Lupa Sandi?

Contoh Baik Desa Tanpa Asap Rokok di Sulawesi Selatan

adli hazmi
adli hazmi
0 Komentar
Contoh Baik Desa Tanpa Asap Rokok di Sulawesi Selatan

Rokok memang menjadi masalah yang kini banyak dihadapi oleh banyak negara sehingga beberapa kebijakan mengenai rokok pun bermunculan, mulai dari denda rokok sebanyak 2000 Baht di Thailand, larangan merokok ditempat umum di Singapura juga menyamakan cover rokok dengan putih, hingga di Indonesia, iklan rokok dilarang diperlihatkan bentuk rokoknya.

Hal ini bukan tanpa alasan. Rokok merupakan salah satu penyebab kanker paru-paru yang merenggut banyak nyawa. Maka tak heran jika dibalik bungkus rokok di Indonesia kita akan melihat peringatan seperti : “Merokok menyebabkan kanker, serangan, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin” yang kini diganti dengan kata-kata ‘merokok membunuhmu’.

Namun permasalahan rokok ini begitu kompleks yang mempengaruhi industri rokok dan perokok yang teguh pada pendiriannya untuk merokok dengan alasan ‘merokok mati, tidak merokok mati, ya mending merokok sampai mati’ dan banyak alasan lainnya.

Mungkin salah satu di desa di Indonesia ini akan menjadi salah satu contoh yang baik untuk menekan angka perokok aktif dengan efektif.

Baca Juga

Terletak di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan berhasil menekan angka perokok di desa hingga 99%. Lebih hebatnya lagi, desa ini pun mendapat predikat sebagai salah satu desa dengan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Larangan di Desa Bone-Bone (Sumber : Radio Pemuda FM)
Larangan di Desa Bone-Bone (Sumber : Radio Pemuda FM)

Berpenduduk 800 jiwa lebih, desa ini telah menetapkan larangan merokok semenjak tahun 2000. Larangan ini beralasan bahwa rokok merupakan penyebab kemiskinan di desa. Semenjak penetapan larangan merokok ini, tantangan paling sering ditemui adalah mempertahankannya, belum lagi jika dari dalam desa sudah berhasil mematuhi peraturan tersebut, namun para perantau yang masih belum terbiasa tetap menyalakan rokok d dalam desa. Beberapa sanksi sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi hal itu. Sanksi awal adalah teguran, hal ini hanya berlaku untuk perantau yang datang kembali ke desa, namun setelahnya adalah sanksi sosial seperti membersihkan masjid, memperbaiki jalanan yang rusak untuk kepentingan umum dan lain sebagainya.

Dusun tanpa asap rokok (Sumber : BBC)
Dusun tanpa asap rokok (Sumber : BBC)

Cara ini terbukti ampuh untuk membuat perantau yang kembali tidak lagi merokok karena mereka tidak mau mengambil resiko melakukan sanksi sosial hanya karena merokok.

Di dalam desa pun sudah banyak baliho, spanduk dan media lain yang dengan jelas mengisaratkan untuk tidak merokok karena desa tersebut merupakan kawasan tanpa rokok

Status sebagai desa yang bebas dari asap rokok ini ternyata menarik beberapa peneliti dari institusi luar maupun dalam negeri untuk melakukan penelitian dengan bermacam tema.

Desa ini merupakan salah satu desa tanpa asap rokok di Indonesia, beberapa daerah di Indonesia yang juga bebas dari asap rokok adalah Kampung Gunung Cairu di Jawa Barat, Desa Sitiug di Sumatera Barat, dan dusun Al Muhajirun di Lampung.

Dengan adanya kawasan tanpa asap rokok ini diharapkan kedepannya Indonesia mampu terbebas asap rokok sehingga angka kematian karena kanker dan penyakit kronis lainnya akibat rokok dapat ditekan dan penduduknya dapat hidup lebih sehat kedepannya.

Sumber :

BBC

Tribun

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi22%
Pilih TerpukauTerpukau6%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADLI HAZMI

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas