Lupa Sandi?

Setetes Kesegaran Es Selendang Mayang di Tengah Teriknya Jakarta

Candriko Pratisto
Candriko Pratisto
0 Komentar
Setetes Kesegaran Es Selendang Mayang di Tengah Teriknya Jakarta

Kuliner khas Betawi yang sudah banyak dikenal orang di hampir seluruh wilayah Indonesia adalah kerak telor dan roti buaya. Kerak telor sendiri merupakan jajanan tradisional yang berbahan dasar telor bebek atau telor ayam yang diberi ebi, dan dibubuhkan bumbu-bumbu dapur, kemudian dimasak dengan cara dibakar, selalu hadir di acara-acara yang mengangkat budaya Betawi sebagai identitas Jakarta seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ), dan ulang tahun Jakarta. Tak hanya itu, para penjual kerak telor ini juga menggelar dagangannya di tempat-tempat strategis di Jakarta. Dan dari hal inilah kerak telor mudah dikenal oleh banyak orang. Hal ini juga terjadi pada roti buaya.

Dalam pernikahan adat Betawi, roti buaya memiliki makna sebagai simbol dari harapan. Harapan kepada tamu undangan yang belum menemukan jodoh, agar segera bertemu dengan jodohnya. Dari keunikan makna ini pula, yang membuat roti ini dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Tapi, ada satu kuliner dingin khas Betawi yang belum banyak orang yang tahu. Sudah kenal sama es Selendang Mayang?

Ya. Selendang Mayang atau es Cendol Parek merupakan minuman tradisional khas Betawi.  Es tradisional ini terbuat dari tepung sagu aren dan tepung beras yang dicampur dengan air, daun pandan, sedikit gula dan garam. Setelah bahan-bahan itu diolah dan menjadi adonan, kemudian adonan dibagi menjadi tiga. Masing-masing bagian diberi pewarna makanan merah jambu, hijau dan sisanya tidak dibubuhkan pewarna. Ketika jadi, adoanan ini mirip agar-agar (hunkwe), tapi teksturnya lebih liat.

Baca Juga

Adonan mirip agar-agar itu kemudian dipotong memanjang menggunakan bambu tipis untuk disajikan kedalam satu porsi es Selendang Mayang. 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Adonan Selendang Mayang  (© republika.co.id)

Es Selendang Mayang terdiri dari selendang mayang yang kemudian dicampur dengan es batu, kuah santan, sirup merah yang terbuat dari gula jawa, susu, dan potongan nangka. Perpaduan manis, gurih, kenyal, dan segarnya nangka cukup menggoda kerongkongan dan perut yang menahan dahaga dan lapar di tengah kuatnya sinar matahari di langit Jakarta.  

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Iirisan nangka dan gula jawa sebagai pemanis es Selendang Mayang (© rasamasa.com)
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pelepas dahaga dan lapar yang murah meriah (© Anggun Puspitoningrom dari minumkopi.com)

Asal mula nama Selendang Mayang sendiri bukan karena yang menemukan es ini bernama Mayang yang ketika berjualan menggunakan Selendang ya. Akan tetapi diambil dari adonan mirip agar yang berwarna merah jambu, putih, dan hijau itu yang terinspirasi dari warna selendang penari, dan dari warna-warna inilah yang menimbulkan kesan ramai dan meriah, sedangkan kata “Mayang” memiliki arti manis dan kenyal.

Dalam tradisi Betawi, es ini biasa disajikan dalam nuansa lebaran, pesta pernikahan, sebagai menu takjil, dan acara hajatan lainnya yang bernuansa Betawi. Bagi orang Betawi, hadirnya es ini dalam acara-acara tersebut, dipercaya dapat menimbulkan rasa ikut memiliki, kehangatan dan kemeriahan. Tak hanya eksis di acara hajatan, minuman ini juga dijual dengan cara dipikul di sekitar kota Tua,  dan sekitar stasiun Jatinegara.


Sumber : Dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga43%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi43%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG CANDRIKO PRATISTO

Senang mengkhayal di tengah bercerita ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas