Bagi banyak orang, duduk di sebuah parlemen tinggi tingkat internasional seperti Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mungkin hanya angan yang sulit dicapai karena kebanyakan orang yang duduk dan berdiskusi disana adalah orang-orang pintar dan berpengaruh di dunia. Namun siapa sangka, seorang gadis bernama Lady Diandra Karsodinomo mampu membuktikan bahwa ia cukup luar biasa dengan menjadi perwakilan Indonesia bersama 5 orang Indonesia lainnya dalam Youth Assembly at The United Nations, The Winter Youth Assembly yang diselenggarakan di UN Head Quarter, New York pada tanggal 1-3 Februari 2017.

Berawal dari salah seorang ajakan teman di KNPI (Komisi Nasional Pemuda Indonesia), Lady mencoba untuk mendaftar sebagai perwakilan Indonesia dengan mewakili nama Universitas Pelita Harapan (UPH). Gadis berusia 20 tahun ini mengaku awalnya pesimis untuk lolos dalam program yang diselenggarakan oleh PBB tersebut. Dirinya menjelaskan kepada GNFI bahwa untuk pergi ke markas besar PBB ini membutuhkan perjuangan yang luar biasa besar. Dari menyiapkan essai untuk dikirimkan ke panitia, merapikan CV,hingga mencari sponsor untuk berangkat.

Lady Bersama Perwakilan Lainnya di UN Headquarter
Lady Bersama Perwakilan Lainnya di UN Headquarter

Dalam perjuangannya untuk berangkat ke PBB, ia mengatakan bahwa awalnya ada masalah internal yang membuatnya hampir tidak jadi bertolak ke New York. “Awalnya ada masalah internal, sehingga saya nyaris batal berangkat pas ada masalah tersebut, namun pada akhirnya saya terpaksa pergi sendiri tanpa teman-teman dari KNPI,” ungkapnya.

Menurutnya, hal yang paling sulit untuk dihadapi adalah masalah keuangan, karena untuk pergi kesana membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan Lady sendiri tidak tahu akan perwakilan lainnya yang lolos dalam program ini. Mengenai masalah internal tersebut, gadis kelahiran 1997 ini pun hampir tidak mendapat ijin dari orang tuanya yang pada akhirnya ia mendapat restu untuk berangkat juga.

Pada program ini, Lady bersama perwakilan dari 85 negara mendapat kesempatan yang sangat berharga karena bertemu dengan orang-orang penting seperti H.E Mr. Peter Thomson yang memiliki jabatan sebagai President of the 71st United Nations General Assembly, H.E Ms Gilian Bird yang menjabat sebagai Ambassador and Permanent Representative of Australia to the United Nations dan masih banyak orang-orang berpengaruh lainnya di PBB.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Simona Mirela Mislecou bersama perwakilan pemuda di acara The Youth Assembly at the Unite Nations 2017

Dalam 3 hari, Lady dan anak muda lainnya membahas tentang beberapa isu internasional seperti refugee crises, youth employment, quality of education, poverty, envirotnment, women empowerment dan sustainable lifestyle. Lady sendiri tergerak untuk menyuarakan pemikirannya dalam isu lingkungan, pendidikan dan women empowerment. “Saya sendiri lebih concern untuk menyuarakan tentang environtment, education dan women empowerment,” katanya.

Hal yang menarik menurut Lady adalah ketika ia bertemu dengan pemuda-pemuda lainnya yang memiliki kepedulian yang sama terhadap isu global dan juga membuat draft plan yang pada akhirnya diberikan langsung ke PBB sebagai acuan saran dari pemuda untuk PBB.

“Paling seru adalah momen dimana kita bisa ketemu dari orang yang memiliki concern yang sama dengan kita, plus kita juga konsultasi langsung dengan representative dr PBB tentang isu global, hingga akhirnya kita, pemuda yang terpilih disana membuat daftar rencana (draft plan) yang akan ditindak lanjuti oleh PBB. Istilahnya PBB ini mau mendengar perpektif anak muda untuk bantu membuat solusi untuk permasalahan dunia,” ujarnya kepada GNFI

Memiliki Banyak Prestasi

Menjadi perwakilan dalam acara ini tidaklah mudah, setiap orang harus melewati screening yang ketat dimana aplikasi yang sudah dilampirkan akan ditimbang dengan baik dari panitia penyelenggara. Lady sendiri pun tidak lolos hanya dengan mengandalkan essay dan CV seadanya. Di balik parasnya yang cantik, Lady ternyata memiliki segudang prestasi yang luar biasa sehingga ia pantas duduk di markas besar PBB.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, ia pernah meraih predikat Best Delegate di ajang Model of United Nations di Diponegoro Model of United Nations dan menjadi chair di SDC UPH (2015), BODY MUN (2016) dan juga Moestopo MUN. Selain itu ketua HMJ di UPH ini juga pernah menjadi perwakilan Indonesia di Spanyol sebagai penari menarikan tarian Saman, Kalimantan dan tarian Papua pada tanggal 5 – 29 agustus 2015 di ajang International Folklore Festival bersama beberapa negara lain seperti Spanyol, Filipina, USA, Polandia dan Perancis. Di Spanyol ia bersama peserta perwakilan lainnya menari di Bilbao, Alcala de La Selvaa, Bermeo, La Virgen De La Vega dan Fregenal De La Sierra, sebelum festival ini Lady mengaku hampir satu tahun untuk latihan dimana ia menghabiskan waktu latihan dari jam 5 sore hingga jam 12 malam.

Cita-Cita dan Motivasi

Di balik sosoknya yang sederhana, anak dari Markus Benjamin ini memiliki cita-cita yang luar biasa, yakni dirinya ingin menjadi politisi muda yang memiliki NGO (Non-Government Organization). Meskipun ia sering mengikuti konferensi dan ajang internasional, Lady sendiri malah tidak ingin jadi diplomat, berbeda dengan kebanyakan mahasiswa Hubungan Internasional yang mengidam-idamkan menjadi diplomat. Alasan dibalik ia mengikuti kegiatan semacam ini adalah ia ingin belajar perspektif luar negeri akan bagaimana mereka membangun negara mereka serta bagaimana pandangan mereka terhadap Indonesia sehingga gadis yang berfokus di Southeast Asian Studies ini dapat kembali ke Indonesia dan bekerja untuk pemerintah membangun negara.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Speaking at Diponegoro Model of United Nations 2015

Memiliki pengalaman luar biasa bukan berarti seseorang tidak pernah merasa jatuh, Lady pun pernah mengalami saat dimana ia merasa sangat down sehingga pengidola Syahrir, Bung Hatta, Soekarno dan Adam Malik ini berpikir bahwa dirinya tidak memiliki kualitas. “Saya pernah merasa gagal waktu tidak bisa melakukan yang terbaik di Jogjakarta Model of United Nations dulu, sampai berpikir nggak punya kualitas sama sekali,” ungkapnya.

Dengan berbekal pengalamannya, Lady memiliki pesan yang cukup penting untuk anak muda, “Jangan pernah merasa minder sama apapun halangan yag kalian punya, karena halanan itu terbuat karena mindset kalian sendiri. Percaya sama diri kalian sendiri dan passion kalian. It takes time, tapi harus sabar dan jangan lupa sama negara. Percayalah pada Indonesia dan mari saling membangun Inonesia lewat pemuda,” tutup Lady.

Sumber :

*GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu