menyentuh hewan-hewan di taman safari. 

*

GNFI

Pilih BanggaBangga84%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau4%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIFINA BUDI

Pencerita hal-hal baik untuk dunia. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara