Lupa Sandi?

Bibit-Bibit Muda Sepak Bola Indonesia Berpeluang ke Barcelona

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Bibit-Bibit Muda Sepak Bola Indonesia Berpeluang ke Barcelona

Bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, MILO Football Championship (MFC) 2017 resmi dibuka, Sabtu (18/2/2017). MFC resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi didampingi oleh Direktur Legal and Corporate Affairs PT Nestle Indonesia, Debora R. Tjandrakusuma serta Bussines Executive Officer Beverages Bussines Unit PT Nestle, Prawitya Soemadijo.

Selain itu, hadir juga mantan pemain sepak bola nasional era Primavera, Indriyanto Nugroho dan Direktur Kompetisi dan Pembinaan Usia Muda PSSI, Yusuf Kurniawan.

MFC 2017 adalah sebuah wadah kompetisi sepak bola U-12 antar sekolah dasar di Indonesia. Gelaran tersebut, berupaya untuk mencari bibit-bibit pesebak bola berbakat sejak usia dini.

“Kompetisi semacam ini sangat patut untuk terus digalakan. Selain menjadi pembinaan untuk pemain sejak usia muda. Ini juga bisa menjadi sarana pembentukan karakter,” kata Imam Nahrawi di sambutannya.

Baca Juga

Sementara, Prawitya mengatakan, yang menjadi prioritas Nestle Indonesia adalah, bagaimana bisa membantu meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat.

“Hal itu tercermin pada salah satu produk kami, Nestle MILO, yang senantiasa berkomitmen untuk mendorong gaya hidup aktif dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujarnya.

Berbeda dari Sebelumnya Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, gelaran yang telah berlangsung sebanyak tiga kali ini. Memperluas cakupannya ke empat kota dengan jumlah peserta yang meningkat lebih dari lima kali lipat. Kota-kota itu ialah; Jakarta, Medan, Bandung, dan Makasar dengan diikuti lebih dari 8000 siswa, dari 512 sekolah dasar.

Para garuda muda saat pemanasan (Foto: Pandu Hidayat / GNFI)
Para garuda muda saat pemanasan (Foto: Pandu Hidayat / GNFI)

Tahun ini, Nestle MILO juga melakukan terobosan dengan menjalin kerjasama oleh FC Barcelona. Kerja sama itu, berlangsung selama empat tahun kedepan dengan tujuan mengampanyekan aktivitas fisik dan mendorong gaya hidup sehat kepada generasi muda.

Nantinya, akan dipilih para pemain terbaik MFC 2017 untuk mengikuti MILO Football Camp di Jakarta. Kemudian, selama proses camp, akan dilakukan seleksi beberapa pemain lagi, untuk dikirim menimba ilmu ke FC Barcelona, Spanyol. Di sana, mereka akan dikenalkan dengan nilai-nilai dan gaya permainan ‘tiki-taka’ khas FC Barcelona, serta dilatih langsung oleh tim pelatih klub berjuluk ‘Blaugrana’ itu.

Melatih Attitude dan sebagai Database PSSI Mantan pemain nasional dan pemegang lisensi C Asian Football Confederaration (AFC), Indriyanto Nugroho mengatakan, bahwa MFC 2017 ini cukup luar biasa. Imbuhnya, dibanyak negara lain di dunia, kompetisi semacam ini sangat digalakan. Karena pembinaan pemain memang harus dilakukan sejak dini. Pada kompetisi semacam ini, bukan hanya keterampilan pemain dalam mengolah bola yang dicari. Tetapi, attitude dan rasa hormat pemain, hal seperti itu harus dipupuk sejak dini.

“Sulit menanamkan nilai-nilai seperti itu kepada pemain bila tidak dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Yusuf Kurniawan sangat antusias dengan turnamen semacam ini. Dia mengatakan, saat ini, FIFA hanya mencatat sekitar 67.000 pemain dari Indonesia. Jumlah itu menjadi tamparan untuk PSSI, dia meyakini bahwa jumlah pemain di Indonesia tidak terhingga. Hanya saja, memang saat ini belum ada database dengan jumlah yang pasti untuk pencatatan pemain. Karena itu, dengan adanya kompetisi seperti ini, akan memudahkan PSSI mendata pemain-pemain muda baru untuk diarahkan dan diproyeksikan menjadi pemain nasional dimasa depan.

Banyak harapan yang muncul pada gelaran kompetisi semacam ini. Semoga komitmen MILO Indonesia yang mendukung pembinaan sepak bola sejak usia muda menular kepihak-pihak swasta lainnya. Dengan begitu, tidak hanya MILO Football Championship saja. Namun, juga ada kompetisi-kompetisi lain yang menjadi sarana pembinaan pemain di usia muda.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih20%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara