Tertarik dengan aksesori fashion yang juga ramah lingkungan?

Rumah produksi Sahabat Bambu (SABA) yang berbasis di Yogyakarta mengembangkan aksesori fashion, mulai dari kaca mata, jam tangan, dan produk lain dari bahan bambu. Berawal dari ide sederhana untuk mengembangkan bahan bambu yang tidak terpakai menjadi benda bernilai seni dan komersial tinggi.

Otonk Listiyono, atau akrab dipanggil Toink, dari SABA berbagi cerita mengenai pengembangan produk ini. Menurutnya penggunaan bahan utama bambu meningkatkan nilai produk yang sudah ada di pasaran. Selain itu, bambu udah didapatkan di daerah tempat tinggalnya di Yogyakarta, bahan alami, dan ramah lingkungan.

Kacamata Bambu. Foto: Sahabat Bambu
Kacamata Bambu. Foto: Sahabat Bambu

Semua proses produksinya dilakukan secara manual dengan bantuan satu pengrajin lokal. Sebagai contoh, dalam pembuatan kacamata bambu, timnya memulai dari penyiapan material mentah sampai branding menggunakan teknik laser.

Bambu yang telah diproses agar lebih awet dipotong sesuai dengan pola, mulai dari frame, alur buat pemasangan lensa, sampai gagang kacamata. Pola-pola tersebut melalui proses ampelas dan rebusan agar lebih awet. Kemudian lensa dipasang dan brand produk SABA dilaser di gagang kiri untuk memperindah produk hasil.

Kacamata dan jam tangan bambu. Image: Sahabat Bambu
Kacamata dan jam tangan bambu. Image: Sahabat Bambu

Awalnya dibuat untuk sendiri dan teman, ternyata produk SABA mendapat respon positif di pasaran. Di media sosialnya, banyak konsumen tertarik untuk memesan produk tersebut. Dengan ukuran rumah produksinya, SABA melayani produk made-to-order. Toink mengakui jika permintaan banyak, mereka belum siap untuk skala besar karena setiap produk dikerjakan hand-made secara telaten dan teliti.

Semoga bisnisnya semakin berkembang!

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu