Tim Indonesia kembali membawakan kebudayaan dan kesenian tradisional daerah pada Parade tahunan Chingay 2017 di Singapura. Acara ini diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, 10-11 Februari 2017 di F1 Pit Building, Singapura.

Tim Indonesia yang terdiri dari Tim Klaten & Solo, SMA Presiden Jakarta, Universitas Negeri Medan, Institut Seni Indonesia Denpasar, Boyolali, SMA Al-Azhar dan pelajar Indonesia di Singapore Institute of Management (InSIM) mewakili Kontingen Indonesia. Pada parade kali ini bertemakan “Pesona Kencana Nusantara” dengan kesenian yang ditampilkan adalah kesenian Kuda Lumping, Adat Batak dan Bali. Parade Chingay kini merupakan salah satu parade kesenian dan kebudayaan terbesar di Asia dan digelar setiap tahunnya di Singapura yang berlokasikan di F1 Pit Building Singapore, yaitu di tempat yang pernah diselenggarakannya Race Formula 1.

Suasana saat parade Chingay (Foto: PPI Dunia)
Suasana saat parade Chingay (Foto: PPI Dunia)

Parade Chingay yang kali ini juga memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura. Setiap tahunnya Parade ini diikuti dari berbagai negara di Asia selain dari Indonesia yakni, Singapura sebagai tuan rumah, Malaysia, China, Korea, Kamboja dan Jepang. Lebih lanjut, Tim Publisitas – PPI Singapura ikut memeriahkan parade Chingay 2017 dengan mendapat kehormatan diberi kesempatan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura untuk ikut mendesain banner, umbul-umbul dan wayang untuk mewakili Kontingen Indonesia membawakan parade kesenian dan kebudayaan dipembukaan acara ini.


Sumber : PPI Dunia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu