Lupa Sandi?

10th Indonesian Night Ohio Dorong Toleransi dan Interaksi Budaya

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
10th Indonesian Night Ohio Dorong Toleransi dan Interaksi Budaya

Baker Center Ballroom di Ohio University Amerika Serikat (AS) sedang bersolek diri. Pada dindingnya terpasang hiasan kerajinan Indonesia berupa wayang, batik dan ketupat. Pada layarnya diputar foto, video dan musik tradisional nusantara. Dan pada panggungnya beraksi puluhan orang yang menampilkan pertunjukan seni. 

Seperti satu malam di tahun-tahun sebelumnya, Bakar Center di Minggu malam (12/02) itu menyambut kedatangan ratusan penonton. Para penonton ini adalah pelajar Indonesia, mahasiswa yang mengambil studi Asia, hingga warga Kota Athens, Georgia, AS yang miliki ketertarikan pada Indonesia. Mereka datang untuk "mencicipi" aroma kebudayaan nusantara dalam Indonesian Night, sebuah agenda yang diselenggarakan Persatuan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat (PERMIAS).

Dalam penyelenggaraan kesepuluh ini, Indonesian Night hadirkan berbagai pertunjukan seni. Diantaranya adalah tarian, lagu daerah dan seni bela diri. Selain anggota PERMIAS, seluruh pertunjukan dibawakan oleh murid Bahasa Indonesia di Ohio University dan berbagai sekolah tari di Athens.

Diadakan pula ritual selamatan dengan pemotongan tumpeng dan pemberian cinderamata bagi tamu khusus. Selain pertunjukan seni, dalam agenda bertema "Mystical Java" ini, penonton disuguhi ragam kukiner nusantara. Gado-gado, sambal goreng, kerupuk dan cendol adalah sebagian menunya, tentu dengan rendang dan sate ayam menjadi idola.

Baca Juga

Konsulat Jenderal RI di Chicago Rosmalawati hadir berikan sambutan. Menurutnya agenda ini penting untuk memupuk pemahaman, toleransi dan interaksi budaya antara pelajar Indonesia dan internasional.

Sumber: The Post Athens

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

MENJADI tim hore pers mahasiswa tingkat jurusan, fakultas dan universitas di Universitas Gadjah Mada. SELAMA 13 tahun jungkir balik pelajari dunia komunikasi sambil bekerja. BENCI losyen dan bulu mata ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie