Lupa Sandi?

Taj Mahal Versi Indonesia Ada di Aceh

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Taj Mahal Versi Indonesia Ada di Aceh

Jika ditanya mengenai bangunan bersejarah yang menjadi simbol cinta kasih yang abadi, banyak orang akan langsung merujuk pada satu bangunan, yaitu Taj Mahal di India. Ya, siapa yang tidak mengenal bangunan megah itu yang menjadi simbol cinta yang mendalam dari Raja Shah Jahan kepada sang permaisuri?

Ada pula Prasat Hin Phimai di Thailand serta Kastil Stratford yang megah di Durban. Bangunan – bangunan tersebut menjadi lambang cinta kasih yang mendalam dari para raja kepada istri mereka.  Tidak kalah menariknya dengan cerita – cerita tersebut, jauh di ujung barat negeri ini, tepatnya di Aceh, berdiri pula bangunan yang menjadi bukti cinta sang raja pada permaisurinya. Taman Sari Gunongan, menjadi bukti cinta Sultan Iskandar Muda.

Prasasti yang menceritakan tentang pembangunan Gunongan (thearoengninangproject.com)
Prasasti yang menceritakan tentang pembangunan Gunongan (thearoengninangproject.com)

Gunongan merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah Kerajaan Aceh yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar muda tahun 1607 – 1636.sultan Iskandar Muda yang berhasil menaklukan Kerajaan Johor dan Kerajaan Pahang di Semenanjung Utara Melayu jatuh cinta kepada Putri Kamaliah atau yang lebih dikenal dengan nama Putroe Phang. Putri yang dibawa dari Pahang ini sangat cantik, dan Sultan Iskandar Muda menjadikannya sebagai permaisuri.   

Rasa cintanya yang sangat besar pada sang permaisuri membuat Sultan Iskandar Muda mendirikan sebuah taman sari yang indah, sebagai pengobat kerinduan Putroe Phang atas daerah pegunungan tempat ia berasal. Maka didirikanlah Gunongan yang akhirnya dipersembahkan kepada sang putri sebagai tempat menghibur diri dan menghabiskan waktu.

Bentuknya merepresentasikan daerah pegunungan tempat Putroe Phang berasal (brothers-grouop-eng.com)
Bentuknya merepresentasikan daerah pegunungan tempat Putroe Phang berasal (brothers-grouop-eng.com)

Kata “gunongan” berakar dari kata “gunung” dalam Bahasa Melayu serta diberi akhiran ‘an’ yang berarti “bangunan seperti gunung.” Sesuai dengan namanya, bangunan ini menyerupai bukit – bukit layaknya di daerah pegunungan. Bangunan ini merupakan replika pegunungan dengan meniru topografi gunung yang bertingkat tiga dengan bagian puncak yang berbentuk seperti Menara.

Selain sebagai tempat untuk bercengkerama, Gunongan merupakan tempat bagi permaisuri untuk berganti pakaian setelah mandi di sungai yang mengalir di tengah – tengah istana. Gunongan ini merupakan bagian utama dari kompleks taman istana yang sangat luas, yaitu Taman Ghairah. Saat ini, kompleks Taman Ghairah yang sangat luas itu hanya memiliki empat bangunan tersisa, dan salah satunya adalah Gunongan yang berdiri kokoh setinggi 9,5 meter. 

(©wikimedia.org)
(©wikimedia.org)

Keseluruhan bangunan ini berwarna putih, seolah ingin menggambarkan ketulusan dan kemurnian sebuah rasa cinta. Selain menyerupai gunung, bangunan ini juga menggambarkan sebuah bunga yang dibangun dalam tiga tingkat. Setiap sudutnya dilengkapi dengan altar serta ornamen berbentuk bunga mekar berdaun runcing. Pintu masuknya berada di sisi selatan dengan ukuran yang sangat rendah, melambangkan  sikap hormat yaitu menunduk ketika kita hendak masuk bertamu ke rumah – rumah orang di Aceh.

Lorong menuju puncak Gunongan hanya cukup untuk dilalui satu orang, dengan lantai yang beralas rumput dan dinding berbentuk kelopak bunga. Dengan ornamen seperti itu, wajar bila sang permaisuri menyukai Gunongan sebagai tempat menghibur diri.  Detail yang dipenuhi bunga dan warna putih menjadi simbol cinta yang cukup mendalam dari sang raja kepada permaisurinya.

Tak jauh dari lokasi ini terdapat makam Sultan Iskandar Tsani, menantu Sultan Iskandar Muda (triptrus.com)
Tak jauh dari lokasi ini terdapat makam Sultan Iskandar Tsani, menantu Sultan Iskandar Muda (triptrus.com)

Saat ini, Gunongan menjadi lokasi wisata sejarah yang terletak di Kota Banda Aceh, berada tepat di Jl. Teuku Umar No.1. Tempat ini bisa dikunjungi setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WIB. Belasan hingga puluhan pengunjung bertandang tiap tiap hari, menyaksikan dan menelusuri keagungan sebuah bangunan yang menjadi simbol cinta kasih seorang kepada yang lain. Tidak perlu jauh – jauh ke India untuk melihat bangunan megah bukti cinta, sebab Indonesia juga punya! 


Sumber : thearoengbinangproject.com sejarahaceh.my.id  atjechpost.co 

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Akan Pamerkan 400 Artefak di Europalia

Agatha Olivia Victoria2 bulan yang lalu

"Ternate, Terima kasih"

Akhyari Hananto2 bulan yang lalu

Di Balik Lagu "Hari Lebaran" Karya Ismail Marzuki

Adriani Zulivan2 bulan yang lalu

Transformasi Logo Telkom Indonesia

Yufi Eko Firmansyah3 bulan yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata