Lupa Sandi?

Cerita Model Cantik Berlumpur di Majalengka

Muhammad Riswan Hulalata
Muhammad Riswan Hulalata
0 Komentar
Cerita Model Cantik Berlumpur di Majalengka

Menceritakan keunikan, keindahan dan kekayaan negeri Indonesia kita tercinta ini bakal tidak akan ada habisnya. Selain laut yang menjadi 70 persen sumber penghidupan masyarakatnya, 30 persen lainnya terdapat penghidupan yang beragam dimulai dari bawah tanah hingga di atas daratan tanah ini.

“orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”

Sepenggal lirik lagu dari Koes Plus dalam lirik tersebut, menyatakan tanah Indonesia merupakan tanah yang subur dan mempunyai nilai yang sangat berharga, seperti surga yang ada di alam sana.

Sehingga itu, di Provinsi Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Majalengka, kecamatan Jatiwangi oleh masyarakat sekitar, tanah menjadi sumber rezeki yang Lebih dari satu abad daerah ini menghasilkan genteng untuk nusantara dan dipelihara serta dilestarikan hingga turun temurun oleh anak cucu.

Baca Juga

Pada saat kegiatan Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) di bulan Oktober 2016 tahun lalu di Kota Cirebon, even ini merupakan ajang silaturahmi dan berkumpul bagi para komunitas fotografi di seluruh kampus dari sabang hingga merauke, kami pun berkesempatan menginjakkan kaki ke tanah Majalengka di hari kedua.

Dari sekian banyak kegiatan dan cerita di Kabupaten Majalengka tepatnya di kecamatan Jatiwangi, ada yang menarik untuk di ceritakan kembali soal apa yang belum pernah saya lihat sebelumnya dan ingin berbagi kepada khalayak bahwa indonesia itu keren.

Tepat pada hari rabu (19/10/2016) siang, para peserta mengunjungi Pabrik Genteng di Edi Jaya Jatiwangi, Majalengka. Perjalanan Cirebon ke Majalengka tak membuat antusias mahasiswa menurun. Disana kita melihat dan berinteraksi langsung dengan pekerja genteng, masyarakat pabrik, hingga model-model cantik yang dihadirkan oleh pihak panitia.

Ada yang unik dan beda saat melihat para model-model cantik yang tergabung dalam Jebor Posegraph asal Jatiwangi ini. Mereka dihiasi dan di dandani lumpur yang pada dasarnya lumpur itu biasa dipakai untuk bahan pembuatan genteng.

Beberapa Model Jebor Posegraph
Beberapa Model Jebor Posegraph sedang duduk di atas genteng untuk siap di foto

Dari sepanjang karir saya mengikuti even-even dan workshop foto model, tidak pernah saya lihat model di kasih lumpur atau apapun itu yang bisa merusak kecantikan dan kebersihan tubuh si model. Dan saya melihat itu di Jatiwangi. Mereka menikmatinya dan tidak sungkan untuk dilumuri lumpur di sekujur tubuhnya.

Hingga kembali ke Makassar, saya terus bertanya-tanya, mengapa para model itu mau dan dengan ikhlas ber pose layaknya model biasa tanpa dilumuri lumpur. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya ke beberapa model melalui pesan di Instagram.

Dua model yang sedang di foto di atas susunan genteng
Dua model Jebor Posegraph yang di foto di atas susunan genteng

Dari sekian banyak model, ada beberapa model yang sempat saya abadikan gambarnya dan ada dua yang sempat saya wawancarai. Amalia Siti dan Saima Asshara.

Kata Amalia, mahasiswi semester tiga jurusan PGSD di Universitas Sebelas April Sumedang ini, banyak hal yang membuat ia termotivasi, salah satunya adalah tidak ada atau jarang model yang mau di lumpurin seperti itu, unik dan menjadikan keindahan lain bagi dirinya.

“Bagi saya suatu hal yang sangat unik dan jarang orang lain punya buat foto di lumpurin dan acara JFMI itu bagi saya suatu kesempatan besar bisa ikut mengisi acara, selain berpose dengan lumpur, saya juga ingin membuat terobosan baru dan ingin memberikan sesuatu hal yang beda buat JFMI dan khususnya warga jatiwangi, bahwa tanah itu tidak hanya di jadikan bahan genteng tetapi juga bisa sebagai alat untuk memperindah busana kita juga mas.”

Amalia
Amalia Siti (Aulia Akbar)

Sementara itu, Saima Ashara mengungkapkan motivasinya mengikuti event JFMI karena event ini menurutnya sungguh luar biasa dengan memakai konsep Jebor pose graph khususnya, karena konsep itu merupakan konsep yang berbeda pada konsep photoshoot model lainnya.

“Unik, kreatif dan inovatif. Hal itulah yang menarik saya untuk menjadi bagian dari event tersebut, karena seni itu memiliki batasan yg luas juga kan, jujur saya memiliki kebanggaan dan kepuasan tersendiri untuk itu,” pungkas wanita yang juga hobi nyanyi ini.

Saima Asshara
Saima Asshara

Sekedar diketahui, Jebor sendiri berarti Pabrik Genteng, dan di Jatiwangi ini Jebor melahirkan seni posegraph. Seni ini berasal dari kata “pose” dan “graph”, artinya pemotretan dengan latar dan media di pabrik genteng. Jebor posegraph memakai model perempuan, sebelum difoto tubuh model-model cantik ini dilumuri tanah dan serpihan genteng.

Itulah sedikit cerita unik model-model cantik berlumpur yang ada di kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Memang betul indonesia itu di ciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.

"Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2"


Sumber : Foto dan Doc Pribadi

Pilih BanggaBangga30%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MUHAMMAD RISWAN HULALATA

"Sejak lahir hingga dewasa hidup di lingkungan dan tempat yang berbeda, terlanjur mencintai dunia fotografi dan saat ini sedang menekuni dunia jurnalistik." ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas