Kabar baik datang dari Pulau Gili Kenawa di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan menjadi lokasi pertama di Indonesia untuk proyek pembangunan Earthships. Rupanya bukan hanya pertama di Indonesia, namun proyek pembangunan ini juga yang pertama dilakukan di Asia Tenggara.

Pernah mendengar Earthships?

Mungkin bagi banyak orang istilah ini masih cukup asing. Earthships merupakan rumah berkelanjutan bertenaga surya pasif yang terbuat dari bahan material alami dan daur ulang. Earthships merupakan ide awal dari seorang arsitek sekaligus pendiri Earthships Biotecture asal Amerika, Michael Reynolds.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Michael Reynolds berfoto di bangunan Earthships ©livingcircular.com

Menciptakan Rumah dengan Kelebihan

Proyek pembangunan Earthships memiliki tujuan untuk mengurangi perubahan iklim bumi dan meminimalkan karbon secara intensif. Oleh karena itu Earthships memiliki konsep yakni menggunakan teknologi hijau yang maju dengan prinsip desain bangunan yang memakai energi pasif.

Pemilihan material alami dan metode daur ulang digunakan demi proses keberlanjutan alam yang lebih maksimal. Michael Reynolds kala itu terinspirasi ingin menciptakan rumah yang memiliki berbagai kelebihan. Pertama, bangunan yang beraksitektur berkelanjutan dimana material yang digunakan adalah material daur ulang dan material mentah bumi.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Bagian dalam rumah, separuh bahan tanah dan separuhnya material alam ©earthships.com

Kedua, bangunan tersebut harus memanfaatkan energi ramah lingkungan. Dan yang ketiga adalah bangunan tersebut dapat dijangkau secara ekonomi supaya masyarakat dapat membangun sendiri meskipun tidak memiliki ketrampilan khusus.

Lokasi pembangunan Earthships model rumah pertama kali dibangun di Taos, New Mexico. Saat itu Michael Reynols membangunnya sekitar tahun 1980-an, dimana material yang digunakan untuk membangunnya terdiri dari kaleng dan botol bekas pakai.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Earthships pertama di New Mexico ©noulan

Ternyata baru-baru ini sekolah ramah lingkungan Earthships pertama di dunia juga dibangun Reynolds bersama 100 siswanya dari 30 negara. Sekolah yang terletak di Jaureguiberry, Uruguay ini menggunakan bahan bangunan yang berasal dari barang-barang bekas. Selain itu sekolah ini juga menggunakan sistem air tadah hujan dan memanfaatkan tenaga solar untuk listriknya.

Pembangunan Earthships yang akan dilakukan di Indonesia juga menjadi salah satu proyek arsitek Earthships Biotecture berusia 72 tahun ini. Reynolds yang akrab dengan kawasan Asia ternyata telah berpengalaman membangun Earthships selama 40 tahun. Rupanya hingga kini sudah ada ribuan Earthships yang telah dibangun di seluruh dunia karena bersifat ramah lingkungan.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Earthships didesain ramah lingkungan dengan memanfaatkan solar sistem, ventilasi alami dan tadah air hujan ©collective-evolution.com

Memaksimalkan Daur Ulang

Sama dengan negara sebelumnya, pembangunan Earthships di Indonesia nantinya juga akan dibuat dengan memaksimalkan bahan bekas dan daur ulang, seperti plastik botol, kaca dan ban bekas. Diharapkan melalui bahan konstruksi tersebut suhu dalam ruang dapat terjaga hingga 20 derajat celcius meskipun suhu di luar ruangan sedang terik-teriknya.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Sistem-sistem dalam rumah yang menerapkan Earthships ©pinterest

Bangunan ini juga dirancang untuk membuat penghuninya tidak bergantung pada listrik konvensional, dimana listrik yang didapat murni bersumber dari panel surya dan turbin angin. Sehingga penghuni nantinya tidak repot-repot memasang penyejuk ruangan atau AC.

Tak hanya berhenti di situ, untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang ada, Reynolds juga membentuk tim untuk melatih beberapa penduduk lokal Gili Kenawa untuk membangun rumah ramah lingkungan ini sehingga nantinya Indonesia akan memiliki Akademi Earthships pertama yang akan dapat membahas mengenai ilmu ini demi proses keberlanjutan.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pencahayaan langsung dan pembuatan kebun sendiri menjadikan penghuni Earthships tidak bergantung pada listrik dan bahan konvensional ©pinterest

"Ini merupakan jenis bangunan pertama yang ada di Indonesia. Di sana ada banyak ban bekas dan botol plastik jadi ini merupakan hal bagus mempelajari bagaimana membuat bangunan yang kuat dengan bahan-bahan itu," kata salah seorang penduduk lokal bernama Agus, seperti dilansir dalam kompas.com.

Kabarnya pembangunan Earthships di Indonesia sendiri disebut-sebut sebagai inisiator dalam penciptaan eco-regional Asia terbesar. Tidak hanya di Pulau Gili Kenawa saja, namun sebanyak 44 Earthship nantinya akan dibangun di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun mendatang, kita tunggu saja ya!

Sumber : diolah dari berbagai sumber

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu