Indonesia begitu kaya akan keanekaragaman budayanya. Tak salah apabila kemudian banyak yang ingin mempelajari kebudayaan Indonesia lewat berbagai cara tak terkecuali orang luar negeri. Seperti Australia, menjadi salah satu negara yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.

Beberapa waktu lalu Muhammad Mona Adha, seorang mahasiswa doktoral ini tengah sibuk berkegiatan di Adelaide, Australia Selatan. Bukan tanpa sebab, kunjungannya ke Australia tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia lewat permainan tradisional pada murid-murid di sana secara langsung.

Mona merupakan mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Misi memperkenalkan budaya Indonesia ke Australia didapat Mona lewat sponsor dari Australia Indonesia Institute (AIA), Department of Foreign Affairs and Trade, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Flinders University, terutama Indonesian Program.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
©Flinders' Jembatan

Di Australia, beberapa sekolah dasar di sana ternyata sudah menerapkan dan mengembangkan pelajaran bahasa Indonesia. Bahkan mata pelajaran bahasa Indonesia telah menjadi kurikulum khusus di sana. Selain itu, hampir rata-rata guru di Australia juga sangat fasih berbahasa Indonesia dan memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan mata pelajaran tersebut.

Lewat program Jembatan yang Mona ikuti mengantarkannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan secara langsung. Jembatan sendiri merupakan sebuah program untuk mengenalkan dan lebih mendekatkan budaya Indonesia ke siswa-siswi SD sampai SMP di Australia Selatan.

Kehadiran tim Jembatan ternyata disambut sangat positif oleh sekolah-sekolah di Australia. Program Jembatan yang Mona ikuti juga mengantarkannya untuk melihat efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia di 23 sekolah negeri maupun swasta di Australia Selatan. Kedatangan tim Jembatan juga memberikan keuntungan bagi murid-murid karena mereka dapat berinteraksi dan mempraktikkan bahasa Indonesia secara langsung.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
©bucathydotcom

Lantas untuk melakukan misinya tersebut, Mona kemudian menggelar workshop budaya dan bahasa Indonesia yang dilakukannya di beberapa sekolah Australia Selatan. Mona menggunakan metode pengajaran yang unik lewat permainan tradisional khas Indonesia, seperti congklak, bekel, pagar ayam, lompat karet dan sebagainya. Ternyata belajar sambil bermain yang diajarkannya sangat disambut antusias oleh para murid.

Selain itu untuk mendekatkan dan mengenalkan ragam budaya Indonesia pada murid-murid Australia juga dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan pengenalan. Seperti pengenalan tentang kuliner Indonesia, pidato dalam bahasa Indonesia, lagu-lagu Indonesia, dan percakapan ringan.

“Jadi, workshop seperti ini salah satu langkah tepat yang memberikan gambaran secara umum dan khusus perihal kebudayaan Indonesia, termasuk yang kontemporer sebagaimana tercermin dalam media sosial dan berbagai pergaulan yang menunjukkan dinamika pemakaian bahasa Indonesia melalui partisipasi aktif anak-anak Australia, yang juga mengakses media sosial dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya,” ujar Mona seperti dilansir dalam australiaplus.com.

Menurut Mona yang terpenting dari proses workshop tersebut adalah menjalin kerjasama dan hubungan yang baik antara Indonesia dan Australia dengan saling memahami dan menghargai satu sama lain.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
©bucathydotcom

Seperti kisah Anthony, salah satu murid sekolah Emmaus Catholic School yang terus penasaran karena gagal memainkan bola bekel. Bahkan Anthony berniat untuk membeli perangkat permainan bekel supaya bisa dipelajarinya dengan latihan di rumah. Mona yang tidak tega dengan tekad Anthony mencari bekel di negeri Kangguru, lantas memberikan satu set permainan bekel kepadanya.

Dengan mengajarkan permainan tradisional khas Indonesia, menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia. Selain belajar dan praktik berbahasa Indonesia, murid-murid di sana secara langsung juga mendapatkan keterampilan tambahan lewat permainan tradisional Indonesia yang diajarkan.

Sebagai generasi muda kita juga dapat ikut andil untuk melestarikan ragam budaya Indonesia di mata dunia lewat berbagai cara seperti, menggunakan produk lokal, mengajarkan budaya di lingkungan sekitar, memposting budaya Indonesia lewat media sosial, dan yang terpenting bangga dengan ragam budaya Indonesia sebagai identitas lokal kita.


Sumber : australiaplus.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu