Lupa Sandi?

Perempuan Masa Kini

Dimas Ayuna
Dimas Ayuna
0 Komentar
Perempuan Masa Kini

Sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, disadari atau tidak, peran perempuan akhir-akhir ini semakin bergeser kearah yang lebih positif dan semakin berkembang. Jika dulu perempuan kerap kali hanya diidentikan dengan kecantikan dan keindahan, sekarang tidak lagi. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak kini bukan lagi menjadi satu-satunya kegiaran perempuan. Peran perempuan belakangan ini semakin maju dan berkembang. Jumlah wanita karir di Indonesia kini semakin meningkat, bahkan saat ini menempati urutan ke enam terbanyak di dunia. Hal tersebut membuktikan bahwa masih banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan oleh perempuan di masa kini.

Namun sebelum kita melangkah lebih jauh membahas peran perempuan masa kini, mari kita intip terlebih dahulu sejarah perempuan pengggerak dari masa ke masa. Dari tanah Arab kita bisa mengambil contoh Siti Aisyah istri Rasulullah yang sangat sadar terhadap pendidikan. Tidak sedikit hadist Rasul yang telah dirawikannya. Sedangkan dari nusantara, kita dapat mengambil contoh Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi wanita yang mendunia. Sosok Kartini merupakan salah satu contoh perempuan Indonesia yang sadar akan pendidikan serta ingin menggerakkan sesamanya. Sedangkan untuk perempuan Indosesia masa kini kita dapat, mematut Sri Mulyani, sebagai salah satu perempuan mendunia yang beerpengaruh dalam bidang perekonomian. Dari uraian beberapa nama di atas, membuat saya semakin yakin bahwa perempuan dapat berpengaruh, bukan hanya untuk lingkup keluarga, tetapi juga dunia.

Pepatah Arab mengatakan “Seorang ibu ialah madrasah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan.” Setidaknya hal itulah yang terlintas di benak saya ketika ditanyai ‘apa peran seorang perempuan?’. Tidak berlebihan bukan, jika saya sangat sependapat dengan pepatah Arab tersebut. Bagaimana tidak, ketika seorang anak dilahirkan, dengan siapa pertama kali ia berinteraksi secara emosional, jika bukan dengan ibunya. Begitu juga saat masa pertumbuhan anak, normalnya sebagian besar waktunya dihabiskan bersama sang ibu.

Peran perempuan saat ini bukan hanya dalam bidang pendidikan, tetapi lebih jauh, perempuan masa kini sudah ikut terlibat dalam karir ekonomi bisnis maupun politik, bahkan beberapa diantaranya turut menjamah dunia startup. Perempuan Indonesia saat ini dituntut agar bukan hanya melek pendidikan, tetapi juga mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga
Devy Pranowo
Devy Pranowo

E-Commerce dapat dijadikan sebagai salah satu cara menunjukkan pencapaian gemilang dalam hal melek media dan teknologi. Adalah Devy Pranowo, perempuan asal Kediri yang menjajaki dunia E-commerce tepatnya menjabat sebagai kepala manajer produk digital di salah satu took online terbesar di Indonesia. Kurang lebih tiga tahun lamanya sejak 1 September 2014 sampai sekarang ia bergelut dalam dunia E-Commerce. Bukan hanya itu, pencapaian gemilang semacam ini bukan hanya direngkuh oleh Devi (panggilan akrabnya) seorang, tetapi masih ada banyak lagi perempuan Indonesia yang berhasil mendapatkan pencapaian gemilang semacam itu.

Perempuan tidak hanya dituntut bisa mendidik anak dan sekedar mendapatkan pendidikan. Lebih dari itu, perempuan Indonesia juga dituntut untuk berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi dan teknologi informasi. Negeri ini bisa menghasilkan ribuan sosok Devy Pranowo, jika mau. Yang bisa kita lakukan adalah dengan tetap mengikuti setiap perkembangan xaman serta memperkaya otak dan memperkokoh mental.

Jadi, kamu kah, Devy Pranowo selanjutnya? Perempuan Indonesia yang bukan hanya cerdas, tapi juga berani melangkah dua langkah di depan. Look like a girl, act like a lady, think like a man and work like a dog – Caroline

Dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga13%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi63%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DIMAS AYUNA

Bukan apa-apa, hanya seorang mahasiswi yang sampai sekarang masih belajar menulis. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara