Lupa Sandi?

Tidak Ada Nasi Goreng Hari Ini

Zia Dzulfia
Zia Dzulfia
0 Komentar
Tidak Ada Nasi Goreng Hari Ini

"Nasi Goreng tidak pernah ada. Sarapan tidak pernah nyata. Aku sendiri, dan tidak memasak nasi goreng pagi ini. Semua bumbu mati semata."

Pagi ini saya kelaparan dan karena tidak ada apa-apa di atas meja makan, maka saya memenggal puisi 'Tidak Ada New York Hari Ini' milik Aan Mansyur sebagai pengganti sarapan yang terlewat dua jam lalu.

Namun rupanya puisi bukan ok*y jellydrink yang bisa menunda lapar. Maka setelah menyesap kopi ritual pagi hari akhirnya saya memutuskan pergi keluar mencari abang-abang ketoprak yang biasa mangkal  di depan masjid. Loh, kok ketoprak? Bukannya orang Indonesia biasa sarapan nasi goreng? 

Dalam perspektif orang asing, nasi goreng merupakan sarapan pokok bagi masyarakat Indonesia. Kita lihat dalam situs youtube populer milik buzzfeed, misalnya. Mereka membuat video mengenai tipikal sarapan dari berbagai negara di belahan dunia, dan apa yang ditampilkan mewakili sarapan Indonesia? Nasi goreng.

Sebenarnya kemudian akan muncul pertanyaan, apa yang membuat nasi goreng menjadi begitu istimewa, terutama di mata orang asing? dilansir dari humblefeast.wordpress.com, ternyata jawabannya terletak pada bumbu dasar yang digunakan, yaitu bawang putih, bawang merah, tomat, cabai, yang bersatu dengan nasi, telur, serta tambahan kecap manis maupun asin. Perpaduan bumbu tersebut ternyata memberi rasa gurih yang tak pernah mereka temukan sebelumnya dari makanan di negara asalnya.

Tidak hanya sampai di sana, keistimewaan nasi goreng pun dibuktikan oleh CNN dalam survey mengenai makanan terpopuler dunia yang dilakukan pada tahun 2011. Dalam survey tersebut, nasi goreng menyabet prestasi sebagai makanan ter-enak kedua di dunia setelah rendang yang menempati posisi pertama. Selain itu orang asing yang berlibur ke Indonesia dan menyicipi makanan kita kerap menyebut nasi goreng sebagai salah satu makanan favorit mereka, di antara daftar makanan lain seperti sate dan bakso. 

Kepopuleran nasi goreng dapat kita saksikan lewat banyak medium: ketika kita singgah ke hotel bintang tiga, bintang lima, sampai bintang tujuh, maka daftar pertama yang akan kita temukan dalam menu sarapan favorit adalah... nasi goreng. Lalu jika anda iseng mencoba googling dengan kata kunci 'makanan khas indonesia' maka akan muncul nasi goreng. Kemudian lain waktu jika anda melihat iklan atau film yang memakai setting saat sarapan, maka makanan yang disediakan adalah: naa..siii...goo..re..ng.

Sampai sini saya mabuk nasi goreng.

Sarapan Orang Indonesia Bukan Cuma Nasi Goreng

Ketika saya masih menetap di Cirebon saat usia sekolah dasar, pagi hari merupakan satu waktu yang saya tunggu-tunggu, karena hidung saya akan dimanjakan oleh aroma hangat nasi lengko di meja makan. Bagi sebagian orang mungkin bertanya-tanya bagaimana bentuk nasi lengko? Sebenarnya jika dibandingkan nasi goreng, nasi lengko atau kadang juga disebut sego lengko ini memiliki bumbu yang lebih sederhana dan lebih sehat karena tidak mengandung terlalu banyak minyakBahan-bahannya antara lain: nasi putih panas, tempe atau tahu goreng yang dipotong kecil-kecil, mentimun segar, tauge rebus, daun kucai dipotong kecil-kecil, bawang goreng, dan bumbu kacang.

penampakan nasi lengko khas Cirebon
penampakan nasi lengko khas Cirebon

Lalu beranjak SMA ketika saya menetap di Yogyakarta, meskipun waktu sarapan mulai bergeser dari jam seharusnya, biasanya saya akan sarapan dengan nasi gudeg yang terbuat dari nasi putih hangat beserta nangka muda yang difermentasi dan semur telur atau tempe. Sebagai anak rantau, saya tidak biasa memasak pagi hari sehingga alternatif lain paling mudah adalah membeli sarapan di luar. Dan mereka, para simbok bakul nasi tidak menjual nasi goreng, terutama pagi hari. Tiga tahun tinggal di Yogyakarta, saya belum pernah menemukan ada warung tenda nasi goreng yang buka pada pagi hari. 

penampakan nasi gudeg khas Yogyakarta
penampakan nasi gudeg khas Yogyakarta

Setelah dipikir-pikir kembali, coba kita lihat sekeliling. Tidak hanya di Yogyakarta, rasa-rasanya saya juga tidak menemukan warung tenda atau abang-abang gerobak penjual nasi goreng saat pagi hari di Jakarta. Berbeda saat malam atau sore hari saat jam-jam pulang kantor, justru kita akan menemukan gerobak nasi goreng tiap empat meter sekali di sisi jalan raya. Empat meter sekali. Saking banyaknya. 

Menyantap nasi goreng pada pagi hari memang bukan sebuah kesalahan. Namun mengatakan bahwa nasi goreng satu-satunya sarapan khas masyarakat Indonesia juga bukan kebenaran mutlak. Kuliner Indonesia terlalu beragam jika kita hanya bertumpu pada nasi goreng yang terkadang menurut saya overrated. Bagaimana kemudian perasaan orang Manado yang biasa menyantap bubur manado saat pagi hari? Atau orang Jawa Timur yang biasa sarapan nasi rawon? Atau perasaan orang seperti saya yang merupakan penggemar berat ketoprak pangkalan masjid pagi hari? 

Namun baiklah saudara-saudara. Apapun sarapan anda, yang jelas bagi saya tetap;

Tidak Ada Nasi Goreng Hari Ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ZIA DZULFIA

Sedang hidup dikelilingi karakter fiksi. Paling suka makan pop mie lewat jam 12 malam di kereta saat perjalanan keluar kota. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata