Lupa Sandi?

Meningkatkan Branding Indonesia Lewat Kebhinekaan dan Kompetensi Teknologi

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Meningkatkan Branding Indonesia Lewat Kebhinekaan dan Kompetensi Teknologi

Branding merupakan salah satu aspek penting untuk membangun persepsi. Baik itu persepsi pelanggan, konsumen maupun masyarakat terhadap sesuatu seperti produk atau bahkan negara. Ya, tidak hanya produk saja yang memerlukan manajemen branding, negara pun memerlukannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya kemarin (9/3/2017) di acara 2nd Wow Brand Festive 2017 yang diselerenggarakan oleh Mark Plus di Dian Ballroom Raffless Hotel. 

Meski tidak bisa hadir secara fisik, lewat video seminar singkatnya, Arief mengungkapkan bahwa branding merupakan investasi sebab dalam konteks nation branding ketika reputasi naik 10%, wisatawan akan meningkat menjadi 11%. 

Dalam konsep ini, Arief menuturkan bahwa terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan yakni Competence (kompetensi), Contribution (kontribusi) dan Communication (komunikasi). Kompetensi berarti Indonesia harus memiliki hal yang lebih dibandingkan dengan negara-negara lain dalam hal ini pariwisata. "Apa kompetensi Indonesia? Keberagaman, Bhinneka Tunggal Ika. Itu kompetensi yang dmiliki oleh bangsa ini," jelas Arief

Lalu bentuk kontribusinya harus jelas untuk siapa. Dan terakhir, dua tersebut harus dikomunikasikan dengan baik agar tercipta persepsi yang baik tentang pariwisata Indonesia. "Salah satunya adalah lewat logo, Wonderful Indonesia memutuskan untuk menggunakan metode family identity yang menyamakan identitas-identitas pariwisata. Seperti logo enjoy jakarta dan java cultural wonders yang menggunakan font yang sama seperti logo Wonderful Indonesia"

Baca Juga

Menurut Arief, beberapa dampak yang ditimbulkan lewat branding ini adalah reputasi pariwisata Indonesia meningkat dan mendapatkan penghargaan internasional. "Pada tahun 2016, kami memenangkan seluruh ajang penghargaan yang diikuti oleh Wonderful Indonesia." 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Dalam forum yang sama, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasih menjelaskan bahwa index competitiveness Indonesia masih cukup rendah hal tersebut salah satunya disebabkan oleh penguasaan teknologi yang masih belum optimal. Oleh sebab itu pihaknya akan terus mendorong dilakukannya alih teknologi dan publikasi hasil penelitian. "Dosen juga akan diupgrade agar tidak hanya mengajar tetapi juga mendorong mahasiswa untuk melakukan riset"

Beberapa hasil riset unggulan yang dipromosikan oleh Kemenristek-dikti adalah pesawat terbang pertama yang 100% merupakan hasil riset anak bangsa, N219. Pesawat ini diperkirakan akan terbang perdana antara bulan April-Mei mendatang. 

Selain itu juga terdapat Kapal Plat Datar yang merupakan hasil riset peneliti Universitas Indonesia, Adi Lingson dan Sanlaruska Fathernas berdasarkan ide dari dosen pembimbing merek Hadi Tresno Wibowo. Keduanya kini mendirikan PT. Juragan Kapal Indonesia yang akan mewujudkan inovasi kemaritiman tersebut menjadi nyata.

Dari transportasi darat pun tidak ketinggalan. Kemenristek-dikti juga melakukan upaya dukungan pada motor listrik karya Indonesia yang dikembangkan oleh Garasindo dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember berupa motor Gesits. Motor ini sedang dalam masa sertifikasi untuk produksi masal setelah sukses melakukan uji perjalanan darat sejauh 1.000 kilometer melintasi utara Jawa-Bali. 

Motor Gesits sata dipamerkan di acara The 2nd WowBrand Festive Day 2017 (Foto: Bagus DR/GNFI)
Motor Gesits saat dipamerkan di acara The 2nd WowBrand Festive Day 2017 (Foto: Bagus DR/GNFI)

2nd Wow Brand Festive 2017 kali ini memang menitik beratkan pada hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemasar pada masa yang akan datang. Mencermati tren digital, Chairman dan Founder MarkPlus Inc., Hermawan Kartajaya mengatakan bahwa teknologi memiliki paradox, yakni teknologi dapat menciptakan kebaikan tetapi juga memiliki keburukan. Oleh karena itu dimasa digital seperti ini brand harus memilih untuk bisa memberikan nilai-nilai kemanusiaan.

“Saat ini terdapat penyalahgunaan terhadap teknologi digital (technology for bad) seiring dengan perkembangan zaman, hal ini harus diperbaiki dengan menciptakan technology for good yang hanya bisa dijangkau melalui basic human spirit 3.0, oleh karena itu dalam acara ini kami turut meluncurkan inagurasi Brand for Good Club (BFG),” lanjut Hermawan.

Tidak hanya itu, dalam forum tersebut juga, Hermawan menekankan bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dalam Branding yakni brand tidak hanya melihat sisi gaya (style) saja dalam dunia branding, tetapi juga wujud atau substance. Inilah sebabnya pada kesempatan kali ini mendatangkan Kementerian Pariwisata RI dan Kemenristek Dikti. Agar para eksekutif branding perusahaan-perusahaan yang hadir dapat turut belajar dari dua kementerian tersebut. 

Dalam ajang itu pula, Markplus menobatkan perusahaan-perusahaan pemenang Indonesia WOW Brand. Para pemenang ini mengacu pada hasil riset MarkPlus yang didasarkan pada konsep Marketing 4.0. Adapun konsep tersebut menyelaraskan 5 aspek utama, yang dikenal sebagai 5A, yakni Aware – Appeal – Ask – Act – Advocate. Konsep WOW Brand merupakan instrumen penting bagi para marketers untuk memahami situasi pasar, mengukur kesenjangan dengan kompetitor, dan memberikan saran strategi kepada pelaku bisnis dalam mendominasi industrinya. Hasil dari riset ini membandingkan antara Advocate dengan Awareness yang menghasilkan BAR (Brand Advocacy Ratio).

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie