Lupa Sandi?

Anak Indonesia punya Daya Ingat Tinggi, Ini Buktinya!

Luqman Saputro
Luqman Saputro
0 Komentar
Anak Indonesia punya Daya Ingat Tinggi, Ini Buktinya!

Anak bangsa kita lagi-lagi membuat Indonesia bangga, pasalnya dalam sebuah kejuaraan olah raga daya ingat, anak-anak Indonesia memborong banyak medali. Suara Surabaya mengabarkan bahwa sebanyak 14 atlet olah raga otak/memori (memory sport) yang berlaga di Korea Open Memory Championship tersebut berhasil meraih 22 medali. Para atlet Indonesia mendapatkan dua emas, 10 perak dan 10 perunggu di dalam kejuaraan yang berlangsung di Kota Seoul, Korea Selatan, pada tanggal 18 hingga 19 Februari.

Atlet kategori junior menjadi penyumbang medali utama bagi Indonesia. Fakhri Shafly Erlangga adalah atlet Indonesia yang mendapatkan medali terbanyak. Siswa SMAN 26 Jakarta tersebut berhasil membawa pulang satu emas, lima perak, dan dua perunggu ditambah satu perak untuk posisi keseluruhan.

Fakhri (memegang bendera Indonesia). Ia merupakan atlet penyumbang medal terbanyak untuk Indonesia
Fakhri (memegang bendera Indonesia). Ia merupakan atlet penyumbang medal terbanyak untuk Indonesia © ingatangajah.com

Berikutnya, Fathimah Aiko dari SMP Salman Alfarisi, Bandung berhasil meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu untuk posisi keseluruhan. Tiga perunggu juga berhasil diraih oleh Shafa Annisa dari SMPN Kesatuan Bangsa, Yogyakarta.

Empat anggota tim lainnya juga masing-masing berhasil membawa pulang satu medali perunggu, yaitu Rayyan Hanif dari SMP Nurul Fikri Depok, Rifda Almira dari SMA Edu Global School Bandung, Hanifah Khalillah dari SMA Edu Global School Bandung, dan terakhir Aulia Nadia siswa SD Sinar Cendikia Tangerang.

 

Tak ketinggalan, atlet kategori dewasa juga berhasil membawa sejumlah medali. Yudi Lesmana, Ketua Tim Indonesia yang sekaligus Grand Master Memory pertama dari Indonesia mendapatkan dua perak dan satu perunggu.

Tidak hanya memulangkan medali, beberapa atlet dinilai mendapatkan skor yang luar biasa. Fakhri mampu mengingat 660 digit angka biner acak dan 58 kejadian dan tahun dalam 5 menit. Kemudian Aiko mampu mengingat 60 urutan kata acak dalam 5 menit. Tak ketinggalan Shafa berhasil mengingat 166 urutan kartu dalam 10 menit dan Yudi Lesmana mengingat 188 digit angka yang diucapkan dalam waktu 188 detik.

Memang olah raga otak bukanlah jenis olah raga yang populer di Indonesia. Namun dengan segala keterbatasan yang dimiliki, kontingen Indonesia tidak main-main dalam pertandingan dan berhasil mengukir prestasi terbaik bagi Ibu Pertiwi.

"Hasil kejuaraan ini membuktikan kemampuan otak anak bangsa kita tidak dapat dipandang sebelah mata. Walaupun dengan dukungan terbatas pemerintah, Tim Memory Sports Indonesia tetap menunjukkan taringnya di mata dunia dan membawa harum nama Indonesia," kata Yudi yang pernah mendapatkan penghargaan Rekor Muri dalam rekor ingatan angka acak dan Kartu remi yang dikocok.

Tentang Korea Open Memory Championship

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Korea Open Memory Championship merupakan kejuaraan olah raga otak yang diselenggarakan di Korea Selatan. Tahun 2017 merupakan tahun pertama dari penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Bertempat di Chung-Ang University Seoul Campus Gymnasium, kejuaraan olah raga otak tersebut diikuti oleh atlet semua usia dan diikuti oleh sebanyak 184 peserta dari 12 negara. Total hadiah yang diperebutkan para atlet memori pada kompetisi tersebut sebesar 30 juta Won.

Gedung Kantor Profesor and Gymnasium di Universitas Chung-Ang, Korea Selatan. Di tempat inilah Korea Open Memory Championship 2017 diselenggarakan
Gedung Kantor Profesor and Gymnasium di Universitas Chung-Ang, Korea Selatan. Di tempat inilah Korea Open Memory Championship 2017 diselenggarakan © Chunganguniversity / CC BY-SA 3.0

                           

Di dalam Korea Open Memory Championship, terdapat 10 jenis pertandingan yang diselenggarakan. Macam pertandingan tersebut antara lain mengingat wajah dan nama, urutan kata acak, urutan angka acak, urutan angka biner acak, urutan gambar acak hingga mengingat tahun dan kejadian. Pada keenam jenis pertandingan tersebut, masing-masing atlet diberi waktu lima menit untuk mengingat.

Selanjutnya, para atlet juga harus mengingat angka acak selama 15 menit, 10 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok, mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik per 1 angka, dan mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telah dikocok (Speed Cards). Kesepuluh pertandingan tersebut bertujuan untuk mengadu dan menantang daya ingat masing-masing atlet yang berkompetisi.

Sumber: Suara Surabaya dan Korea Open Memory Championship 2017.

Sumber Gambar Utama: Ingatan Gajah

Pilih BanggaBangga79%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau7%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG LUQMAN SAPUTRO

Mahasiswa biasa, penulis cerpen amatiran, (mendaku sebagai) arek Suroboyo, juru kunci di masroyalbecak.blogspot.com ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara