Bagi mereka yang menyebut dirinya sebagai pecinta alam, menjadi pendaki gunung merupakan salah satu cara mereka menghargai ciptaan Yang Kuasa. Mendaki gunung bukan hal sepele, mereka harus memiliki ketahanan fisik dan persiapan yang matang. Asal-asalan dengan persiapan mereka bisa kehabisan bahan makanan dan malah merepotkan grup mereka sendiri.

Dengan slogan “Kami pergi untuk kembali”, para pendaki gunung percaya bahwa tujuan utama mereka adalah kembali ke rumah masing-masing dengan selamat, bukan untuk mencapai puncak saja karena keselamatanlah yang utama.

Ada hal yang menarik tentang mereka sang pendaki gunung yang telah mencapai puncak dan menjumpai titik pengibaran merah putih.

Indonesia memang salah satu surga bagi pendaki gunung karena banyaknya gunung yang bisa dijajaki. Salah satunya adalah Gunung Semeru. Teringat kepada suatu film "5 Cm" dimana sekelompok anak muda mencoba untuk menaklukkan puncak Gunung Semeru dan memberi hormat kepada Sang Merah Putih yang berada di puncak Gunung Semeru.

Salah satu scene 5 CM (sumber : Evita Dewi- Blogger)
Salah satu scene 5 CM (sumber : Evita Dewi- Blogger)

Film ini berhasil memvisualkan apa yang para pendaki gunung rasakan, terlebih lagi rasa takjub dan merinding bangga kepada sang Merah Putih yang berada di puncak gunung.

Di kehidupan nyata, mereka yang menaklukkan berbagai gunung, melewati curamnya jalur pendakian dengan membawa tas carrier berisi logistik dan berbagai perlengkapan lain. Ketahanan fisik pun di uji dengan dinginnya gunung yang mereka tanjak, belum lagi jika hujan tiba-tiba datang dan para pendaki masih dalam perjalanan menuju pos-pos yang telah ditentukan untuk beristirahat.

Langkah demi langkah dilakoni, koordinasi dengan kelompok selalu tak pernah putus dan kondisi kesehatan selalu diperhatikan. Tak jarang banyak pendaki yang tidak kuat dan harus kembali turun gunung.

Banyak pendaki gunung juga yang melakukan pendakian pada malam hari yang gelap gulita dan hanya ditemani oleh senter. Rasa was-was dan tegang pun menyelimuti setiap langkah yang mereka jejakkan di suatu gunung, berharap pendakian berjalan lancar tanpa adanya hambatan.

Dan setelah mereka melalui semua jalan berlumpur, tanjakan curam dan dinginnya suhu pada masa pendakian, sampailah mereka di puncak.

Alih-alih mengeluh dan istirahat, para pendaki yang sudah berlelah-lelah menuju ke puncak tidak ingin melewatkan keindahan hakiki di tempat mereka beprijak sekarang. Para pendaki disuguhi dengan pemandangan alam yang indah dengan pepohonan yang rindang. Melihat dari ketinggian lansekap panorama kota dan bukit.

Sejenak mereka mulai merasa bahwa begitu kecilnya mereka diantara ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Rasa emosional ini yang membuat mereka selalu bersyukur akan kehidupan yang mereka jalani.

Di beberapa gunung ada titik pengibaran Sang Saka ini, salah satunya di puncah Gunung Semeru, para pendaki akan mendekati bendera indah yang berkibar itu sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya yang disertai dengan hormat kepada bendera Tanah Air.

Hormat kepada merah putih (sumber : Inovasee)
Hormat kepada merah putih (sumber : Inovasee)

Rasa merinding, bangga dan takjub akan Indonesia terlepas banyaknya kontroversi yang ada di kancah politik Indonesia. Mereka pun menyadari bahwa Indonesia memang tidak sempurna, namun ada beribu alasan yang meyakinkan mereka bahwa Indonesia ini layak untuk diperjuangkan.

Beberapa dari pendaki sering meneteskan air mata ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya di puncak gunung ini. Rasa nasionalisme pun bertambah kuat dengan sendirinya.

Pada momen ini, mereka yang berada di puncak bersama sang Merah Putih merasa bahwa mereka adalah tonggak masa depan Indonesia.

Ya, rasa nasionalisme ini lah yang mungkin mendorong beberapa pendaki pergi ke pegunungan tinggi di dunia seperti Everest, Gunung Elbrus, Gunung Acongagua dan masih banyak lainnya.

Mereka ingin mengibarkan Sang Saka di puncak tertinggi dunia dengan mengisyaratkan bahwa Indonesia itu tinggi, Indonesia itu kuat dan akan dijunjung setinggi-tingginya.

Merah putih di gunung Elbrus, Rusia ( Sumber : Travel Kompas)
Merah putih di gunung Elbrus, Rusia ( Sumber : Travel Kompas)

Bagaimana kita tidak merinding melihat dokumentasi mereka yang memberikan hormat dan mengibarkan merah putih di puncak gunung yang susah digapai oleh banyak orang.

Cintailah Indonesia dan angkatlah Indonesia setinggi-tingginya.

*

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu