Lupa Sandi?

Prestasi Membanggakan Tiga Remaja Indonesia di Kancah Dunia

Mutia Silviani Aflakhah
Mutia Silviani Aflakhah
0 Komentar
Prestasi Membanggakan Tiga Remaja Indonesia di Kancah Dunia

Angin segar kembali dihembuskan untuk bangsa, kali ini oleh remaja Indonesia. Prestasi yang membanggakan baru saja ditorehkan oleh putera bangsa di kancah dunia. Mereka adalah Kaisar Arkhan, Raefaldhi Amartya Junior, dan Scott Moses Sunarto.

“Kaisar Arkhan dari FOSSASIA, Raefaldhi Amartya Junior dari Haiku, dan Scott Moses Sunarto dari Moving Blocks, menang di tengah ketatnya persaingan global yang melibatkan seluruh negara di dunia,” ujar Jason Tedjasukmana, selaku Head of Corporate Communication Google Indonesia pada keterangan pers, Rabu(1/2/2017), dilansir dari solopos.com

Tak main-main, tiga pemuda ini berhasil menjadi pemenang utama dari kompetisi yang diadakan oleh raksasa Google, yakni dalam ajang game online tahunan, Google Code In (GCI) 2016 yang telah diadakan sejak November tahun lalu.

GCI sendiri merupakan kontes pengembang game online dengan peserta dari berbagai belahan dunia. Ajang perlombaan yang telah diadakan sejak tahun 2008 ini ditujukan untuk seluruh remaja usia 13 hingga 17 tahun.

Baca Juga

Predikat pemenang yang diraih oleh tiga remaja Indonesia ini tentu diraih dari usaha yang keras. Ketekunan mereka dalam berupaya pun akhirnya membuahkan hasil yang tak dapat diremehkan.

Prestasi yang telah mereka raih patut dibanggakan, pasalnya, ketiga remaja ini berhasil mengungguli sejumlah pemenang dari negara lain, seperti Romania, India, Rusia, Hongkong, Singapura, Kamerun, Uruguay, Polandia, bahkan negara yang dikenal unggul dalam hal teknologi seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Ketiga remaja Indonesia ini berhasil menyisihkan sebanyak 1.340 siswa dari 62 negara yang turut berpartisipasi, dalam total 34 remaja terpilih yang ditetapkan menjadi pemenang. Para pemenang dan finalis yang terpilih berasal dari 17 organisasi ikut dalam kontes tersebut.

Mereka terpilih dari serangkaian proses seleksi yang tak main-main. Dalam tahap penyisihannya saja, para remaja ini dituntut untuk menyelesaikan sebanyak 842 tugas.


Sebagai hadiahnya, tiga remaja ini beserta 31 pemenang lainnya akan diberi kesempatan berkunjung ke Google Campus, Palo Alto, San Fransisco, Amerika Serikat, selama empat hari pada pertengahan tahun ini. Tak sebatas itu, mereka pun juga akan dipertemukan dengan engineer terbaik Google, sekaligus berjalan-jalan dan menikmati pemandangan yang menakjubkan di area teluk San Fransisco.


Sumber : diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang22%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MUTIA SILVIANI AFLAKHAH

Art enthusiast | I'd like to tell you good things, with words I write. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata