Lupa Sandi?

Pasukan Baret Biru Indonesia Tiba di Kongo

adli hazmi
adli hazmi
0 Komentar
Pasukan Baret Biru Indonesia Tiba di Kongo

Derap langkah mantap terdengar jelas dari kaki para tentara Indonesia. Perwakilan tertunjuk dari pimpinan tertinggi untuk membantu menjaga perdamaian di negara lain mantap melaksanakan tugasnya dengan kebanggaan merah putih di dada mereka. Meninggalkan istri dan anak dengan kata perpisahan sementara “Bapak bertugas dulu”.

Prajurit TNI Tiba di Kongo (Sumber : www.intelijen.co.id)
Prajurit TNI Tiba di Kongo (Sumber : www.intelijen.co.id)

Sebanyak 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Kompi Zeni (Satgas Kizi) Konga XX-N/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation En Republique Democratique de Congo) telah tiba di Kongo, Afrika pada 29 Januari 2016 . Sebelumya satuan ini terlebih dahulu transit di Bandara Internasional Enteebe-Uganda dan terbang menuju tiga lokasi misi yang berbeda yang tugasnya dibagi-bagi, yakni sebanyak 6 personel di titik Bunia, 86 personel di Beni Tactical Operational Base (TOB) dan 83 personel di Dungu Company Operasional Base (COB). Ternyata tentara Indonesia (Kontingen Garuda) telah sangat diakui oleh aparatur misi disana maupun masyarakata lokal. Kontingen Garuda memiliki citra yang baik dan dikenal ramah untuk penduduk setempat, Dansatgaz Kizi TNI Mayor CZI Alam Sucipto, S.Sos., berpesan kepada kontingen Garuda untuk mempertahankan citra ini. “Keberadaan Indonesia diakui oleh aparatur misi Monusco disini, masyarakat lokalpun menyatakan rasa bangga terhadap kontingen Indonesia. Ini merupakan langkah awal yang cukup berat unntuk mempertahankan citra Indonesia yang telah ditanamkan disini,” ucapnya.

Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco yang beranggotakan 175 orang ini terdiri dari 150 personel TNI Angkatan Darat, 19 personel dari TNI Angkatan Laut dan 6 personel TNI Angkatan udara yang sebagian bersar diambil dari Yonzikon 11 dan Yonikon 12 yang berdomisili di Jakarta dan Palembang. Satgas ini dipimpin oleh Mayor Nur Alam Sucipto, S.Sos sebagai komandan Satgas abituren Akademi Militer 2000 yang saat ini menjabat sebaggai komandan Batalyon Zeni Konstruksi 11/DW, di Matraman, Jakarta Timur.

Baca Juga
Selamat Bertugas Kontingen Garuda (Utama News)
Selamat Bertugas Kontingen Garuda (Utama News)

Kontingen Garuda akan melaksanakan tugas yang diberikan PBB untuk menjaga stabilitas perdamaian disana dan meredam konflik antara pemberontak dan pemerintah agar gejolak konflik tidak membesar, selain itu Pasukan Perdamaian ini juga melakukan karya kontruksi vertikal dan horizontal seperti membangun jalan Kiliwaduru sepanjang 37 km dan Duru-Duru sepanjang 98 km. Kontingen ini akan bertugas selama satu tahun terhitung dari 29 Januari 2017 hingga 2018 nanti.

Pasukan Garuda sendiri telah berkontribusi sebagai pasukan keamanan di PBB (UN Peace Keeping Force) sejak tahun 1956 di Sinai (Pasukan Garuda 1) dan pernah mengemban berbagai tugas di Sierra Lone pada tahun 1996 dan di Tajkistan pada tahun 1997. Sebelum penugasan di Kongo, kontingen Garuda telah melakukan tugasnya di Lebanon dengan jumlah orang yang ditugaskan yakni 1169 personel pada kurun waktu tahun 2015-2016 dan juga ada kontingen Garuda lainnya yang bertugas di Sudan dengan 800 personel TNI.

Kontingen Indonesia bersama Kontingen lainnya ( Sumber : Strategi Militer Indonesia)
Kontingen Indonesia bersama Kontingen lainnya ( Sumber : Strategi Militer Indonesia)

Kongo merupakan negara yang mendapat predikat sebagai negara gagal (failed state) dimana negara tidak mampu mengontrol pemberontak didalamnya sehingga angka pembunuhan,pemerkosaan dan kejahatan lainnya sangat tinggi. PBB pun tengah mencari resolusi yang tepat untuk negara ini. Diketahui bahwa pasukan pemberontak yang diyakini didukung oleh Rwanda telah berhasil merebut kota Goma di bagian timur negara tersebut pada tahun 2012. Di Kongo telah terjadi 2 perang besar, yakni perang Kongo 1 dan 2. Perang Kongo 1 terjadi tahun 1996 – 1997 dimana yang berperang adlah milisi Hulu wanda dan UNITA melawan AFDL (L'Alliance des forces démocratiques pour la libération du Congo) yang mana dimenangkan oleh AFDL dan sekutunya. Kongo yang pada awalnya adalah negara yang bernama Zaire ini berubah menjadi Republik Demokratik Kongo ketika Laurent-Desire Kabila menjadi Presiden Zaire yang baru.

Perang Kongo 2 terjadi pada tahun 1998 - 2003 yang mana perang ini bisa dikatakan adalah perang dunia nya Afrika karena banyaknya pihak yang terlibat dan juga kerugian yang besar. Pihak yang berseteru adalah Mai-Mai & Milisi-Milisi pro Hutu dari negara Angola, Chad, Namibia, Republik Demokratik Kongo dan Zimbabwe melawan Rassablement Congolais Pour la Democratie (RCD), Movement for the Liberation of Congo (MLC) dan milisi-milisi pro Tutsi yang mana kelompok-kelompok ini berasal dari negara Burundi, Rwanda dan Uganda. Perang kemudian berakhir tanpa pemenang dan Kongo tetap bertahan namun perang ini telah memakan 5.4 juta jiwa dan kehancuran infrastruktur kota yang luar biasa. Konflik-konflik kecil semenjak hal ini pun tetap terjadi.

Sumber :

Lensa Indonesia

Monusco

Pilih BanggaBangga80%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau20%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADLI HAZMI

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara