Lupa Sandi?

Indonesia Panen "Orang Baik"

Sully Pratama
Sully Pratama
0 Komentar
Indonesia Panen

Kata panen bermakna memetik hasil sawah/ladang. Dengan luas 1,905 km persegi yang dapat digunakan untuk menabur bibit, Indonesia saat ini sedang memanen bibit-bibit kebaikan yang ditanam oleh orangtua, leluhur dan tetua kita. "Orang baik" telah matang dan melakukan kebaikan di berbagai sudut kota di Indonesia.

"Orang baik" tersebut memiliki kepedulian yang tinggi akan lingkungan sosial di Indonesia. Dimulai dengan rasa empati yang tinggi, para "orang baik" tersebut memiliki gagasan untuk memperbaiki keadaan sosial Indonesia. Berbekal keberanian, kepedulian dan juga sebagai pengamalan pancasila dan agama masing-masing, mereka membentuk berbagai organisasi kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.

Coba perhatikan di berbagai media sosial, akan sering kita temui akun-akun dari organisasi kemasyarakatan tersebut. Yayasan Pita Kuning adalah organisasi yang bergerak dalam bidang kesehatan anak. Berfokus untuk meringankan beban dari keluarga dengan anak penderita kanker, organisasi yang salah satu penggagasnya adalah komika terkenal Pandji Pragiwaksono, memberikan bantuan moril dan materil bagi anak-anak penderita kanker dan keluarganya.

Organisasi berikutnya adalah Sahabat Anak, dengan area cakupan setiap sudut kota Jakarta, pemuda-pemudi yang tergabung menjadi sukarelawan di organisasi ini memiliki tekad untuk meningkatkan dan memenuhi hak-hak anak jalanan dan marginal. Dengan berbagai jenis kegiatan seperi kegiatan bimbel, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian beasiswa pendidikan, pemberian susu dan makanan sehat serta mengajak anak-anak bermain merupakan berbagai cara yang ditempuh untuk membantu pemenuhan hak-hak anak yang terkadang telah dirampas dari mereka.

Baca Juga

Sahabat Anak juga memiliki kegiatan jambore tahunan yang mana tujuannya adalah untuk memenuhi salah satu hak anak yaitu hak untuk bermain. Dalam acara tersebut adik-adik binaan dan kakak volunteer bersama-sama berkumpul, bermain dan membentuk ikatan yang tak terlupakan.

Animal Rescue and Adoption Center (ARAC) berawal dari kepedulian akan terbengkalainya hewan-hewan di jalanan, pemuda-pemudi yang tergabung memikirkan suatu solusi untuk memberikan tempat perlindungan bagi hewan-hewan yang seringkali mengalami penyiksaan di jalanan. Berbagai cobaan mereka hadapi, kekurangan dana, penolakan dari warga sekitar serta kurangnya sumber daya manusia untuk membantu kegiatan mereka. Cobaan tersebut bukanlah tantangan yang dapat menghentikan mereka, kegiatan ini didukung masyarakat dan tetap berjalan hingga kini.

Kelas Inspirasi, Akademi berbagi, Rumah Belajar Senen, Indonesia mengajar, Yayasan Rumah Pelangi, Rumah belajar merah putih dan berbagai organisasi lainnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh "orang baik" yang ada di Indonesia. Pemuda-pemudi Indonesia tidak lagi mengalami kesulitan dalam melakukan kebaikan, dan apabila mereka mencari wadah organisasi untuk menampung rasa kepedulian yang sama, dengan mudah mereka dapat menemukan organisasi tersebut.

Dengan menyebarnya berbagai organisasi kemasyarakat tersebut, kepedulian pemuda-pemudi di Indonesia layaknya memiliki keunggulan tersendiri dibanding dengan negara lain. Beragamnya organisasi dan gerakan yang ada di Indonesia merupakan kebanggan tersendiri bagi bangsa kita, tak banyak negara-negara lain pada saat ini mengalami pesatnya perkembangan organisasi kepemudaan seperti Indonessia.

Dada Vaswani berkata "If you want to be happy, help others" , itulah yang dirasakan oleh "orang baik" yang telah memulai organisasi dan gerakan kemasyarakan. Tidaklah mereka merasa lelah dan frustasi tapi kesenangan dan kebahagiaan yang mereka dapatkann dari membantu orang lain.

"Orang baik" Indonesia telah matang dan menaburkan bibit kebaikan kepada generasi berikutnya. Tanpa meminta bayaran, mereka mendirikan berbagai organisasi dan gerakan tersebut, tanpa kenal lelah mereka juga terus melakukan sosialisasi program kerja dari organisasi dan gerakan yang mereka dirikan. Sampai akhirnya setiap orang tersebut menanamkan dan menyebarkan bibit kebaikan dan kepedulian di tanah air kita tercinta ini. Tak perlu khawatir, Indonesia di masa depan dapat menikmati surplus dan swasembada "orang baik". Mari terus sebarkan kebaikan!

Sumber:

Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2.

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG SULLY PRATAMA

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata