Lupa Sandi?

Wadah Menyalurkan Hasrat Volunteer, Kelas Inspirasi Adalah Pilihan Tepat

rizko fatra
rizko fatra
0 Komentar
Wadah Menyalurkan Hasrat Volunteer, Kelas Inspirasi Adalah Pilihan Tepat

Apa itu Kelas Inspirasi

Berawal dari inisiatif para pendahulu Kelas Inspirasi Karawang, pada Februari 2017 ini KI Karawang merupakan tahun ke 2 yang diselenggarakan. Terdapat 13 orang relawan yang terdiri dari 2 dokumentator, 3 fasilitator dan 8 pengajar yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan pendidikan. Para relawan dengan sepenuh hati mengajar di lokasi mulai pagi sampai dengan siang hari.

KI sendiri merupakan salah satu program relawan mengajar dalam waktu satu hari dengan topik menjelaskan profesi relawan. Berdasarkan kutipan di website resmi KI, kegiatan ini bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa teman profesional yang ingin berkontribusi pada pendidikan Indonesia, maka lahirlah konsep Kelas Inspirasi.

Program KI merupakan sebuah aktivtas mengajar tanpa pamrih yang mewadahi para professional dari berbagai bidang untuk berkontribusi secara langsung dalam memberikan inspirasi dan nilai – nilai moril lewat kegiatan mengajar satu hari di satu sekolah. Dengan tag line ‘Mengajar Satu Hari Selamanya Menginspirasi’ Kelas Inspirasi membawa para relawan untuk melihat dan bersentuhan secara langsung dengan kondisi sekolah di area pedesaan terpencil yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Baca Juga

Bergabung dengan Kelas Inspirasi

Sebelum menjadi relawan di KI, para relawan harus melewati rangkaian seleksi yang membutuhkan waktu. Biasanya tim penyeleksi akan membuka rekrutmen mulai 1,5 – 2 bulan sebelum hari inspirasi dilakukan. Mendaftarkan diri dengan menyertakan identitas diri dan menuliskan beberapa essay yang berkaitan dengan motivasi dan KI adalah syarat utama.

Setelah melalui tahap seleksi, jika dinyatakan lulus maka para relawan akan diwajibkan untuk datang pada dua agenda penting yaitu Briefing Akbar dan Hari Inspirasi. Hari Briefing Akbar merupakan agenda yang dilakukan untuk berkenalan sesama relawan dan menjelaskan hal – hal penting sebelum pelaksanaan Hari Inspirasi. Sementara Hari Inspirasi adalah hari bagi para relawan menyebar dan datang langsung ke lokasi SD setempat untuk mengajar anak – anak di sekolah.

Kelas Inspirasi Mampu Menginspirasi

Selain menjadi wadah bagi relawan untuk mengajar, KI Karawang juga membuka mata para relawan mengenal lebih dalam kondisi SD di pedalaman yang kurang terjamah dari segi faisiltas penunjang pendidikan. SD N Muara II yang hanya mempunyai dua bangunan dengan enam ruangan yang terbagi menjadi lima ruang kelas dan satu ruang guru tanpa ada ruang perpustakaan. Selain itu, buku – buku yang kurang layak karena kondisi yang lusuh menjadi fenomena umum yang kerap terjadi di SD yang terletak di pedalaman. 

Dikelilingi oleh sawah dan sungai lapangan sekolah SD N Muara II kerap tergenang air saat hujan deras. Saat hujan deras lapangan yang seharusnya menjadi area bermain dan upacara sering tidak dapat digunakan sebagaimana fungsi lapangan sekolah karena terendam air yang bercampur dengan tanah.

Hal – hal tersebut merupakan kondisi realita yang harus diselesaikan. Para relawan hanya mampu memberikan kontribusi secara langsung melalui kegiatan mengajar dan diselingi dengan permainan yang menstimulasi motivasi anak – anak untuk ke sekolah dan menimba ilmu. Harapan sederhana yang ada pada setiap relawan adalah agar para anak didik di setiap SD yang dikunjungi tidak berhenti bermimpi dan berusaha untuk meraih cita – cita mereka.

Kelas Inspirasi Karawang

20 Februari 2017 menjadi hari berkesan bagi beberapa sekolah di Karawang dimana para para relawan Kelas Inspirasi (KI) Karawang batch 2 terjun langsung ke SD lokal untuk mengajar. SD N Muara II yang terletak di Dusun Timbul Jaya, Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi para relawan KI.

Kegiatan dimulai pukul 08.10 pagi dan diawali dengan sesi perkenalan antara para guru SD N Muara II dengan para relawan. Setelah itu kegiatan belajar di kelas di mulai. Para relawan yang terdiri dari pengajar, fasilitator dan dokumentator dengan sigap melakukan tugas masing – masing. Selama kegiatan belajar para relawan mengenakan pakaian kerja dan membawa alat – alat peraga yang menarik sehingga memicu antusiasme para anak didik.

Rasa ingin tahu yang besar tersirat dari wajah dan tingkah lucu mereka. Selama mengajar di kelas, para relawan banyak melakukan interaksi secara langsung dengan alat peraga dan diselingi tepukan semangat atau senam ringan untuk memicu motivasi mereka. Relawan pengajar membawa alat peraga seperti puzzle, telepon genggam, mobil Tamiya rakitan dan bahkan alat pendukung seperti laptop. Alat - alat peraga tersebut sengaja di bawa dan di gunakan untuk mengajar supaya memicu antusiasme dan ketertarikan para anak didik saat berinteraksi dengan pengajar.

Lalu, kegiatan KI diakhiri dengan rangkaian kegiatan menarik yang mengundang perhatian anak didik dan para guru. Diantaranya adalah aksi flashmob dan meniup gelembung. Aksi flashmob dipimpin oleh para relawan dan diikuti oleh seluruh siswa. Gerakan - gerakan lucu dan unik seakan mengajak mereka untuk melepaskan tawa para siswa. Menutup rangkaian acara penutupan diikuti dengan aktivitas tiup gelembung. Lucunya para siswa sedikit berebut saat dibagikan gelas plastik yang berisi air sabun dan kawat yang telah dibentuk sedemikian rupa menjadi alat peniup gelembung.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RIZKO FATRA

A millennial with passion in writing. That simple! | rizkorf@gmail.com ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie