Lupa Sandi?

Suara Tokoh untuk Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Rokok

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Suara Tokoh untuk Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Rokok

Remaja menjadi target utama industri rokok, sebab merekalah yang akan menjadi pelanggan produk pabrik rokok di masa mendatang. Jumlah perokok usia muda yang diiringi dengan peningkatan jumlah penyakit di Indonesia terdapat sebanyak 960.000 kasus dan 217.400 kematian per tahun akibat rokok.

Tingginya angka perokok muda di Indonesia terus menghawatirkan. Ketika kaum muda yang nantinya menjadi penerus bangsa memiliki kondisi tubuh yang tidak sehat, sempatkah mereka nanti memikirkan negara?

Memahami ancaman yang dapat melemahkan ketahanan nasional ini, sejumlah tokoh negeri menyurakan dukungannya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya rokok. Berdasar abjad, mereka adalah:

  1. Arifin Panigoro, Anggota Dewan Penasihat Komnas Pengendalian Tembakau.
  2. Assyikin Hanafia, Kepala Bagian Kegawatan Jantung RS Jantung Harapan Kita.
  3. Nafsiah Mboi, Mantan Menteri Kesehatan.
  4. Dewi Motik, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia.
  5. Eko Prasetyo, Social Movement Institute (SMI).
  6. Emil Salim, mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
  7. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).
  8. HS Dillon, tokoh Hak Asasi Manusia.
  9. Nina Mutmainnah Armando, Anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Anak dari Zat Adiktif.
  10. Imam Prasodjo, Sosiolog.
  11. Inti Nusantari Soebagio, pemerhati masalah narkoba.
  12. Kartono Mohamad, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia.
  13. Mia Hanafiah, Ketua Yayasan Jantung Indonesia.
  14. KH Salahuddin Wahid, pengasuh Pesantren Tebuireng.
  15. Todung Mulya Lubis, pejuang Hak Asasi Manusia.
  16. Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
  17. Tuti Roesdiono, Anggota DPR-RI.

Masih banyak nama lain yang tergerak ikut suarakan bahaya rokok bagi generasi muda. Apakah namamu akan menjadi salah satunya?

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie