Lupa Sandi?

Wow! Indonesia Kini Punya Kampung Pencak Silat

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Wow! Indonesia Kini Punya Kampung Pencak Silat

Pencak silat dikenal sebagai salah satu budaya khas Indonesia. Namun pamornya masih kalah dengan seni bela diri dari beberapa negara di Asia Timur lainnya. Itu sebabnya kini pencak silat kerap dipromosikan dan yang terbaru, sebuah kabupaten di Jawa Timur dipilih sebagai kampungnya Pencak Silat, Kabupaten Madiun.

Sebagaimana diberitakan ANTARA, Kabupaten Madiun dipilih sebagai kampung pencak silat oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi pada 19/03 yang lalu adalah karena Kabupaten ini dianggap memiliki perguruan pencak silat yang telah tergabung dalam satu paguyuban, Paguyuban Kampung Pesilat.

Menpora bahkan menyebutkan bahwa Madiun akan menjadi destinasi pencak silat dunia. 

"Kalau Bali merupakan destinasi wisata, maka Madiun akan menjadi destinasi pencak silat dunia. Ini adalah peluang. Apalagi pencak silat mulai dikenal di dunia," katanya.

Baca Juga

Pamor pencak silat memang sedang naik daun mengingat pada Asian Games 2018 mendatang cabang olahraga pencak silat akan di pertandingkan. Indonesia sebagai tuan rumah pada perhelatan yang berlangsung di Jakarta-Palembang tersebut tentu saja mendapatkan momentum untuk mempopulerkan seni bela diri yang juga dikenal di beberapa negara Asia Tenggara ini. 

"Nanti untuk pertama kalinya pencak silat akan dipertandingkan. Ini menunjukkan jika pencak silat diakui sebagai salah satu cabang olahraga bela diri," kata Imam. 

Saat ini tercatat terdapat 11 perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun. Perguruan tersebut antara lain perguruan Merpati Putih, Tapak Suci, Ki Ageng Pandan Alas, Setia Hati Terate, Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo, Pagar Nusa, Cempaka Putih, Pro Patria, Persinas ASAD, Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad dan IKS Kera Sakti. 

Saking banyaknya pesilat yang tergabung dalam perguruan tersebut, sering terjadi persinggungan antara perguruan satu dengan lainnya. Bahkan tidak jarang terjadi pertarungan. Namun berkat adanya Paguyuban Kampung Pesilat yang telah dibentuk, hal tersebut dapat dihindari. 

"Silat bukan tempat untuk berkonflik, namun silat adalah tempat untuk mempersatukan dan mengangkat harkat martabat bangsa," tutur Imam. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, Menpora kemudian mengajak Pagayuban Kampung Pesilat untuk memberikan dukungan pada pengenalan pencak silat ke seluruh dunia. Tujuan besarnya adalah dipertandingkannya cabang olahraga Pencak Silat di Olimpiade.

Terkait dengan impian besar tersebut, kepala daerah Kabupaten Madiun, Bupati Muhtarom mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan memiliki program untuk membuat pencak silat sebagai bagian dari industri pariwisata. Sebab menurutnya pencak silat memiliki daya tarik dan merupakan warisan budaya Indonesia. 

"Kami ingin pencak silat menjadi industri pariwisata sekaligus menjadi cabang olahraga prestasi yang pantas untuk dibanggakan. Ini adalah warisan budaya Indonesia. Jadi harus dilestarikan," jelas Muhtarom.

Sampai saat ini pencak silat dalam tingkat internasional baru dipertandingkan dalam skala regional yakni dalam ajang SEA Games sejak tahun 1987. Pada SEA Games tahun 2013 yang lalu, Indonesia meraih juara umum dalam cabang olahraga ini dengan raihan 4 medali emas, 4 medali perak dan 3 medali perunggu. Kontingen Indonesia mengungguli Vietnam yang berada di peringkat dua dan Myanmar yang berada di peringkat ketiga. Sedangkan di ajang SEA Games 2015 Indonesia hanya menempati peringkat kedua setelah kalah bersaing dengan Vietnam.

Pilih BanggaBangga69%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi15%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara